Dalam Cermin
ada duka dan kesenduan
yang tak terpisahkan
Dalam cermin
ada wajahku pada wajahmu
dan abadi
1975
Sumber: Kebun di Belakang Rumah (1995)
Analisis Puisi:
Puisi berjudul “Dalam Cermin” karya Maman S. Tawie merupakan karya singkat yang padat makna. Meski hanya terdiri dari dua bait, puisi ini sarat akan simbol dan refleksi batin yang mengajak pembaca merenungi arti diri, keterhubungan dengan orang lain, serta makna abadi dalam kehidupan.
Tema
Tema utama puisi “Dalam Cermin” adalah refleksi diri dan keterhubungan manusia dengan sesama. Cermin menjadi simbol yang memperlihatkan bukan hanya wajah lahiriah, tetapi juga perasaan, duka, kesenduan, dan bahkan keabadian yang melekat dalam diri manusia.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang melihat cermin dan menemukan dua hal:
- Duka dan kesenduan yang tak bisa dipisahkan dari kehidupan.
- Refleksi wajah dirinya yang juga melekat pada wajah orang lain, sehingga ada kesan bahwa identitas dan pengalaman manusia saling terhubung.
Dengan demikian, puisi ini tidak hanya menggambarkan diri yang sendu, tetapi juga menunjukkan kesadaran bahwa diri seseorang adalah bagian dari orang lain, seolah wajah itu menyatu dan abadi.
Makna Tersirat
Makna tersirat dari puisi ini adalah bahwa diri manusia tidak pernah benar-benar berdiri sendiri. Kesedihan dan kesendirian yang tampak dalam cermin bukan hanya milik pribadi, tetapi juga bagian dari pengalaman kolektif manusia. Dalam cermin, ada wajah yang mencerminkan keterhubungan batin dengan orang lain—bahwa kita adalah cerminan satu sama lain, dan keberadaan kita memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar individu.
Selain itu, makna abadi yang disebutkan mengarah pada gagasan bahwa hubungan kemanusiaan akan selalu bertahan, melampaui waktu.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini terasa melankolis, hening, dan reflektif. Kata-kata seperti duka, kesenduan, dan abadi menimbulkan kesan mendalam yang mengajak pembaca merenung tentang hakikat kehidupan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Pesan yang dapat diambil dari puisi ini adalah bahwa manusia perlu menyadari keterhubungan diri dengan orang lain. Dalam kesedihan maupun kebahagiaan, kita tidak pernah benar-benar sendiri. Cermin mengajarkan bahwa kita adalah bagian dari sesama, dan ada nilai kemanusiaan abadi yang harus dijaga.
Imaji
Puisi ini menggunakan imaji visual yang kuat, yaitu cermin. Imaji ini memunculkan gambaran wajah, pantulan, serta suasana yang penuh kesunyian. Cermin tidak hanya memantulkan rupa, tetapi juga perasaan batin yang sulit terucapkan.
Majas
Beberapa majas yang tampak dalam puisi ini antara lain:
- Majas simbolik: cermin digunakan sebagai simbol refleksi diri dan keterhubungan dengan orang lain.
- Majas repetisi: pengulangan frasa “Dalam cermin” memperkuat penekanan pada inti puisi.
- Majas personifikasi: kesan bahwa cermin tidak hanya memantulkan wajah, tetapi juga duka dan kesenduan.
Puisi “Dalam Cermin” karya Maman S. Tawie meski singkat, menghadirkan kedalaman makna tentang diri, kesedihan, dan keterhubungan antar manusia. Dengan tema refleksi batin, puisi ini mengajarkan bahwa kehidupan manusia adalah cermin yang saling memantulkan wajah dan perasaan, serta menyimpan pesan abadi tentang kebersamaan.
Karya: Maman S. Tawie
Biodata Maman S. Tawie:
- Maman S. Tawie adalah salah satu sastrawan asal Kalimantan Selatan.
- Maman S. Tawie lahir pada tanggal 25 September 1957 di dusun Sei Tirik, desa Lokpaikat, kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan.
- Karya-karyanya dimuat di berbagai media massa seperti Horison, Pelita, Banjarmasin Post, Dinamika Berita, Radar Banjarmasin, Angkatan Bersenjata, Merdeka, Kompas, Suara Karya, Zaman, Eksponen, dan Berita Buana.
- Maman S. Tawie meninggal dunia pada tanggal 7 April 2014 (pada usia 56 tahun).
