Puisi: Gelas (Karya Kuntowijoyo) Gelas Itulah yang kukerjakan. Mengumpulkan gelas Kembali. Sambil mengenangkan bahwa bibir Lembut telah menyentuh tepinya. Kuhapus dengan Pelan-pelan …
Puisi: In Memoriam, Yang Terbunuh (Karya Kuntowijoyo) In Memoriam: Yang Terbunuh Sekali, hutan tidak menumbuhkan pohon Burung melayap-layap, terbakar bulu-bulunya Bumi mengaduh, menggapai bebannya Pembur…
Puisi: Perjalanan ke Langit (Karya Kuntowijoyo) Perjalanan ke Langit Bagi yang merindukan Tuhan menyediakan Kereta cahaya ke langit Kata sudah membujuk Bumi untuk menanti Sudah disiapkan Awan putih…
Puisi: Pemandangan Senja (Karya Kuntowijoyo) Pemandangan Senja Dua ekor ikan Menutup mata Mereka lihat tanda Air berhenti mengalir Maka gugurlah kepercayaan Perempuan menangis di jendela Menghen…
Puisi: Zina (Karya Kuntowijoyo) Zina Zina adalah nafas lelaki berlomba dengan kelemahan mengutuk waktu sebagai polisi yang menyediakan penjara tanpa minum yang cukup Di buku hariann…
Puisi: Danau (Karya Kuntowijoyo) Danau Kutemukan danau baru pada musim kering jerih dan mengaca menjamu burung masih terdengar tetes air yang jatuh kembali. Impian lama pun berdesaka…
Puisi: Pabrik (Karya Kuntowijoyo) Pabrik Di sini dilahirkan raksasa bertulang besi bersaraf baja tidak perlu nyanyi dan ninabobo bidadari Berjalan sedetik sesudah turun dari kandungan…
Puisi: Pada Hari yang Lain (Karya Kuntowijoyo) Pada Hari yang Lain Pada hari yang lain di angkasa seribu gagak raksasa menyerbu matahari menggugurkan batu-batu terbang menutup ruang Malaikat langi…
Puisi: Nama-Nama (Karya Kuntowijoyo) Nama-Nama Nenek moyang mencipta nama-nama Mereka tinggalkan begitu saja tanpa catatan kaki Seolah sempurna isi kamus Ketika hari mendung dan engkau p…
Puisi: Penyucian (Karya Kuntowijoyo) Penyucian Sebelum dihinakan kalungkan daun bodi dalam benang emas di pagi hari tuliskan huruf-huruf Abadi menandakan engkau lahir kembali Di tengah y…
Puisi: Perempuan Tak Setia (Karya Kuntowijoyo) Perempuan Tak Setia Perempuan tak setia mengurai gelung di muka jendela menggugurkan mawar sampai seorang laki-laki mencuri rambutnya menyembunyikan …
Puisi: Sesudah Perjalanan (Karya Kuntowijoyo) Sesudah Perjalanan Sesampai di ujung engkau menengadah ke langit kekosongan yang lembayung Ayolah, ruh tiba saatnya engkau menyerahkan diri Sunyi men…
Puisi: Kenangan (Karya Kuntowijoyo) Kenangan Yang tergantung di udara: jari menunjuk ke bulan mengingatkan kenangan Kapas-kapas ladang dipanen angin malam melayang-layang putih bersaing…
Puisi: Pepohonan (Karya Kuntowijoyo) Pepohonan Sebagai layaknya pepohonan menampung kenangan dunia yang tergantung di awan sudah sampai di simpang Ada kubu terbungkus daunan mengeluh pel…
Puisi: Musim Panen (Karya Kuntowijoyo) Musim Panen Setelah semusim tangan-tangan sibuk memotong pohonan di kampung halaman pak tani mengundang anak-anaknya memanen kolam sudah waktu ikan d…