Puisi: Belukar (Karya Subagio Sastrowardoyo)

Puisi "Belukar" karya Subagio Sastrowardoyo mengajak pembaca untuk merenungkan akan perjalanan hidup, konflik batin, serta harapan akan kesempatan ...
Belukar

Terlepas dari napas pertama
aku terlempar ke padang sepi
anjing liar tersekat di belukar
bernasib mengembara tiada henti
dirundung rindu
kugoreskan napsu ke perut bumi
– aku sungguh tak nyeleweng dari janji –
berkubang dalam lumpur dan tahi
masih maukah kau menerimaku kembali
apa sempat kau memberiku mimpi.

Sumber: Keroncong Motinggo (1975)

Analisis Puisi:

Puisi "Belukar" karya Subagio Sastrowardoyo adalah sebuah karya sastra yang sarat akan makna dan simbolisme.

Tema Kehidupan Manusia: Puisi ini membawa pembaca ke dalam perenungan akan kehidupan manusia. Dari baris pertama, "Terlepas dari napas pertama," kita langsung dihadapkan pada gambaran tentang awal kehidupan. Namun, dari kesunyian dan kesepian padang yang digambarkan, pembaca dibawa pada refleksi akan perjalanan hidup yang penuh liku dan tantangan.

Simbolisme Belukar dan Anjing Liar: Belukar dan anjing liar dalam puisi ini dapat diartikan sebagai simbol dari kekacauan dan ketidakpastian dalam hidup. Belukar yang lebat mencerminkan kerumitan dan rintangan yang dihadapi oleh manusia dalam menjalani hidupnya. Sementara itu, anjing liar mewakili rasa terjebak dan terhimpit dalam situasi sulit.

Rindu dan Nostalgia: Ada unsur rindu dan nostalgia yang kuat dalam puisi ini. "Dirundung rindu" adalah ungkapan yang mengisyaratkan akan kekosongan dan kehilangan yang dirasakan oleh subjek puisi. Hal ini juga bisa menggambarkan kerinduan akan masa lalu atau kenangan yang telah berlalu.

Keinginan untuk Diterima Kembali: Pertanyaan yang diajukan, "masih maukah kau menerimaku kembali," menunjukkan adanya keraguan dan harapan subjek akan diterima kembali setelah melewati masa-masa sulit. Hal ini mencerminkan keinginan manusia untuk mendapatkan pengampunan dan kesempatan kedua dalam kehidupan.

Konflik Batin: Puisi ini menggambarkan konflik batin yang dialami oleh subjeknya. Dari perasaan terhimpit dan terlempar di padang sepi hingga keinginan untuk tidak melanggar janji, ada perjuangan internal yang tergambar dengan kuat dalam setiap baris puisi.

Puisi "Belukar" karya Subagio Sastrowardoyo adalah sebuah karya sastra yang memperlihatkan kekuatan bahasa dalam menggambarkan kompleksitas kehidupan manusia. Dengan simbolisme yang kaya dan penggunaan kata-kata yang penuh makna, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan akan perjalanan hidup, konflik batin, serta harapan akan kesempatan baru.

Puisi Subagio Sastrowardoyo
Puisi: Belukar
Karya: Subagio Sastrowardoyo

Biodata Subagio Sastrowardoyo:
  • Subagio Sastrowardoyo lahir pada tanggal 1 Februari 1924 di Madiun, Jawa Timur.
  • Subagio Sastrowardoyo meninggal dunia pada tanggal 18 Juli 1996 (pada umur 72 tahun) di Jakarta.
© Sepenuhnya. All rights reserved.