Puisi Anak

Puisi: Dahulu dan Kini (Karya Eva Y. Nukman)

Dahulu dan Kini Di sini dahulu ada lapangan, tempat kami bermain layangan. Layangan kami membubung ke angkasa, melenggak-lenggok dengan cantiknya. Di…

Puisi: Engklek (Karya Amalia Najichah)

Engklek Kakak bercerita padaku Berpuluh hari menunggu Datangnya sang purnama Pengiring tawa riang mereka Jingkrak berjingkrak Gerak kaki bersilih kir…

Puisi: Surat untuk Sahabat (Karya Amalia Najichah)

Surat untuk Sahabat Senyum itu enggan lepas dari bibirmu Ketika kau melihat kedatanganku Uluran tanganmu menyambutku untuk selalu bersama dan saling …

Puisi: Pejuang PETA adalah Pejuang Kita (Karya Agus G. Budianto)

Pejuang PETA adalah Pejuang Kita Pejuang PETA pejuang perkasa Membela bangsa dan negara Berjuang dengan rela Tak takut musuh di depan mata Tak gentar…

Puisi: Bunga yang Harum (Gubahan Abdul Hadi WM)

Bunga yang Harum Si bunga yang harum indah dan mempesona tak lagi semerbak ia dirampas dan dipetik dari pohonnya lenyap warnanya yang mend…

Puisi: Tuhan Maha Mencipta (Karya Muhammad Muslih)

Tuhan Maha Mencipta Tuhanku Kaulah pencipta segala-galanya Kau ciptakan alam semesta Berikut segala isinya Dan kau pelihara semuanya Dengan kasih say…

Puisi: Alam Sekitar (Karya Rani Maharani)

Alam Sekitar Pohon-pohon berdiri Di antara bahu jalan Menyusuri dalam sepi Angin bertiup amat pelan Kulihat sawah mulai menghijau Menyejukkan mata pe…

Puisi: Debu Jalanan (Karya Rani Maharani)

Debu Jalanan Jalanku kini berdebu Bercampur dengan asap jerebu Menggerus embun yang tak berdosa Hawa panas penuhi udara Ingin kuhirup udara segar Nam…

Puisi: Anugerah (Karya Rani Maharani)

Anugerah Tuhan telah memberikan Kebaikan di semesta alam Diciptakan untuk insan Agar hidup dalam kesejahteraan Air mengalir membasahi Hujan turun men…

Puisi: Percakapan Hujan (Karya Umi Khomsiyatun)

Percakapan Hujan Di depan rumah Hujan sangat deras Aku melihat dari balik jendela Ada sebuah percakapan Katanya, "pelangi akan datang" Hati…

Puisi: Pemandangan di Dapur (Gubahan Abdul Hadi WM)

Pemandangan di Dapur Di dapur ikan-ikan tergeletak terpotong-potong daging sapi atau ayam tergeletak d…

Puisi: Patung Jalanan (Karya Hidar Amaruddin)

Patung Jalanan Terik kehidupan memeluk seorang gadis yang sedang berjalan Bukan sekadar pelukan, panas kenikmatan. Koran, Koran Teriaknya sendu, meng…

Puisi: Untuk Apa, Nak? (Karya Hidar Amaruddin)

Untuk Apa, Nak? Untuk apa, Nak? Jika kau lapar ada sebongkah nasi yang takkan habis kau lahap. Untuk apa, Nak? Jika kau letih mengeluh Ada ibu selalu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.