Puisi: Bukan Api dan Duka (Karya Joshua Igho)

Puisi "Bukan Api dan Duka" karya Joshua Igho bercerita tentang pemahaman cinta yang hakiki. Penulis ingin menunjukkan bahwa cinta bukan sekadar ...
Bukan Api dan Duka
(: Kwek Li Na)

Cinta yang membara
bukan dari api-api
Cinta yang beraroma
bukan dari dupa-dupa
Ia akan tetap meruangi hati
hingga persinggahan abadi menanti.

2010

Analisis Puisi:

Puisi berjudul "Bukan Api dan Duka" karya Joshua Igho merupakan salah satu puisi yang sederhana dalam bentuk, namun sarat makna dalam pesan yang disampaikannya. Meski hanya terdiri dari beberapa baris, puisi ini menggambarkan pemikiran mendalam mengenai esensi cinta, yang tidak bergantung pada simbol-simbol lahiriah, melainkan berakar pada kekuatan batin yang abadi.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta sejati yang abadi. Cinta digambarkan sebagai sesuatu yang tidak lahir dari hal-hal kasat mata seperti api maupun dupa, melainkan kekuatan yang melingkupi hati dan bertahan hingga akhir kehidupan.

Puisi ini bercerita tentang pemahaman cinta yang hakiki. Penulis ingin menunjukkan bahwa cinta bukan sekadar emosi sesaat atau sesuatu yang diwarnai oleh pernak-pernik duniawi, melainkan sebuah ikatan spiritual yang melintasi waktu, bahkan hingga kematian tiba.

Makna tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa cinta tidak bisa diukur atau dibatasi oleh simbol eksternal. Api dan dupa hanyalah perlambang yang fana, sementara cinta sejati bersifat kekal dan transenden. Cinta itu tetap hidup dalam ruang batin, menemani manusia hingga ke “persinggahan abadi”, yang bisa dimaknai sebagai kematian atau kehidupan setelah mati.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi ini terasa tenang, reflektif, dan penuh keheningan spiritual. Tidak ada gejolak emosional yang meledak-ledak, melainkan suasana merenung tentang makna cinta yang lebih dalam, jauh dari hiruk pikuk dunia.

Amanat / Pesan yang disampaikan

Pesan yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa cinta sejati tidak membutuhkan pembuktian lahiriah atau atribut-atribut duniawi. Cinta adalah kekuatan batin yang tulus dan akan bertahan hingga akhir hayat. Dengan demikian, manusia diingatkan untuk tidak menilai cinta hanya dari ekspresi luar, melainkan dari ketulusan yang ada di dalam hati.

Imaji

Imaji yang muncul dalam puisi ini cukup sederhana tetapi kuat:
  • Api-api → menggambarkan sesuatu yang panas, membakar, penuh gejolak.
  • Dupa-dupa → menghadirkan imaji aroma harum, sesuatu yang identik dengan ritual atau simbol spiritual.
  • Meruangi hati → imaji yang abstrak namun kuat, menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang memenuhi ruang batin.
  • Persinggahan abadi → imaji kematian atau akhir perjalanan hidup manusia.

Majas

Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora – “Cinta yang membara bukan dari api-api” menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang penuh semangat, namun bukan berasal dari api yang nyata.
  • Personifikasi – “Ia akan tetap meruangi hati” memberi sifat manusiawi pada cinta seolah-olah bisa memenuhi ruang hati.
  • Simbolik – Api dan dupa dijadikan simbol hal-hal eksternal, sementara cinta ditempatkan sebagai esensi yang lebih tinggi.
Puisi "Bukan Api dan Duka" karya Joshua Igho menghadirkan renungan mendalam tentang hakikat cinta sejati. Tema cinta yang abadi dikemas dengan bahasa sederhana, tetapi penuh makna. Puisi ini bercerita tentang cinta yang tidak bergantung pada simbol lahiriah, melainkan lahir dari ketulusan batin. Makna tersiratnya menekankan bahwa cinta sejati akan bertahan hingga akhir kehidupan. Suasana dalam puisi terasa tenang dan reflektif, didukung oleh imaji sederhana seperti api, dupa, dan persinggahan abadi. Dengan penggunaan majas metafora, personifikasi, dan simbolik, puisi ini berhasil menyampaikan pesan spiritual bahwa cinta adalah kekuatan yang hakiki dan tak lekang oleh waktu.

"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Bukan Api dan Duka
Karya: Joshua Igho
© Sepenuhnya. All rights reserved.