Bismillah
BismiLlah
BismilLlah
BismiLlahir Rahmaanir Rahiem
Yang pertama kusebut ketika bergerak
Yang pertama kusebut ketika menapak
Yang pertama kusebut ketika membaca
Yang pertama kusebut ketika menulis
Yang pertama kusebut ketika bekerja
AsmaMu, wahai Sang Mahapengasih
Wahai Sang Mahapenyayang
Semoga cahyaMu menyinari kalbuku
CahyaMu menyinari pikiranku
CahyaMu menyinari telingaku
CahyaMu menyinari mataku
CahyaMu menyinari sekelilingku
CahyaMu memenuhi diriku
Memancarkan rahmatMu
Amin.
2002
Sumber: Negeri Daging (2002)
Analisis Puisi:
Puisi "Bismillah" karya Mustofa Bisri adalah sebuah ungkapan penuh makna dan spiritualitas yang menggambarkan peran penting "Basmalah" dalam kehidupan sehari-hari.
Penghormatan Spiritual: Puisi "Bismillah" adalah ungkapan penghormatan dan pengakuan atas keagungan Tuhan. Setiap langkah, tindakan, bacaan, tulisan, dan pekerjaan diawali dengan menyebutkan "Bismillah" untuk mengindikasikan penghargaan terhadap Tuhan sebelum memulai segala sesuatu.
Pencarian Cahaya dan Rasa Aman: Penggalan puisi tersebut menggambarkan harapan untuk diberkahi dan dilindungi oleh cahaya, rahmat, dan kasih sayang Tuhan. Permohonan agar cahaya Tuhan menyinari setiap aspek kehidupan - dari hati, pikiran, mata, telinga, hingga ke sekelilingnya - merupakan upaya mencari arah, kejernihan, dan rasa aman dalam setiap tindakan.
Kesinambungan Spiritualitas: Puisi ini memperlihatkan kesinambungan spiritualitas sehari-hari dan keberadaan Tuhan dalam setiap aspek kehidupan. Mulai dari hal-hal yang sepele hingga yang lebih signifikan, pengaruh spiritual dan keimanan tercermin dalam setiap langkah dan aktivitas.
Doa sebagai Kekuatan: Doa di dalam puisi ini merupakan manifestasi dari rasa ketergantungan dan kepercayaan kepada Tuhan. Permohonan rahmat dan cahaya-Nya menjadi sumber kekuatan dan inspirasi untuk menjalani hidup.
Secara keseluruhan, puisi "Bismillah" karya Mustofa Bisri adalah ungkapan spiritual yang melambangkan ketergantungan manusia pada Tuhan, sekaligus upaya untuk membawa keberkahan, kecerahan, dan rasa aman dalam setiap langkah kehidupan sehari-hari. Pesan keagungan dan kekuatan spiritual yang disampaikan melalui puisi ini mencerminkan pentingnya iman dan doa dalam menjalani kehidupan.

Puisi: Bismillah
Karya: Mustofa Bisri (Gus Mus)
Biodata Mustofa Bisri:
- Dr. (H.C.) K.H. Ahmad Mustofa Bisri (sering disapa Gus Mus) lahir pada anggal 10 Agustus 1944 di Rembang. Ia adalah seorang penyair yang cukup produktif yang sudah menerbitkan banyak buku.
- Selain menulis puisi, Gus Mus juga menulis cerpen dan esai-esai keagamaan. Budayawan yang satu ini juga merupakan seorang penerjemah yang handal.
- Gus Mus adalah seorang kiai yang memiliki banyak profesi, termasuk pelukis kaligrafi dan bahkan terlibat dalam dunia politik.