2025

Puisi: Tentang Janji (Karya Pena Senja)

Tentang Janji Jangan menjanjikan apa pun, Tuan. Sebab meski aku diam sebenarnya hatiku sangat menantikan. Tapi semoga apa yang engkau rencanakan bisa…

Puisi: Drama Kehidupan (Karya Whisnu Adhi)

Drama Kehidupan Rindu ini seperti debu, menembus dan mencari jalan untuk menusuk kalbu. Rindu ini seperti candu, selalu mengharap kau kembali memeluk…

Puisi: Riwayat Sepi (Karya Melki Deni)

Riwayat Sepi Pada Mulanya Tuhan menciptakan Semua Sepi dari Sepi. Adam diciptakan karena Alam Semesta, dan binatang-binatang Sepi. Hawa dilukis dari …

Puisi: Tabir Waktu (Karya Pena Senja)

Tabir Waktu Ada yang bilang, “seseorang memilih pergi karna dua hal. Pertama karena matanya telah terbuka. Kedua karena hatinya terluka.” Lalu bagaim…

Puisi: Devan, Api Sekam Spiritual (Karya Yehezkiel)

Devan, Api Sekam Spiritual Sorot nanar memandang cakrawala, menyapu keindahan dan kekacauan. Meski berlinang mengenang silam yang telah hilang, terus…

Puisi: Di Dalam Samudra Juang (Karya Khansa' Khoirunnisa)

Di Dalam Samudra Juang Di dalam samudra juang, pancarona rintang menyapa Ia dengan tanggap menghadang, penuh keyakinan membara Berbagai warna penghia…

Puisi: Perjalanan Waktu (Karya Pena Senja)

Perjalanan Waktu Saat menyusuri jalan seorang diri, tidak sengaja mataku melihat seorang nenek yang memikul karung di pundaknya. Dari raut wajahnya s…

Puisi: Guru Honorer (Karya Bob Anwar)

Guru Honorer saya mengajarkan revolusi sementara pemberontakan terjadi dalam diri di kantong kerja surat lamaran menunggu di meja kerja, buku-buku me…

Puisi: Katanya (Karya Pena Senja)

Katanya Dalam kerapuhan tersimpan kekuatan, katanya. Dalam keheningan ada keikhlasan, katanya. Dalam sebuah akhir ada awal yang baru, katanya. Di set…

Puisi: Demi Senin (Karya Bob Anwar)

Demi Senin pagi datang seperti tamu tak diundang alarm merampas mimpi tak tuntas di ruang antara bangun dan belum bangun secangkir kopi menunggu dise…

Puisi: Melebur dalam Waktu (Karya Pena Senja)

Melebur dalam Waktu Seorang gadis menari dalam sepi Menikmati alunan yang hanya bisa didengar olehnya; sendiri. Musik yang indah ia padukan dalam set…

Puisi: Pucuk Kopi (Karya Loym R. Sitanggang)

Pucuk Kopi Kau berpetualang senja bersama desau daun pinus yang melambai. Kau artikan dua pada lambaian itu, selamat datang, semoga hidup. Kemudian m…

Puisi: Bersama Cinta (Karya Pena Senja)

Bersama Cinta Mari tertawa lalu menua bersama. Dengan upaya untuk meredam ego yang terkadang tak bisa terbendung, semoga cintanya tetap menggunung. S…

Puisi: Malam Itu (Karya Okto Son)

Malam Itu Malam itu aku berharap kamu ada di sana Namun aku tak menemukanmu di sana Malam itu aku berharap aku dapat memelukmu Namun kamu tak di sana…
© Sepenuhnya. All rights reserved.