2002

Puisi: Elegi Sinta (Karya Dorothea Rosa Herliany)

Elegi Sinta Aku Sinta yang urung membakar diri. demi darah suci bagi lelaki paling pengecut bernama Rama. lalu aku basuh tubuhku, dengan d…

Puisi: Peta (Karya Acep Zamzam Noor)

Peta Udara yang terbakar Tercium dari celah batu-batu besar. Ada cahaya Garam-garam kabut Dan sebuah gema Yang ditembakkan dari laut Kisahmu tinggal …

Puisi: Kau (Karya Soni Farid Maulana)

Kau angsana dan gandasoli yang kau tanam di pekarangan hatiku tumbuh sudah dengan daun-daunnya yang lebat. kau bilang, jika kedua tanaman itu tumbuh …

Puisi: Mata Air (Karya Joko Pinurbo)

Mata Air Di musim kemarau semua sumber air di desa itu mengering. Perempuan-perempuan legam berbondong-bondong menggendong gentong menuju se…

Puisi: Rendezvous (Karya Joko Pinurbo)

Rendezvous Kau sudah tak sabar menungguku di halaman rumah berdinding putih itu. Di atas bangku di bawah pohon cemara duduk seorang wanita sete…

Puisi: Lukisan Berwarna (Karya Joko Pinurbo)

Lukisan Berwarna untuk Andreas dan Dorothea Hujan beratus warna tumpah di hamparan kanvas senja. Pohon-pohon bersorak gembira …

Puisi: Khotbah Mafioso (Karya Rahman Arge)

Khotbah Mafioso Kita dengarkan percakapan itu Di kursi-kursi atas orang-orang atas Tak ada beda nonton film Ketika Don Artobello, cukong para gangste…

Puisi: Penjual Celana (Karya Joko Pinurbo)

Penjual Celana Konon ia seorang veteran, bekas pejuang kemerdekaan, sehari-hari bergiat sebagai pedagang celana di sebuah pasar di dekat kub…

Puisi: Catatan Februari Dini Hari (Karya Diah Hadaning)

Catatan Februari Dini Hari Kampung tua kampung perkerabatan sisa kenangan windu silam siapa mulai memusnah…

Puisi: Aku Ingat Suatu Kali (Karya Damiri Mahmud)

Aku Ingat Suatu Kali aku ingat suatu kali engkau berkata datanglah kembali ke rumah tua itu mematah-matah ranting memungut daun-daun berserakan di ha…

Puisi: Menemui Negeri Leluhur (Karya Herwan FR)

Menemui Negeri Leluhur menemui negeri leluhur, negeri yang lapang bagi segala kesuburan, aku belajar lagi mengenal deru gelombang, amis ikan, lirik s…

Puisi: Menatap Waktu (Karya Ngurah Parsua)

Menatap Waktu mata langit di jantung melati kutatap waktu terpisah waktu cinta hamba dibalut perjalanan tak menentu; rindu dibalik rindu ternyata kec…

Puisi: Di Batas Kota Akhir Tahun (Karya Juniarso Ridwan)

Di Batas Kota Akhir Tahun kota tua. Reklame raksasa mengobral agama baru, pohon-pohon tunduk memeluk bumi, aku pun menjadi rayap di pelataran sebuah …

Puisi: First Love (Karya Andy Sri Wahyudi)

First Love (: Arcaya Mani Kotama) Suatu sore seusai hujan Aku bermain-main lincah dengan nomor teleponmu Lalu kita bercakap-cakap tenta…

Puisi: Ayah Bundaku (Karya Abdurahman Faiz)

Ayah Bundaku Bunda engkau adalah rembulan yang menari dalam dadaku Ayah engkau adalah matahari yang menghangatkan hatiku Ayah bunda kucintai kau berd…
© Sepenuhnya. All rights reserved.