Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Sepak Bola (Karya Defa Seftianengsih)

Puisi “Sepak Bola” karya Defa Seftianengsih bercerita tentang sekelompok anak yang bermain bola di tanah lapang. Mereka merasa gembira karena bisa ...

Sepak Bola


Bermain bola di tanah lapang
Hati sungguh riang
Bertemu teman-teman
Tak takut terik atau hujan
Kami tetap bermain dengan senang

Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)

Analisis Puisi:

Puisi anak adalah dunia imajinatif yang menggambarkan keindahan masa kecil secara jujur dan apa adanya. Dalam puisi “Sepak Bola” karya Defa Seftianengsih, kita disuguhkan pemandangan sederhana namun bermakna: sekelompok anak bermain bola di tanah lapang, merayakan pertemanan, kebebasan, dan semangat yang tak surut meski cuaca tak bersahabat. Puisi ini menjadi representasi dari masa kecil yang ceria, aktif, dan penuh kebersamaan.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kegembiraan bermain dan semangat kebersamaan dalam masa kanak-kanak. Sepak bola menjadi simbol dari permainan yang menyatukan, membahagiakan, dan menciptakan ruang interaksi sosial di antara anak-anak. Melalui kegiatan bermain bola, tema yang lebih dalam seperti semangat pantang menyerah, kesetiaan pada kawan, dan kecintaan terhadap permainan juga turut mengemuka.

Puisi ini bercerita tentang sekelompok anak yang bermain bola di tanah lapang. Mereka merasa gembira karena bisa bertemu teman-teman dan bermain bersama. Tidak peduli panas atau hujan, mereka tetap melanjutkan permainan dengan penuh kesenangan. Ini adalah kisah kecil tentang kenikmatan masa kecil yang bebas dan sederhana, di mana kebahagiaan bisa ditemukan hanya dengan berlari dan menendang bola di tanah kosong.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa kebahagiaan sejati sering kali hadir dalam hal-hal sederhana. Permainan sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan media untuk memperkuat persahabatan, membangun ketahanan mental, dan menumbuhkan semangat kerja sama. Cuaca buruk tidak menjadi penghalang, sebab semangat dan kegembiraan lebih besar dari segala hambatan. Puisi ini juga secara halus mengajarkan nilai keberanian dan komitmen terhadap kebersamaan, bahkan di tengah tantangan.

Lebih dalam lagi, puisi ini bisa dimaknai sebagai bentuk penghargaan terhadap kebebasan masa kanak-kanak yang tak tergantikan oleh gadget atau hiburan digital. Tanah lapang adalah dunia mereka, dan bola adalah sumber kebahagiaan yang tak rumit.

Imaji

Meskipun menggunakan bahasa yang sederhana, puisi ini memunculkan imaji yang cukup kuat dan nyata:
  • Imaji visual: “Bermain bola di tanah lapang” menciptakan bayangan anak-anak berlarian, menendang bola di ruang terbuka.
  • Imaji perasaan: “Hati sungguh riang” membawa pembaca ke suasana batin anak yang bahagia tanpa beban.
  • Imaji cuaca dan ketahanan fisik: “Tak takut terik atau hujan” menunjukkan gambaran anak-anak yang terus bermain tanpa peduli panas atau basah, menciptakan kesan kuat tentang daya tahan dan semangat tinggi.

Majas

Beberapa majas sederhana namun efektif hadir dalam puisi ini:
  • Hiperbola: “Tak takut terik atau hujan” merupakan bentuk penguatan atau pembesaran ekspresi semangat anak-anak, yang sesungguhnya mungkin tetap merasa panas atau basah, tetapi terlalu senang untuk berhenti bermain.
  • Personifikasi (implisit): Meski tidak secara eksplisit memberi sifat manusia pada benda, puisi ini memberi kesan bahwa cuaca menjadi lawan “karakter” dalam puisi—seolah cuaca adalah sesuatu yang harus dihadapi dengan semangat.
Selain itu, puisi ini juga menggunakan rima dan irama sederhana yang membuatnya mudah diingat dan disenandungkan oleh anak-anak, memperkuat unsur musikalitas dalam karya anak-anak.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini adalah ceria, bebas, dan penuh semangat. Pembaca diajak untuk merasakan kebahagiaan anak-anak yang tak tergantikan oleh kemewahan. Ini adalah suasana yang identik dengan tawa, peluh, dan sorak sorai.

Amanat / Pesan

Amanat dari puisi ini meliputi beberapa hal penting bagi perkembangan anak:
  • Kebersamaan adalah sumber kebahagiaan. Dalam permainan, anak-anak belajar nilai persahabatan, kerja sama, dan saling menyemangati.
  • Kegembiraan tidak harus mahal. Tanah lapang dan bola sudah cukup untuk membuat anak-anak merasa bahagia.
  • Semangat dan ketangguhan perlu ditanamkan sejak dini. Meski panas atau hujan, anak-anak tidak menyerah untuk tetap bersenang-senang dalam permainan.
  • Aktivitas fisik penting bagi anak. Di tengah dunia digital yang makin mendominasi, puisi ini mengingatkan pentingnya ruang terbuka bagi tumbuh kembang anak secara sosial dan fisik.
Puisi “Sepak Bola” karya Defa Seftianengsih adalah cerminan sederhana dari dunia anak-anak yang penuh semangat, riang, dan bersahaja. Meski singkat, puisi ini mampu menyampaikan tema kuat tentang kebahagiaan, menghadirkan makna tersirat yang mendalam, serta memuat unsur imaji dan majas yang menghidupkan suasana. Dalam dunia yang kian kompleks, puisi ini mengajak pembaca untuk sejenak kembali ke tanah lapang masa kecil, di mana kebahagiaan bisa ditemukan dalam tendangan bola dan tawa bersama teman.

Defa Seftianengsih
Puisi: Sepak Bola
Karya: Defa Seftianengsih

Biodata Defa Seftianengsih:
  • Defa Seftianengsih lahir pada tanggal 5 September 2006 di Wonogiri.
© Sepenuhnya. All rights reserved.