Oleh Faiz Hibatul Aziz
Belakangan ini masyarakat mulai menggandrungi olahraga seperti lari. Lari dipilih oleh masyarakat dikarenakan olahraga ini dianggap murah. Olahraga ini hanya perlu sepatu dan pakaian yang nyaman. Selain itu lari juga dapat dilakukan di mana saja, entah itu taman, stadion bahkan di jalanan raya sekalipun. Tidak bisa dipungkiri olahraga ini menghadirkan banyak manfaat terhadap tubuh kita seperti menurunkan risiko kanker, menurunkan berat badan dan masih banyak lagi. Lari pun bisa dilakukan kapan pun, baik di pagi, sore, malam bahkan ada beberapa orang melakukan lari di siang hari.
Salah satu waktu yang disukai dalam melaksanakan olahraga lari adalah pada pagi hari. Pada pagi hari, udara pagi yang segar belum tercerna dengan asap kendaraan dan polusi lain membuat lari di pagi hari terasa menyenangkan dan menyehatkan. Secara ideal, lari pagi dilakukan pada pukul 05.30 hingga 07.00, akan tetapi lari pagi yang dilakukan pada jam selain itu tetaplah baik untuk tubuh, terlebih lari yang dikerjakan pada pukul 08.00 hingga 09.00, karena pada waktu itu tubuh dapat mendapat sinar matahari secara optimal.
Lari yang dilaksanakan di pagi hari berperan penting dalam meningkatkan produktivitas sepanjang hari. Saat seseorang memulai hari dengan melakukan kegiatan lari pagi, maka tubuh akan melepaskan hormon endorphin. Hormon endorphin adalah suatu zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh, khususnya oleh kelenjar pituitari di otak, yang berfungsi sebagai pereda rasa sakit alami dan serta mendorong munculnya perasaan senang, nyaman, bahkan euphoria. Di samping itu, endorfin juga memiliki peran dalam mengatur berbagai fungsi fisiologis lainnya, seperti kualitas tidur, pengaturan nafsu makan, dan kekuatan sistem kekebalan tubuh. Karena itu, hormon ini sangatlah penting dalam menjaga keseimbangan tubuh dan mendukung kesehatan mental seseorang.
Di samping itu, lari pagi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan hormon kortisol. Hormon kortisol sendiri adalah hormon yang memengaruhi respons tubuh terhadap stres, baik secara fisiologis maupun psikologis. Hormon ini dihasilkan secara alami oleh tubuh ketika menghadapi kondisi atau situasi tertentu, bahkan saat mengalami tekanan psikis. Dalam kadar normal, kortisol membantu tubuh mengatur metabolisme, tekanan darah, serta kadar gula darah. Namun, jika kadarnya terlalu tinggi, terutama di pagi hari akibat stres pekerjaan yang menumpuk, kurang tidur, atau tekanan psikologis lainnya, tubuh dapat memberikan respons negatif. Gejala seperti kelelahan berlebih, penurunan semangat, hingga dapat kesulitan fokus dan cemas berlebihan bisa muncul. Aktivitas fisik ringan seperti lari pagi selama 20 hingga 30 menit terbukti secara ilmiah mampu menurunkan kadar kortisol secara bertahap. Saat tubuh bergerak dan berkeringat, sistem saraf parasimpatik mulai aktif, yang berfungsi menenangkan tubuh setelah menghadapi stres.
Akhir kata, aktivitas lari pagi secara tidak langsung berdampak positif pada peningkatan konsentrasi dan energi sepanjang hari. Ketika tubuh digerakkan secara aktif di pagi hari, sirkulasi darah menjadi lebih lancar, termasuk aliran darah ke otak. Kondisi ini mendorong fungsi otak bekerja lebih optimal, memperkuat daya pikir, dan mempertajam fokus. Dengan fisik dan mental yang segar sejak pagi, seseorang akan lebih siap menghadapi berbagai aktivitas harian, mulai dari pekerjaan, kegiatan belajar, hingga urusan rumah tangga. Lebih dari sekadar olahraga ringan, lari pagi merupakan bagian dari pola hidup sehat yang membawa manfaat menyeluruh bagi tubuh dan pikiran. Selain mudah dan murah, kebiasaan ini terbukti mampu meningkatkan hormon endorfin serta menstabilkan kortisol yang berperan dalam pengendalian stres dan kesehatan mental. Lari pagi juga mendukung kelancaran peredaran darah serta membantu menjaga fokus dan energi sepanjang hari. Karena itu, menjadikan lari pagi sebagai rutinitas harian bisa menjadi langkah penting untuk meningkatkan produktivitas, menjaga kesehatan, dan menciptakan keseimbangan hidup.
Biodata Penulis:
Faiz Hibatul Aziz lahir pada tanggal 19 Agustus 2006 di Surakarta. Ia suka mengisi waktu luang dengan membaca novel dan berolahraga seperti lari. Faiz bisa disapa di Instagram @faizhibatul