Puisi: Kepada Cinta (Karya Mardi Luhung)

Puisi "Kepada Cinta" karya Mardi Luhung mengungkapkan perasaan rindu dan kekecewaan seseorang terhadap cinta yang datang dan pergi.
Kepada Cinta

"Jika aku datang, maka aku luka!" Begitu katamu padaku. Dan aku, yang semalaman menunggu di ruangan, seperti tak lelah-lelahnya menguping risik. Ada harap, kau akan mengendap, mengintip dan memasukkan suratmu lewat sela-sela pintu. Surat yang berwarna ungu. Surat yang aromanya seperti keringat para penziarah sehabis memanjati pepohonan dan menuruninya. Hanya untuk selembar daun yang kabarnya "pernah dirajah oleh orang suci yang punya hati dari gundukan sinar yang licin."

Dan di dermaga sana, aku dengar ada yang meributkan pasar yang terbakar. Juga sebuah masjid yang runtuh hanya karena goyah yang menyeberang. Dan juga mayat tujuh potong yang tak diketahui, siapakah dia dan apa pula jenis kelaminnya? Jam di dinding pun terus menggelinding. Lewat jarum pendeknya, aku tahu: "Ternyata tak ada siapa pun yang melukai hatimu. Dan tak ada siapa pun yang meremehkanmu."

"Lalu, mengapa, mengapa, mengapa kau tak datang?" Udara pun terasa tersingkap. Seekor ular mendesis di balik meja. Dan dengan pelan, seperti meloloskan seragamnya, ular itu pun meloloskan kulitnya. Ada lendir, serbuk sisik dan remah-remah darah tertabur. Dan ada juga bayanganku yang tiba-tiba merunduk, mencium bibir ular itu. Seterusnya, sekian racun lidah ular itu pun membekas di mulutku. Seperti sebuah tato yang demikian indah dan menggemaskan.

Dan sejak itu, aku tahu, kau memang tak mau datang. Tak mau menyelipkan surat. Dan tak mau mengendap dan mengintip. Sampai suatu ketika, seperti ular, aku pun meloloskan seragamku, meloloskan kulitku. Dan bibirku yang bertato pun dicium oleh sebentuk bayangan yang muncul dari rengatan tembok: "Aku akan mengganti dia yang tak datang lagi. Dan aku akan selalu menemani umurmu sepanjang-panjangnya," bisik bayangan itu.

"Lalu, kini lupakah aku padamu? Ah, selalu saja, aku merasa selalu ada yang hilang di luaran!"

Gresik, 2006

Analisis Puisi:

Puisi "Kepada Cinta" karya Mardi Luhung adalah karya sastra yang mengungkapkan perasaan rindu dan kekecewaan seseorang terhadap cinta yang datang dan pergi.

Tema Rindu dan Kekecewaan: Tema utama dalam puisi ini adalah rindu dan kekecewaan terhadap cinta yang tidak pernah datang. Puisi ini menciptakan suasana perasaan yang intens, di mana seseorang menunggu-nunggu kedatangan cinta, tetapi akhirnya menyadari bahwa cinta tidak pernah tiba.

Gaya Bahasa yang Kaya: Puisi ini mengandung gaya bahasa yang kaya dan metaforis untuk menyampaikan perasaan kompleks sang penulis. Dalam beberapa bagian, seperti "seperti ular, aku pun meloloskan seragamku, meloloskan kulitku," penulis menggunakan metafora untuk menggambarkan perubahan dan transformasi emosi dalam dirinya.

Struktur Puisi: Puisi ini memiliki struktur yang terdiri dari beberapa bagian, yang menggambarkan perkembangan perasaan sang penulis. Dimulai dari rindu yang penuh harapan, perasaan kecewa, dan akhirnya penerimaan terhadap keadaan saat ini.

Metafora "Ular" dan "Bayangan": Dalam puisi ini, penulis menggunakan ular sebagai metafora untuk menggambarkan perasaan yang datang dan pergi seperti ular yang meloloskan kulitnya. Ular juga mewakili perasaan perubahan dan transformasi. Selain itu, "bayangan" yang mencium bibir ular melambangkan perasaan kekecewaan dan pengkhianatan.

Pesan Puisi: Pesan yang disampaikan dalam puisi ini adalah bahwa cinta tidak selalu datang sesuai dengan harapan kita, dan terkadang kita harus menerima bahwa cinta mungkin tidak akan pernah datang. Puisi ini menggambarkan perjalanan emosional dari harapan yang penuh antusiasme hingga akhirnya menerima kenyataan dengan tenang.

Puisi "Kepada Cinta" adalah sebuah karya sastra yang mengungkapkan perasaan rindu dan kekecewaan terhadap cinta yang tidak pernah datang. Dengan gaya bahasa yang kaya dan metafora yang kuat, puisi ini menggambarkan perjalanan emosional sang penulis dari harapan hingga akhirnya menerima kenyataan dengan bijak. Puisi ini menciptakan suasana emosional yang dalam dan memaksa pembaca untuk merenungkan tentang alam cinta yang kompleks dan penuh perubahan.

Mardi Luhung
Puisi: Kepada Cinta
Karya: Mardi Luhung

Biodata Mardi Luhung:
  • Mardi Luhung lahir pada tanggal pada 5 Maret 1965 di Gresik, Jawa Timur.
© Sepenuhnya. All rights reserved.