Puisi: Dari Cinta Orang Bermusuhan (Karya Remy Sylado)

Puisi "Dari Cinta Orang Bermusuhan" karya Remy Sylado bercerita tentang pergulatan manusia dengan cinta dan kebencian. Ada gambaran perjalanan ...
Dari Cinta Orang Bermusuhan

Awan segala warna membalut mata
ada sebuah jendela di atas langit
dibuka sepasang tangan yang terluka
melambai-lambai memanggil namaku
Simfoni panjang yang tak juga rampung
memadahkan komposisi angka-angka abadi
pada kegelisahan murid-murid mubtadi.

Aku terangkat lurus menuju bimasakti
terbang melampaui bintang-bintang
padahal aku tahu cuma satu bintang
yang pernah menuntun majus di timur
menemukan jalan paling sederhana
di antara cadas dan onak duri
Maunya satu biola di jemari maestro
dapat membujuk sukma pada penyerahan
melupakan dalil-dalil anak sekolahan.

Engkaulah sosok yang membawa cinta
dan orang-orang masih terus berbencian
mempersoalkan ketulenan dan kepandiran
Kalau bah datang tanpa perjanjian bianglala
biarlah airnya perkasa menghanyutkan
warisan kesombongan raja-raja tua.

Sumber: Kerygma & Martyria (2004)

Analisis Puisi:

Puisi "Dari Cinta Orang Bermusuhan" karya Remy Sylado menghadirkan panorama puitik yang kompleks dan penuh simbol. Melalui metafora langit, bintang, musik, hingga peringatan tentang warisan kesombongan penguasa, penyair menyingkap refleksi tentang cinta, perdamaian, dan konflik manusia yang terus berlangsung sepanjang sejarah.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta sebagai kekuatan penyatu dalam dunia yang penuh permusuhan dan perpecahan. Cinta dihadirkan sebagai jalan keluar dari kebencian, sekaligus sebagai kunci yang melampaui sekat-sekat sosial, politik, bahkan keagamaan.

Puisi ini bercerita tentang pergulatan manusia dengan cinta dan kebencian. Ada gambaran perjalanan spiritual—dari luka, kegelisahan, hingga pencarian kebenaran sejati yang sederhana. Penyair juga menyinggung bagaimana cinta sering tertutupi oleh perdebatan, kebencian, dan warisan kesombongan yang diwariskan oleh penguasa lama.

Makna tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah kritik terhadap kebiasaan manusia yang terus memperdebatkan hal-hal fundamental dengan kebencian, alih-alih membiarkan cinta menuntun mereka pada kebenaran. Cinta yang tulus seharusnya mampu menembus perbedaan, membongkar kesombongan, dan melahirkan perdamaian. Namun kenyataan menunjukkan bahwa orang-orang masih saling berbencian meski kebenaran sederhana sudah terbentang di depan mata.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi ini terasa penuh kegelisahan sekaligus reflektif. Ada nuansa keindahan kosmik saat penyair menggambarkan perjalanan ke bimasakti, tetapi juga ada kegetiran saat berbicara tentang orang-orang yang masih berseteru dan para penguasa yang mewariskan kesombongan.

Amanat / pesan yang disampaikan

Amanat yang terkandung dalam puisi ini adalah cinta merupakan jalan penyelamat dari kebencian, kesombongan, dan perpecahan. Penyair menekankan bahwa manusia harus meninggalkan warisan kesombongan para penguasa lama, berhenti memperdebatkan kepalsuan atau kepandiran, dan kembali kepada cinta yang tulus sebagai sumber perdamaian.

Imaji

Remy Sylado membangun banyak imaji kuat dalam puisi ini, antara lain:
  • “Awan segala warna membalut mata” menghadirkan imaji visual penuh warna yang menyiratkan keindahan sekaligus keterbatasan pandangan manusia.
  • “Ada sebuah jendela di atas langit dibuka sepasang tangan yang terluka” menciptakan imaji simbolis tentang penderitaan yang membuka jalan menuju harapan.
  • “Aku terangkat lurus menuju bimasakti” menampilkan imaji kosmik yang membawa pembaca pada pengalaman spiritual.
  • “Maunya satu biola di jemari maestro dapat membujuk sukma pada penyerahan” memberi imaji musikal yang penuh kelembutan dan kedamaian.

Majas

Beberapa majas yang hadir dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora: “jendela di atas langit” sebagai simbol keterhubungan dengan sesuatu yang lebih tinggi dan spiritual.
  • Personifikasi: “tangan yang terluka melambai-lambai memanggil namaku” memberi sifat manusiawi pada penderitaan.
  • Hiperbola: “terbang melampaui bintang-bintang” menggambarkan perjalanan batin yang melampaui batas nalar.
  • Simbolik: bintang majus di timur melambangkan petunjuk kebenaran yang sederhana tetapi sering diabaikan.
  • Ironi: perdebatan tentang “ketulenan dan kepandiran” menyinggung ironi manusia yang justru semakin jauh dari cinta karena sibuk mempermasalahkan perbedaan.
Puisi "Dari Cinta Orang Bermusuhan" karya Remy Sylado bukan sekadar karya sastra, tetapi juga refleksi sosial dan spiritual. Dengan tema cinta sebagai kekuatan penyatu, puisi ini berusaha mengingatkan manusia untuk tidak terus-menerus terjebak dalam permusuhan dan kesombongan. Imaji kosmik, simbol musikal, dan majas yang padat menjadikan puisi ini kaya makna dan membuka ruang tafsir luas. Pesannya jelas: hanya cinta yang dapat melampaui kebencian dan menyatukan manusia di tengah segala perbedaan.

Puisi Remy Sylado
Puisi: Dari Cinta Orang Bermusuhan
Karya: Remy Sylado
© Sepenuhnya. All rights reserved.