Puisi: Tangan dalam Kelam (Karya Toto Sudarto Bachtiar)

Puisi "Tangan dalam Kelam" karya Toto Sudarto Bachtiar menggambarkan perasaan rindu, keinginan, dan ketidakpastian dalam hubungan cinta.
Tangan dalam Kelam

Tangan halus yang bisa merabaku dari jauh
Jadi tangan bisik yang mengulur belas padaku
Tangan mesra yang jari-jarinya sayang
Aku sangat rindu kepadanya

Kalau hidup mengandung neraka
Hendaklah hidupku ini saja
Tanpa hidup orang-orang lain yang baik
Yang tangannya jauh tak berdaya

Tangan halus yang bisa dari jauh cinta padaku
Cukup baik untuk memegangnya
Ah, dunia dosa
Aku kembali bermimpi tentangmu

Takut tanpa ujung karna hidup terlalu cinta
Jari-jariku ingin mengurai wajahnya
Tanpa kaku, tanpa terlena tidur
Karena kantuk semangatku jadi kendur

Tangan yang mengulur mesra kepadaku
Wahai dunia yang gaungnya kudengar
Apa arti jari-jari yang terkulai lapar
Biar dia melambai kepadaku.

Sumber: Etsa (1958)

Analisis Puisi:

Puisi "Tangan dalam Kelam" karya Toto Sudarto Bachtiar adalah sebuah karya sastra yang menciptakan gambaran tentang perasaan rindu, keinginan, dan ketidakpastian dalam hubungan antara penyair dan objek cinta. Puisi ini menggambarkan berbagai aspek emosional dan psikologis dari perasaan penyair terhadap orang yang dicintainya.

Rindu yang Mendalam: Puisi ini menggambarkan perasaan rindu yang sangat mendalam. Pemakaian kata-kata seperti "aku sangat rindu kepadanya" menunjukkan betapa kuatnya perasaan rindu penyair terhadap objek cintanya. Rindu ini tampaknya mempengaruhi seluruh suasana puisi.

Tangan sebagai Simbol: Puisi ini menggunakan gambaran tangan sebagai simbol penting. Tangan yang "halus," "mesra," dan "dapat meraba dari jauh" menciptakan citra tangan yang penuh kasih dan keintiman. Tangan ini mewakili sentuhan dan hubungan emosional antara penyair dan objek cinta.

Konflik Emosional: Puisi ini juga menciptakan gambaran tentang konflik emosional dalam diri penyair. Penyair menggambarkan bahwa meskipun rasa cintanya kuat, ia juga merasa takut akan konsekuensi cinta yang mendalam dan mungkin "neraka." Ini mencerminkan konflik antara keinginan untuk mencintai dan ketidakpastian tentang apa yang mungkin terjadi.

Kehendak dan Ketidakpastian: Puisi ini menciptakan suasana ketidakpastian dan keraguan tentang apa yang akan terjadi selanjutnya dalam hubungan ini. Penyair ingin meraih tangan objek cintanya, tetapi juga merasa takut dan ragu-ragu tentang apa yang akan terjadi.

Bahasa Romantis: Puisi ini menggunakan bahasa yang sangat romantis untuk menggambarkan perasaan cinta dan rindu. Pemakaian kata-kata seperti "tangan halus," "jari-jari yang terkulai lapar," dan "kembali bermimpi tentangmu" menciptakan nuansa romantisme dalam puisi.

Secara keseluruhan, "Tangan dalam Kelam" adalah sebuah puisi yang menggambarkan perasaan rindu, keinginan, dan ketidakpastian dalam hubungan cinta. Puisi ini menciptakan citra tangan sebagai simbol sentuhan dan keintiman, sambil menciptakan suasana emosional yang kompleks dan mendalam.

Puisi: Tangan dalam Kelam
Puisi: Tangan dalam Kelam
Karya: Toto Sudarto Bachtiar

Biodata Toto Sudarto Bachtiar:
  • Toto Sudarto Bachtiar lahir pada tanggal 12 Oktober 1929 di Palimanan, Cirebon, Jawa Barat.
  • Toto Sudarto Bachtiar meninggal dunia pada tanggal 9 Oktober 2007 (pada usia 77 tahun).
  • Toto Sudarto Bachtiar adalah salah satu Penyair Indonesia Angkatan 1950-1960-an.
© Sepenuhnya. All rights reserved.