2002

Puisi: Sagu Ambon (Karya W.S. Rendra)

Sagu Ambon Ombak beralun, o, mamae. Pohon-pohon pala di bukit sakit. Burung-burung nuri menjerit. daripada membakar masjid dari…

Puisi: Kota yang Berpura-pura (Karya Toto ST Radik)

Kota yang Berpura-pura Siapakah menuliskan nama-nama Tuhan di bawah lampu lampu yang lucu? Kota terayun dalam …

Puisi: Doa Penguasa (Karya Toto ST Radik)

Doa Penguasa (1) Ya, Tuhan Yang Maha Kuasa Aku memujamu, aku memujamu Karena aku ingin berkuasa selamanya. …

Puisi: Mimpi (Karya Toto ST Radik)

Mimpi Semalam aku mimpi di Ciceri ramai sekali orang-orang jual beli kursi seraya menjilati pantat sendiri…

Puisi: Anak Kecil Bermain Pelangi (Karya Budhi Setyawan)

Anak Kecil Bermain Pelangi Anak-anak kecil berlarian bersama kupu-kupu di atas daun-daun kuncup mengambil pelangi pagi memainkan warna gelak cahaya d…

Puisi: Ning (Karya Budhi Setyawan)

Ning kebisuan adalah laguku pencarian adalah nadaku kesunyian adalah musikku Jakarta, 19 September 2002 Sumber:  Sukma Silam (Kacarara, 2007) Analisi…

Puisi: Lhokseumawe (Karya Mustafa Ismail)

Lhokseumawe Kota itu masih menyimpan rasa sakit hidup yang beku: harapan-harapan mengental dalam genggaman orang lewat pada sebuah malam ya…

Puisi: Perjalanan Menuju Cahaya (Karya Budhi Setyawan)

Perjalanan Menuju Cahaya Air laut naik ke sungai-sungai ke sumur-sumur tempat minum lalu hilir mudik di pembuluh darah mendorong roda pedati, meniti …

Puisi: Sajak Pelaut (Karya Fatin Hamama)

Sajak Pelaut Kurengkuh kau ke dada setelah melaut dalam dahaga gerimis di keningmu dan angin yang berhenti menyisakan ombak menderu ribuan daun gugur…

Puisi: Cita-Cita (Karya Arahmaiani)

Cita-Cita Waktu kecil aku ditanya Cita-citaku apa Kubilang mau jadi nabi Bapak bilang: tidak bisa! Anak perempuan boleh meraih cita-cita…

Puisi: Jalan Batu (Karya Ariffin Noor Hasby)

Jalan Batu Deretan jalan batu membentangkan selisih waktu antara kau dan aku Sebuah percakapan tanpa tuhan Ingin mempertahankan angin Jadi saksi pers…

Puisi: Aku Kira (Karya Moh. Wan Anwar)

Aku Kira aku kira lautan akan tetap saja lautan bila matamu curiga pada kehadiranku pada kapal yang lebih menaklukkan air mata pulau-pulau akan tetap…

Puisi: Lagu Pecinta Negeri (Karya Moh. Wan Anwar)

Lagu Pecinta Negeri bayangan hitam berkelebat di luar rumah menciptakan getar aneh di cangkir kopi dan menggores huruf-huruf pada namaku seperti keri…

Puisi: Mataku Luka (Karya Moh. Wan Anwar)

Mataku Luka mungkin kaulah yang membuat mataku luka sebelum mereka riuh mengibarkan kata-kata kaukirim aku sapu tangan untuk mengusap air mata dan ke…
© Sepenuhnya. All rights reserved.