Puisi: Di Dalam Samudra Juang (Karya Khansa' Khoirunnisa)

Puisi “Di Dalam Samudra Juang” karya Khansa’ Khoirunnisa bercerita tentang perjalanan seorang tokoh yang berjuang keras menghadapi berbagai ...

Di Dalam Samudra Juang

Di dalam samudra juang, pancarona rintang menyapa
Ia dengan tanggap menghadang, penuh keyakinan membara
Berbagai warna penghias dunia bukan tali penuntun baginya
Namun, jiwa bersih sekilat purnama selalu menjadi jalan untuknya
Hingga senyum bangsa menutup cerita juangnya

Jalan yang berkelok tajam, badai samudra, teriknya baskara sahara ia arungi
Tak ada dusta, juga tipu daya
Kegagalan yang menjadi cakrawala baru untuk cita
Gairah yang tak pernah hirap 'tuk melangkah melangkah di ranjau bisa

Ia bukan sekadar pemungut laba
Penuh asa menghempas kemiskinan dengan karya
Menempa jejak kejayaan dengan tempo
Melukiskan putih di lembar gulita pembungkam bangsa
Melalui karya nyata, bukan sekadar cerita

Pucuk tertinggi ancala ditapakinya
Memandang sejuta warna gelap di bawahnya
Dari desa hingga kota ia beraksi menciptakan karya
Membangun tiang ekonomi rakyat, hingga akar terbawahnya 
Tanah Pertiwi maju, berkat karya pengusaha bangsa

Melangkah penuh keyakinan di tanah bangsa
Biarlah lalu kegentaran akan kegagalan di lembar lama
Integritas mulia yang menjadi pedoman bangsa
Sebab dari aksa ia yakin dengan jiwa
Hanya dengan dekapan itu ia kan menjadi lentera bagi bangsa


Catatan:
Puisi ini dikirim tanpa judul.

Analisis Puisi:

Puisi “Di Dalam Samudra Juang” karya Khansa’ Khoirunnisa merupakan karya yang menggambarkan semangat perjuangan, kerja keras, dan pengabdian terhadap bangsa. Melalui metafora lautan, badai, dan perjalanan panjang, penyair menonjolkan sosok manusia tangguh — sang pengusaha bangsa — yang berjuang bukan semata demi diri, melainkan demi kemajuan tanah air. Puisi ini bernafaskan nasionalisme modern, dengan nada optimis dan semangat pantang menyerah.

Tema

Puisi ini memiliki tema tentang semangat juang dan dedikasi untuk kemajuan bangsa. Tema tersebut disampaikan melalui simbol-simbol perjuangan di tengah “samudra”, yang melambangkan kerasnya perjuangan hidup dan berbagai rintangan yang harus dihadapi.

Selain itu, tema ini juga menyoroti etos kerja dan integritas para pengusaha atau pelaku pembangunan bangsa, yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat. Penyair menempatkan perjuangan ekonomi sebagai bentuk baru dari “juang” dalam era modern.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan seorang tokoh yang berjuang keras menghadapi berbagai tantangan demi membangun bangsa. Ia tidak gentar menghadapi badai kehidupan — simbol dari kesulitan dan kegagalan. Dengan “jiwa bersih sekilat purnama”, ia terus melangkah hingga akhirnya senyum bangsa menjadi penutup kisah perjuangannya.

Tokoh ini digambarkan bukan sebagai pencari keuntungan pribadi, tetapi sebagai sosok berintegritas yang mengabdikan karya dan tenaga untuk rakyat. Ia menempuh jalan panjang: dari desa hingga kota, dari kegagalan hingga keberhasilan, semuanya demi kejayaan Tanah Pertiwi.

Makna Tersirat

Makna tersirat dari puisi ini adalah bahwa perjuangan membangun bangsa tidak selalu dilakukan dengan senjata, tetapi juga dengan karya, kejujuran, dan semangat pantang menyerah.

Penyair seolah ingin menyampaikan bahwa dalam era modern, bentuk perjuangan telah berubah — dari perang fisik menjadi perjuangan ekonomi, sosial, dan moral. “Samudra juang” menggambarkan medan kehidupan yang luas dan menantang, di mana setiap individu harus berperan menjaga integritas dan menciptakan karya nyata bagi kemajuan bangsa.

