Oleh Lutfi Ezi
Gorengan dengan bahan dasar tempe ini menjadi salah satu sajian kuliner yang disukai banyak orang. Tempe yang menjadi bahan dasar mendoan ini berbeda dengan bentuk tempe pada umumnya, tempe untuk mendoan dibuat tersendiri dengan bentuk yang lebih tipis dan pipih. Sajian kuliner ini banyak kita temukan di Jawa Tengah, khususnya di Banyumas. Mendoan cocok dihidangkan baik sebagai cemilan pendamping kopi ataupun lauk makan.
Mendoan berasal dari kata “mendo” yang artinya setengah matang, nama ini diambil dari cara memasak mendoan yang hanya digoreng sebentar pada minyak yang banyak dan panas. Teknik menggoreng yang sebentar ini memberikan tekstur khas yang tidak dimiliki umumnya gorengan lain. Mendoan memiliki tekstur luar kenyal dan bagian dalamnya yang lembut serta tampilannya yang mengkilat.
Cita rasanya yang khas dengan dominan gurih dari bawang putih, harum ketumbar dan tambahan irisan daun bawang pada adonannya menjadi rasa tersendiri mendoan khas banyumas. Dalam penyajiannya mendoan sangat enak dimakan saat masih panas, dengan pelengkapnya sambal kecap yang legit ataupun cabai rawit hijau yang menambah rasa dari mendoan itu sendiri. Mendoan kini makin populer dengan beragam variasi yang makin banyak diterima masyarakat hingga luar Karesidenan Banyumas.
Selain mendoan, Banyumas juga dikenal dengan keripik tempenya. Kedua makanan ini menjadi representasi kehidupan masyarakat Banyumas sehari-hari. Masyarakat Banyumas merepresentasikan mendoan seperti pribadi yang luwes atau mudah berbaur, sedangkan keripik tempe jadi representasi sikap kaku juga rela remuk bersama ketika berselisih satu sama lain. Hal tersebut digambarkan seperti orang Banyumas zaman dulu yang menjadi tokoh dalam bidang diplomasi dan kemiliteran seperti Jenderal Soedirman, Soesilo Soedarman, dan Soepardjo Roestam, misalnya.
Mendoan dapat dikatakan sebagai makan cepat saji, proses menggoreng mendoan hanya dilakukan sebentar atau “mendo”. Teknik menggoreng setengah matang atau cepat ini dianggap pembeli bisa cepat menikmati hidangan lezat ini. Kini mendoan dapat ditemukan hampir di seluruh toko oleh-oleh di Banyumas hingga di warung-warung makan. Penggemarnya pun hampir dari seluruh lapisan masyarakat, mulai dari muda hingga tua, menjadikan mendoan sebagai makanan pilihan baik sebagai cemilan atau pendamping lauk makan.