Puisi: Sajak Berlayar (Karya Surasono Rashar)

Puisi "Sajak Berlayar" karya Surasono Rashar mengingatkan kita bahwa perjalanan menuju kebahagiaan sejati hanya bisa dicapai dengan meninggalkan ...
Sajak Berlayar

Berlayarlah berlayarlah menuju-Ku
Itu perahu untuk engkau naiki
Jangan hampiri yang serba palsu
Itu pertanda hati yang ragu

Naikilah perahu rindu
Rindu berlayar ke pulau karang
Kalau engkau terpesona Aku
Aku disayang, jangan dimadu

Hidup ini untuk yang pasti
Ke hadapan-Nya buanglah ragu
Kalau masih tertarik yang serba palsu
Kelakar hidup pecundang sudah

Disini kita bertemu
Pulau karang pulau yang indah
Kalau ingin bermesraan pula
Coba tambatkan hasrat sembilu

Pulau karang pulau yang indah
Di dalam hati beribu hikmah
Kalau ingin hidup penuh hidayah
Rusaklah rumah palsu diisi ibadah

Berlayarlah berlayarlah mencapai-Ku
Aku hidup menyatu hatimu
Sekali pelintir seutas tali
Remuk redam bagian hati

Jangan bicara bila berdusta
Ilmu inti adalah rasa
Kalau ingin berniat palsu
Tolong sambungkan hasrat dicinta

Engkau mencari tak putus-putus
Hampiri badan menghampiri jiwa
Kalau ingin menyeberang ke inti pulau
Pulau hidup dalam hatimu janganlah jauh

Analisis Puisi:

Puisi "Sajak Berlayar" karya Surasono Rashar adalah sebuah refleksi mendalam tentang perjalanan spiritual manusia menuju Tuhan. Dengan metafora berlayar, penyair menggambarkan pencarian makna hidup yang sejati, melepaskan diri dari kepalsuan duniawi, dan menemukan kedamaian di dalam keyakinan yang kokoh.

Makna dan Simbol dalam Puisi

1. Metafora Berlayar sebagai Perjalanan Spiritual

Puisi ini secara simbolik menggunakan konsep "berlayar" sebagai perjalanan hidup seseorang menuju Tuhan. Dalam bait pertama:

Berlayarlah berlayarlah menuju-Ku
Itu perahu untuk engkau naiki

Penyair mengajak pembaca untuk menaiki perahu rindu, yang berarti perjalanan penuh harapan dan keyakinan menuju Tuhan. Perahu ini adalah simbol keteguhan hati dalam menempuh jalan kebenaran.

2. Menolak Kepalsuan Dunia

Dunia sering kali dipenuhi dengan kebohongan dan godaan yang menjauhkan manusia dari kebenaran. Di bagian selanjutnya:

Jangan hampiri yang serba palsu
Itu pertanda hati yang ragu

Penyair menegaskan bahwa keraguan adalah penghalang utama dalam perjalanan spiritual. Untuk mencapai kedamaian sejati, seseorang harus melepaskan diri dari ilusi duniawi.

3. Pulau Karang sebagai Simbol Ketenangan dan Hikmah

Pulau karang pulau yang indah
Di dalam hati beribu hikmah

Pulau karang melambangkan tempat yang kokoh dan tenang, tempat di mana seseorang bisa menemukan kedamaian batin serta kebijaksanaan. Penyair ingin menyampaikan bahwa dalam hati yang bersih dan penuh hikmah, manusia dapat mencapai pencerahan spiritual.

4. Kejujuran dan Ketulusan dalam Beribadah

Jangan bicara bila berdusta
Ilmu inti adalah rasa

Kejujuran dalam menjalani hidup dan beribadah menjadi kunci utama dalam puisi ini. Penyair menekankan bahwa ilmu sejati bukan hanya dari kata-kata, tetapi dari perasaan yang tulus dalam hati.

Pesan Moral dalam Puisi

Puisi ini memberikan beberapa pesan moral yang mendalam, antara lain:
  1. Hiduplah dengan Keyakinan yang Kuat – Jangan biarkan keraguan menguasai hati, karena hanya dengan keyakinan yang kokoh seseorang dapat mencapai kebahagiaan sejati.
  2. Tinggalkan Kepalsuan Dunia – Dunia sering kali penuh dengan ilusi dan kebohongan. Oleh karena itu, manusia harus berhati-hati dalam memilih jalan hidupnya.
  3. Perjalanan Menuju Tuhan Adalah Perjalanan yang Penuh Rindu – Seperti perahu yang berlayar menuju pulau karang, manusia harus selalu merindukan kedekatan dengan Tuhan.
  4. Kejujuran adalah Kunci dalam Beribadah – Tidak ada gunanya berbicara tentang kebaikan jika tidak dilakukan dengan kejujuran dan ketulusan.
Puisi "Sajak Berlayar" karya Surasono Rashar adalah sebuah puisi yang penuh makna dan mengajak pembaca untuk merenungi perjalanan spiritualnya. Dengan bahasa yang puitis dan simbolik, penyair berhasil menyampaikan pesan bahwa hidup harus diarahkan kepada Tuhan dengan keyakinan yang teguh dan hati yang tulus. Puisi ini mengingatkan kita bahwa perjalanan menuju kebahagiaan sejati hanya bisa dicapai dengan meninggalkan kepalsuan dan hidup dalam kejujuran serta ketulusan.

Sepenuhnya Puisi
Puisi: Sajak Berlayar
Karya: Surasono Rashar
    Biodata Surasono Rashar:
    • Surasono Rashar lahir di Lahat, 6 Oktober 1960.
    © Sepenuhnya. All rights reserved.