2002

Puisi: Aku Kira (Karya Moh. Wan Anwar)

Aku Kira aku kira lautan akan tetap saja lautan bila matamu curiga pada kehadiranku pada kapal yang lebih menaklukkan air mata pulau-pulau akan tetap…

Puisi: Lagu Pecinta Negeri (Karya Moh. Wan Anwar)

Lagu Pecinta Negeri bayangan hitam berkelebat di luar rumah menciptakan getar aneh di cangkir kopi dan menggores huruf-huruf pada namaku seperti keri…

Puisi: Mataku Luka (Karya Moh. Wan Anwar)

Mataku Luka mungkin kaulah yang membuat mataku luka sebelum mereka riuh mengibarkan kata-kata kaukirim aku sapu tangan untuk mengusap air mata dan ke…

Puisi: Un-Known Territory (Karya Arahmaiani)

Un-Known Territory Telah kujalani Hal pantas dan tidak pantas Melawan aturan Melanggar larangan Menyalahgunakan pikiran Meninggalkan a…

Puisi: Ibu yang Tabah (Karya Joko Pinurbo)

Ibu yang Tabah Ibu itu mengasuh anak-anaknya sendirian sejak suaminya dipinjam negara untuk dijadikan kelinci dalam percobaan sistem keamanan. S…

Puisi: Kenang-kenangan (Karya Andy Sri Wahyudi)

Kenang-kenangan Pernah, ketika siang Ku menyapamu di sebuah kedai kecil Tempat biasa ku melepas rasa lelahku Kau tersenyum sambil berlalu…

Puisi: Teluk Parepare (Karya Tri Astoto Kodarie)

Teluk Parepare dulu, tanganmu riang bercengkerama di sini jernih buih ombak dan camar yang menggerombol anginnya menjadi rumah bagi kehangatan nelaya…

Puisi: Wabah (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Wabah Selamping pundakmu damar melati. gemerincing merah saga mata tembaga pudar sehempas saja. Santa Maria! Di mana benteng it…

Puisi: Bidang Berkabut (Karya Juniarso Ridwan)

Bidang Berkabut sebuah tempat tak bernama, bidang kosong berkabut. Ingat Mark Rothko *) dalam hari-hari sunyi kota besar. langit mempertontonkan warn…

Puisi: Demi Pendidikan Anak-anakku (Karya La ode Balawa)

Demi Pendidikan Anak-anakku Demi pendidikan anak-anakku relakan aku pergi merantau melintasi tujuh pulau tujuh selat tujuh samudra demi pendidikan an…

Puisi: Doa (Karya W.S. Rendra)

Doa Allah menatap hati. Manusia menatap raga. Hamba bersujud kepada-Mu, ya Allah! Karena hidupku, karena matiku. Allah Yang Maha Ben…

Puisi: Bolong (Karya Joko Pinurbo)

Bolong Bahkan celana memilih nasibnya sendiri: ia pergi ke pasar loak justru ketika aku sedang giat belajar…

Puisi: Wajahmu (Karya Arahmaiani)

Wajahmu Aku berdiri di persimpangan Aku menoleh Ke kanan Lalu ke kiri Tak begitu paham Arah mana harus berjalan Kamu Hadir tak t…

Puisi: Penumpang Terakhir (Karya Joko Pinurbo)

Penumpang Terakhir untuk Joni Ariadinata Setiap pulang kampung, aku selalu menemui bang becak yang mangkal d…
© Sepenuhnya. All rights reserved.