Puisi: Teluk Parepare (Karya Tri Astoto Kodarie) Teluk Parepare dulu, tanganmu riang bercengkerama di sini jernih buih ombak dan camar yang menggerombol anginnya menjadi rumah bagi kehangatan nelaya…
Puisi: Wabah (Karya Dorothea Rosa Herliany) Wabah Selamping pundakmu damar melati. gemerincing merah saga mata tembaga pudar sehempas saja. Santa Maria! Di mana benteng it…
Puisi: Bidang Berkabut (Karya Juniarso Ridwan) Bidang Berkabut sebuah tempat tak bernama, bidang kosong berkabut. Ingat Mark Rothko *) dalam hari-hari sunyi kota besar. langit mempertontonkan warn…
Puisi: Demi Pendidikan Anak-anakku (Karya La ode Balawa) Demi Pendidikan Anak-anakku Demi pendidikan anak-anakku relakan aku pergi merantau melintasi tujuh pulau tujuh selat tujuh samudra demi pendidikan an…
Puisi: Doa (Karya W.S. Rendra) Doa Allah menatap hati. Manusia menatap raga. Hamba bersujud kepada-Mu, ya Allah! Karena hidupku, karena matiku. Allah Yang Maha Ben…
Puisi: Bolong (Karya Joko Pinurbo) Bolong Bahkan celana memilih nasibnya sendiri: ia pergi ke pasar loak justru ketika aku sedang giat belajar…
Puisi: Wajahmu (Karya Arahmaiani) Wajahmu Aku berdiri di persimpangan Aku menoleh Ke kanan Lalu ke kiri Tak begitu paham Arah mana harus berjalan Kamu Hadir tak t…
Puisi: Penumpang Terakhir (Karya Joko Pinurbo) Penumpang Terakhir untuk Joni Ariadinata Setiap pulang kampung, aku selalu menemui bang becak yang mangkal d…
Puisi: Tubuhku Merindukan Tubuhmu (Karya Arahmaiani) Tubuhku Merindukan Tubuhmu Ini tubuh Siapa punya? Aku terperangkap di dalamnya Mengeja belulang Membaca daging dan darah Melapal saraf…
Puisi: Bunga Kuburan (Karya Joko Pinurbo) Bunga Kuburan Gadis kecil itu suka sekali memetik mawar putih dari kuburan, kemudian menanamnya di ranjang. "Bunga ini, Bu, akan kuncup d…
Puisi: Cintamu Sepahit Topi Miring (Karya Sindhunata) Cintamu Sepahit Topi Miring Senja di desa Baron matahari tenggelam dalam kemaron. Lembu betina lari melompat-lompat dikejar-kejar anaknya yang kecil …
Puisi: Rumah Kenangan (Karya Nenden Lilis Aisyah) Rumah Kenangan seorang tanpa rumah tak bisa pulang kemana-mana kecuali pada kenangan di pohon jambu klutuk pada ibu-bapak renta yang terpekur di kama…
Puisi: Presiden (Karya Remy Sylado) Presiden Presiden pertama bermain mata dengan komunis. Presiden kedua bermain mata dengan kapitalis. …