Puisi: Di Laut Aku Bernyanyi (Karya Handry TM)

Puisi “Di Laut Aku Bernyanyi” karya Handry TM bercerita tentang pengalaman anak-anak berada di tepi pantai, bernyanyi dan bersyukur atas keindahan ...

Di Laut Aku Bernyanyi


di tepi pantai yang menghampar sepanjang lautan
anginnya menderu kencang, aku berdiri dan bernyanyi
bernyanyi tentang tanah air yang yang indah nian

tanah airku, tanah air kita juga, seperti negeri impian
yang indah memesona, ibu pertiwi berjajar pulau,
berjuta mil laut mengelilingi, siapa tidak merasa bangga?

di tepi laut aku bernyanyi, bersiul bahkan bergumam
memanggil beribu ikan yang menari-nari di bawahnya
para nelayan hilir mudik antara pulau yang satu ke
pulau lainnya, mereka ikut bernyanyi-nyanyi
ketika jala mereka lempar ke tengah, ribuan ikan pun
menghindar, sebagian lainnya terjala di dalam perangkap
pasrah terhadap sang pemburu ikan

o, indahnya lautku serupa lukisan, warnanya biru,
putih keperakan, suara ombak berkecipak seperti
musik yang dibenturkan

di kedalaman pasti terdapat kehidupan yang indah
biota laut yang subur dan harmoni alam menyejukkan
sungguh sayang jika kita abai dan membiarkan
mari kita rawat bersama dan kita jaga
agar laut tetap elok memesona

2018

Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)

Analisis Puisi:

Puisi “Di Laut Aku Bernyanyi” karya Handry TM menghadirkan pengalaman anak-anak yang mengekspresikan rasa kagum dan cinta terhadap alam, khususnya laut. Dalam buku Surat dari Samudra, puisi ini menonjol karena menggunakan bahasa sederhana namun sarat imaji visual dan ritme yang musikal, sehingga anak-anak dapat merasakan keindahan laut sekaligus belajar mencintai lingkungan.

Tema

Tema puisi ini adalah cinta tanah air, keindahan alam, dan kepedulian terhadap lingkungan laut. Puisi ini menekankan pentingnya mengapresiasi keindahan laut dan menjaga kelestariannya, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap kekayaan alam Indonesia yang berupa laut dan pulau-pulau.

Puisi ini bercerita tentang pengalaman anak-anak berada di tepi pantai, bernyanyi dan bersyukur atas keindahan laut.
  1. Bait awal menggambarkan anak yang berdiri di tepi pantai, bernyanyi tentang tanah air yang indah, sambil merasakan deru angin dan suara ombak.
  2. Bait selanjutnya menampilkan interaksi antara manusia dan alam, seperti nelayan yang memancing, ikan yang menari di bawah laut, serta keindahan laut yang seperti lukisan dengan warna biru dan putih keperakan.
  3. Bait terakhir menekankan pesan kepedulian lingkungan, mengajak anak-anak dan pembaca untuk menjaga dan merawat laut agar tetap indah dan harmonis.
Puisi ini mengajak pembaca untuk merasakan kebahagiaan, kagum, dan cinta terhadap laut serta alam Indonesia, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis sejak dini.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa anak-anak perlu menghargai alam dan menyadari tanggung jawab mereka terhadap kelestarian lingkungan. Laut digambarkan sebagai tempat yang indah dan penuh kehidupan, namun rentan jika tidak dijaga.

Selain itu, puisi ini menyiratkan bahwa pengalaman sederhana di alam, seperti berdiri di pantai dan bernyanyi, dapat menumbuhkan rasa syukur, kreativitas, dan kepedulian lingkungan. Anak-anak diajak untuk melihat keindahan laut bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi terasa ceria, harmonis, dan memukau. Anak yang bernyanyi di tepi laut menciptakan atmosfer riang, sementara gambaran ikan menari, nelayan hilir mudik, dan ombak yang berbenturan membangun suasana alam yang hidup dan penuh keindahan. Suasana ini menekankan keterhubungan antara manusia dan alam serta menimbulkan rasa kagum dan bangga.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat puisi ini adalah bahwa anak-anak harus belajar mencintai dan menjaga alam, khususnya laut, sebagai bagian dari tanah air mereka. Pesan moral yang disampaikan meliputi:
  • Menghargai keindahan alam laut dan pulau-pulau.
  • Menyadari pentingnya kelestarian lingkungan laut.
  • Menumbuhkan rasa bangga terhadap tanah air dan kekayaan alamnya.
Puisi ini sekaligus mengajarkan kepedulian ekologis, tanggung jawab, dan kebanggaan terhadap Indonesia sejak usia dini.

Imaji

Puisi ini menghadirkan imaji visual, auditorial, dan gerak:
  • “Anginnya menderu kencang, aku berdiri dan bernyanyi” → imaji gerak dan suara yang menekankan pengalaman fisik di tepi laut.
  • “Beribu ikan yang menari-nari di bawahnya” → imaji visual yang memukau anak-anak tentang kehidupan laut.
  • “Suara ombak berkecipak seperti musik yang dibenturkan” → imaji auditorial yang membuat pembaca merasakan harmoni alam.
Imaji ini membantu anak-anak membayangkan laut secara hidup dan merasakan keterhubungan dengan lingkungan.

Majas

Beberapa majas yang tampak dalam puisi ini antara lain:
  • Majas personifikasi, pada ikan yang “menari-nari” seolah memiliki kesadaran dan mengikuti ritme nyanyian.
  • Majas metafora, laut digambarkan seperti lukisan yang indah, menekankan keindahan visual.
  • Majas hiperbola ringan, pada “berjuta mil laut mengelilingi”, untuk menekankan luasnya kekayaan laut Indonesia.
Majas-majas ini membuat puisi lebih hidup dan menyenangkan bagi anak-anak, sekaligus menekankan pesan cinta alam.

Puisi “Di Laut Aku Bernyanyi” karya Handry TM adalah puisi anak yang sarat nilai edukatif, estetika, dan moral. Puisi ini mengajarkan bahwa laut adalah sumber keindahan dan kehidupan yang harus dihargai dan dijaga, sekaligus menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap tanah air.

Dengan bahasa yang mudah dipahami, imaji yang hidup, dan suasana yang harmonis, puisi ini menjadi sarana efektif untuk menanamkan kepedulian lingkungan, rasa syukur, dan kreativitas anak-anak melalui pengalaman sederhana di alam.

Handry TM
Puisi: Di Laut Aku Bernyanyi
Karya: Handry TM

Biodata Handry TM:
  • Handry TM lahir pada tanggal 23 September 1963 di Semarang, Jawa Tengah.
  • Handry TM meninggal dunia pada tanggal 24 Februari 2023.
© Sepenuhnya. All rights reserved.