Puisi ini juga menyiratkan nilai patriotisme yang berakar pada kerja keras dan dedikasi. Bangsa tidak akan maju hanya dengan cerita atau retorika, tetapi dengan tindakan nyata dan tanggung jawab moral dari setiap warganya.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini bersemangat, penuh keyakinan, dan membangkitkan inspirasi. Penyair menggambarkan perjuangan bukan sebagai penderitaan, tetapi sebagai perjalanan bermakna yang dilalui dengan optimisme dan kepercayaan diri.

Nada kepahlawanan terasa dalam setiap bait, terutama ketika penyair menulis:

“Gairah yang tak pernah hirap 'tuk melangkah di ranjau bisa.”

Suasana juga dipenuhi harapan dan kebanggaan terhadap bangsa, menggambarkan semangat kolektif yang membara.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Amanat utama puisi ini adalah ajakan untuk terus berjuang dan berkarya demi kemajuan bangsa, apa pun bidangnya. Setiap perjuangan, sekecil apa pun, memiliki makna besar bila dilakukan dengan niat tulus dan integritas.

Selain itu, penyair ingin menegaskan bahwa integritas dan kejujuran adalah pedoman bangsa. Dalam dunia modern yang penuh godaan material, hanya dengan nilai-nilai moral itulah seseorang dapat menjadi “lentera bagi bangsa”.

Imaji

Puisi ini kaya akan imaji visual dan gerak yang menggambarkan semangat dan perjuangan. Beberapa di antaranya:
  • “Di dalam samudra juang, pancarona rintang menyapa” — menghadirkan imaji tentang lautan luas yang penuh tantangan.
  • “Jalan yang berkelok tajam, badai samudra, teriknya baskara sahara” — menciptakan gambaran visual dan sensorik tentang kerasnya perjuangan hidup.
  • “Melukiskan putih di lembar gulita pembungkam bangsa” — imaji simbolik yang menggambarkan upaya membawa harapan di tengah kegelapan.
  • “Pucuk tertinggi ancala ditapakinya” — imaji gerak menuju puncak kesuksesan dan pencapaian.
Imaji-imaji ini menghidupkan semangat perjuangan dan menegaskan tekad tokoh dalam puisi.

Majas

Beberapa majas yang menonjol dalam puisi ini antara lain:
  • Metafora – “Samudra juang” melambangkan medan perjuangan kehidupan; “pancarona rintang” menggambarkan tantangan yang beraneka rupa.
  • Personifikasi – “pancarona rintang menyapa” memberi kesan bahwa rintangan hidup memiliki kesadaran.
  • Hiperbola – “Teriknya baskara sahara ia arungi” memperkuat kesan kegigihan tokoh dalam menghadapi kesulitan.
  • Simbolisme – “Putih di lembar gulita” menjadi simbol harapan dan perjuangan moral melawan kebobrokan bangsa.
  • Repetisi – Pengulangan kata “melangkah”, “bangsa”, dan “karya” menegaskan semangat juang dan konsistensi perjuangan tokoh.
Puisi “Di Dalam Samudra Juang” karya Khansa’ Khoirunnisa merupakan pujian terhadap semangat perjuangan generasi bangsa yang berjuang dengan karya dan integritas. Melalui metafora perjalanan di lautan dan berbagai rintangan, penyair menggambarkan tekad manusia yang bekerja keras demi kemajuan ekonomi dan kehormatan Tanah Air.

Dengan tema nasionalisme, suasana yang heroik dan optimistis, serta imaji perjuangan yang kuat, puisi ini menyampaikan pesan bahwa perjuangan tidak pernah berhenti — ia terus berlangsung di samudra kehidupan, di mana setiap langkah kecil menuju kemajuan adalah bentuk cinta sejati pada bangsa.

Puisi Sepenuhnya
Puisi: Di Dalam Samudra Juang
Karya: Khansa' Khoirunnisa

Biodata Khansa' Khoirunnisa:
  • Khansa' khoirunnisa saat ini bersekolah di SMA Darul Quran Mulia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.