Analisis Puisi:
Puisi "Kepada Cinta" karya Mardi Luhung adalah karya sastra yang mengungkapkan perasaan rindu dan kekecewaan seseorang terhadap cinta yang datang dan pergi.
Tema Rindu dan Kekecewaan: Tema utama dalam puisi ini adalah rindu dan kekecewaan terhadap cinta yang tidak pernah datang. Puisi ini menciptakan suasana perasaan yang intens, di mana seseorang menunggu-nunggu kedatangan cinta, tetapi akhirnya menyadari bahwa cinta tidak pernah tiba.
Gaya Bahasa yang Kaya: Puisi ini mengandung gaya bahasa yang kaya dan metaforis untuk menyampaikan perasaan kompleks sang penulis. Dalam beberapa bagian, seperti "seperti ular, aku pun meloloskan seragamku, meloloskan kulitku," penulis menggunakan metafora untuk menggambarkan perubahan dan transformasi emosi dalam dirinya.
Struktur Puisi: Puisi ini memiliki struktur yang terdiri dari beberapa bagian, yang menggambarkan perkembangan perasaan sang penulis. Dimulai dari rindu yang penuh harapan, perasaan kecewa, dan akhirnya penerimaan terhadap keadaan saat ini.
Metafora "Ular" dan "Bayangan": Dalam puisi ini, penulis menggunakan ular sebagai metafora untuk menggambarkan perasaan yang datang dan pergi seperti ular yang meloloskan kulitnya. Ular juga mewakili perasaan perubahan dan transformasi. Selain itu, "bayangan" yang mencium bibir ular melambangkan perasaan kekecewaan dan pengkhianatan.
Pesan Puisi: Pesan yang disampaikan dalam puisi ini adalah bahwa cinta tidak selalu datang sesuai dengan harapan kita, dan terkadang kita harus menerima bahwa cinta mungkin tidak akan pernah datang. Puisi ini menggambarkan perjalanan emosional dari harapan yang penuh antusiasme hingga akhirnya menerima kenyataan dengan tenang.
Puisi "Kepada Cinta" adalah sebuah karya sastra yang mengungkapkan perasaan rindu dan kekecewaan terhadap cinta yang tidak pernah datang. Dengan gaya bahasa yang kaya dan metafora yang kuat, puisi ini menggambarkan perjalanan emosional sang penulis dari harapan hingga akhirnya menerima kenyataan dengan bijak. Puisi ini menciptakan suasana emosional yang dalam dan memaksa pembaca untuk merenungkan tentang alam cinta yang kompleks dan penuh perubahan.