Bulan
Bulan sahabatku, mengapa engkau kelihatan
muram? Adakah keresahan dalam dadamu yang
datangnya tiba-tiba. Katakanlah, barangkali
saya dapat menolongmu.
Bulan sahabatku, mungkinkah engkau marah
karena pagi tadi di sekolah nilai ulanganku
mendapat angka lima. Kalau begitu maafkanlah, itu
memang kesalahanku.
Bulan sahabatku, lihatlah mataku berkaca-kaca!
Karena dari tadi engkau cemberut saja. Baiklah
saya berjanji akan belajar lebih giat lagi, karena
ingin melihat engkau tersenyum kembali.
Jakarta, 1976
Sumber: Bunga Anggrek untuk Mama (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1981)
Analisis Puisi:
Puisi "Bulan" karya Sherly Malinton menghadirkan suasana lembut, polos, dan penuh keakraban antara seorang anak dengan bulan. Dalam gaya tutur yang sederhana namun menyentuh, penyair berhasil menangkap dunia batin seorang anak yang jujur dan penuh imajinasi.
Tema
Tema utama puisi ini adalah persahabatan dan kepolosan seorang anak. Melalui sosok “bulan” yang dijadikan teman bicara, penyair menampilkan cara pandang kanak-kanak terhadap dunia—penuh empati, polos, dan sarat perasaan tulus.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang berbicara kepada bulan seolah-olah bulan adalah sahabatnya. Ia merasakan bahwa bulan sedang “muram” dan mencoba menenangkannya dengan kata-kata lembut. Sang anak bahkan merasa bersalah atas nilai ulangannya yang buruk dan berjanji untuk belajar lebih giat agar bulan “tersenyum kembali”. Cerita sederhana ini menggambarkan kepolosan dan ketulusan hati seorang anak kecil yang ingin menyenangkan teman khayalannya.
Makna Tersirat
Makna tersirat dari puisi ini adalah gambaran kemurnian perasaan dan kepekaan seorang anak terhadap alam di sekitarnya. Bulan dalam puisi ini bukan sekadar benda langit, melainkan simbol dari sahabat, penghibur, dan refleksi batin. Sang anak berbicara pada bulan karena ia merasa memiliki hubungan batin yang jujur dengan alam, sesuatu yang sering hilang pada orang dewasa. Selain itu, puisi ini juga menyinggung tentang rasa tanggung jawab dan keinginan memperbaiki diri — terlihat dari janji si anak untuk belajar lebih giat agar “bulan” bahagia.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini adalah lembut, polos, dan penuh kasih. Ada kehangatan yang terasa ketika sang anak berbicara dengan nada menenangkan kepada bulan. Walaupun ada sedikit kesedihan dan rasa bersalah, keseluruhan puisi memancarkan nuansa manis dan hangat khas dunia anak-anak.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah pentingnya menjaga ketulusan hati, rasa empati, dan semangat untuk memperbaiki diri. Penyair seakan mengingatkan pembaca agar tidak kehilangan sisi polos dan jujur dalam diri kita. Selain itu, puisi ini juga mengajarkan nilai tanggung jawab terhadap kesalahan dan tekad untuk menjadi lebih baik—pesan yang disampaikan melalui cara berpikir lugu sang anak.
Imaji
Puisi ini mengandung imaji visual dan emosional. Imaji visual tampak pada gambaran “bulan muram” dan “mataku berkaca-kaca”, yang menimbulkan bayangan nyata dalam benak pembaca. Imaji emosional hadir melalui ekspresi perasaan si anak: rasa bersalah, kasih, dan keinginan menebus kesalahan. Imaji ini memperkuat kedalaman suasana batin meskipun dengan bahasa sederhana.
Majas
Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
- Personifikasi, ketika bulan digambarkan “muram”, “marah”, atau “tersenyum kembali”, seolah-olah bulan memiliki perasaan manusia.
- Apostrof, karena penyair langsung menyapa bulan dengan ungkapan “Bulan sahabatku” seolah berbicara pada sosok yang hadir di depannya.
- Metafora, di mana bulan menjadi lambang keakraban, penghibur, dan tempat curhat bagi sang anak.
Puisi "Bulan" karya Sherly Malinton adalah potret keindahan dunia anak-anak yang sederhana namun penuh makna. Melalui dialog imajiner dengan bulan, penyair menghadirkan nuansa lembut dan hangat yang mencerminkan kepolosan, kasih sayang, dan tekad untuk memperbaiki diri. Puisi ini mengingatkan kita bahwa di balik hal-hal kecil—seperti berbicara pada bulan—tersimpan kebijaksanaan batin yang murni dan mengharukan.
Karya: Sherly Malinton
Biodata Sherly Malinton:
- Sylvia Sherly Maria Catharina Malinton lahir pada tanggal 24 Februari 1963 di Jakarta.