Puisi: Elegi Sinta (Karya Dorothea Rosa Herliany) Elegi Sinta Aku Sinta yang urung membakar diri. demi darah suci bagi lelaki paling pengecut bernama Rama. lalu aku basuh tubuhku, dengan d…
Puisi: Peta (Karya Acep Zamzam Noor) Peta Udara yang terbakar Tercium dari celah batu-batu besar. Ada cahaya Garam-garam kabut Dan sebuah gema Yang ditembakkan dari laut Kisahmu tinggal …
Puisi: Kau (Karya Soni Farid Maulana) Kau angsana dan gandasoli yang kau tanam di pekarangan hatiku tumbuh sudah dengan daun-daunnya yang lebat. kau bilang, jika kedua tanaman itu tumbuh …
Puisi: Mata Air (Karya Joko Pinurbo) Mata Air Di musim kemarau semua sumber air di desa itu mengering. Perempuan-perempuan legam berbondong-bondong menggendong gentong menuju se…
Puisi: Rendezvous (Karya Joko Pinurbo) Rendezvous Kau sudah tak sabar menungguku di halaman rumah berdinding putih itu. Di atas bangku di bawah pohon cemara duduk seorang wanita sete…
Puisi: Lukisan Berwarna (Karya Joko Pinurbo) Lukisan Berwarna untuk Andreas dan Dorothea Hujan beratus warna tumpah di hamparan kanvas senja. Pohon-pohon bersorak gembira …
Puisi: Khotbah Mafioso (Karya Rahman Arge) Khotbah Mafioso Kita dengarkan percakapan itu Di kursi-kursi atas orang-orang atas Tak ada beda nonton film Ketika Don Artobello, cukong para gangste…
Puisi: Penjual Celana (Karya Joko Pinurbo) Penjual Celana Konon ia seorang veteran, bekas pejuang kemerdekaan, sehari-hari bergiat sebagai pedagang celana di sebuah pasar di dekat kub…
Puisi: Catatan Februari Dini Hari (Karya Diah Hadaning) Catatan Februari Dini Hari Kampung tua kampung perkerabatan sisa kenangan windu silam siapa mulai memusnah…
Puisi: Aku Ingat Suatu Kali (Karya Damiri Mahmud) Aku Ingat Suatu Kali aku ingat suatu kali engkau berkata datanglah kembali ke rumah tua itu mematah-matah ranting memungut daun-daun berserakan di ha…
Puisi: Menemui Negeri Leluhur (Karya Herwan FR) Menemui Negeri Leluhur menemui negeri leluhur, negeri yang lapang bagi segala kesuburan, aku belajar lagi mengenal deru gelombang, amis ikan, lirik s…
Puisi: Menatap Waktu (Karya Ngurah Parsua) Menatap Waktu mata langit di jantung melati kutatap waktu terpisah waktu cinta hamba dibalut perjalanan tak menentu; rindu dibalik rindu ternyata kec…
Puisi: Di Batas Kota Akhir Tahun (Karya Juniarso Ridwan) Di Batas Kota Akhir Tahun kota tua. Reklame raksasa mengobral agama baru, pohon-pohon tunduk memeluk bumi, aku pun menjadi rayap di pelataran sebuah …
Puisi: First Love (Karya Andy Sri Wahyudi) First Love (: Arcaya Mani Kotama) Suatu sore seusai hujan Aku bermain-main lincah dengan nomor teleponmu Lalu kita bercakap-cakap tenta…
Puisi: Ayah Bundaku (Karya Abdurahman Faiz) Ayah Bundaku Bunda engkau adalah rembulan yang menari dalam dadaku Ayah engkau adalah matahari yang menghangatkan hatiku Ayah bunda kucintai kau berd…