Puisi: Somewhere (Diterjemahkan oleh Chairil Anwar)

Puisi "Somewhere," yang diterjemahkan oleh Chairil Anwar, menggambarkan tentang pertemanan, perasaan, dan ketidakpastian dalam hubungan. Puisi ini ...
Somewhere

Mungkin sekarang kita berkawan dan
besok boleh jadi semua terlupa:
baik kau padaku, persenan lebih dari semusti
bayu mengusap, selempap setawar sedingin.
Aku toh 'kan kembali seperti sebelum
mengenal kau, tapi jenak ini
'ku mau percaya teras kecil ini
adalah Dunia, malahan batas Dunia.

Tumpukkanlah segalanya atas
bahwa aku kawanmu dan kau kawanku — 
langit berwarna kelabu, bayangkanlah dia merah
seperti dulu lagi di Italia.
Kita bersatu tapi sama tahu dan sadar:
Suatu kata lebih ringan dari bulu merpati;
kataku "cinta", tapi 'ku kan lupa
pernah kau bilang: "Ah, cuma sekali mencinta?"

Jangan jadi pusing kerna nyaris-bercintaan ini,
semua 'kan lupa kalau apa yang terbedah,
sehabis perjuangan, sembuh atau terkatup lagi.
Aku toh menyebut "cinta". Tidak kayak dulu-dulu
juga bukan yang sekali! Ini bukan terpaan.
Jaman masih bergedoncak segila bisa,
udara pucat dan bersedih terhampar:
'ku mainkan kata yang dulu mengharu
dalam persahabatan padamu pengisi hampa.

Sumber: Chairil Anwar Pelopor Angkatan 45 (1956)

Analisis Puisi:

Puisi "Somewhere," yang diterjemahkan oleh Chairil Anwar, menggambarkan tentang pertemanan, perasaan, dan ketidakpastian dalam hubungan. Puisi ini mengandung elemen perubahan, keraguan, dan nostalgia, serta menggambarkan dinamika antara perasaan manusia dan keadaan alam.

Pertemanan yang Berubah: Puisi ini membahas tentang perubahan dalam hubungan pertemanan atau cinta. Penutur menyampaikan bahwa hubungan saat ini mungkin bersahabat, tetapi besok bisa saja semuanya terlupa. Hal ini mencerminkan ketidakpastian dan kerentanan hubungan manusia yang dapat berubah seiring waktu.

Kebebasan dalam Perasaan: Puisi ini juga menggambarkan kebebasan dalam merasakan dan mengungkapkan perasaan. Penutur merasa bebas menyatakan kata "cinta," dan meskipun kata ini memiliki bobot emosional yang besar, penutur tidak merasa terikat olehnya.

Nostalgia dan Kenangan: Terdapat rasa nostalgia dalam puisi ini ketika penutur menyebutkan kenangan masa lalu, seperti saat langit berwarna merah di Italia. Hal ini mengundang perasaan kenangan dan kerinduan terhadap waktu yang telah berlalu.

Keraguan dan Kekhawatiran: Puisi ini juga mengungkapkan keraguan terhadap perasaan yang pernah ada. Penutur mencoba meyakinkan diri sendiri bahwa perasaan ini tidak akan membuatnya terlalu khawatir atau terbebani, bahkan jika hubungan berjalan dalam kebingungan dan tidak pasti.

Dinamika Perubahan: Puisi ini mencerminkan dinamika perubahan dalam hubungan manusia dan perasaannya. Penutur mencoba menghadapi realitas bahwa hubungan dan perasaan berubah seiring waktu, dan hal ini harus diterima sebagai bagian dari perjalanan hidup.

Puisi "Somewhere" oleh Chairil Anwar membawa pembaca melalui perasaan dan pengalaman tentang hubungan, perubahan, dan ketidakpastian dalam hidup. Dengan gaya bahasa yang lugas dan perasaan yang mendalam, puisi ini menggambarkan dinamika emosi manusia dalam menghadapi pergolakan hubungan dan perasaan yang berubah seiring waktu.

Chairil Anwar
Puisi: Somewhere
Diterjemahkan oleh: Chairil Anwar
Karya asli: E. Du Perron
Judul: Somewhere

Biodata Chairil Anwar:
  • Chairil Anwar lahir di Medan, pada tanggal 26 Juli 1922.
  • Chairil Anwar meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 28 April 1949 (pada usia 26 tahun).
  • Chairil Anwar adalah salah satu Sastrawan Angkatan 45.
© Sepenuhnya. All rights reserved.