2025

Puisi: Residu (Karya Paper)

Residu Kuukir sisa-sisa namamu di wujud igaku, Yang sesekali menggerus dada sekulerku, Mengais sisa nafasmu yang mungkin lupa kau taruh, Dan telungku…

Puisi: Tulisan Nama di Batu (Karya Darwanto)

Tulisan Nama di Batu Kalau kau datang kemari di sini bayang nama yang redam redup tolong, taburkan di atasku cahaya hidup rasanya gelap terkubur tert…

Puisi: Mas Ka (Karya Afny Dwi Sahira)

Mas Ka Engkau cukup bagi segala dahaga Bukan sekadar dambaan, engkau kebutuhan yang menegakkan langkah Penopang dalam setiap hembusan napas Telingamu…

Puisi: Skeptis (Karya Amanda Amalia Putri)

Skeptis Untuk bicara saja sudah takut, menggigil hebat bak diterpa angin segar Tepi bibir terkoyak digairahkan oleh kebuasan liar Menggigit jari adal…

Puisi: Wajah Kota Penuh Lumpur (Karya Pramesetya Aniendita)

Wajah Kota Penuh Lumpur Air meminum rumahku, hingga atap tenggelam ke tenggorokan langit, jam dinding berenang mundur, menertawakan waktu yang karam.…

Puisi: Kopi, Lamaran, Penolakan (Karya Bob Anwar)

Kopi, Lamaran, Penolakan sepagi ini saya bangun seperti kemarin dan kemarin dulu kopi, surat lamaran penolakan di dinding kamar ijazah tergantung men…

Puisi: Gagal Makan (Karya Amanda Amalia Putri)

Gagal Makan Setiap hari harus makan hati Lauk pauk yang harganya selangit Tidak sepadan dengan jumlah uang yang dikeluarkan dari saku celana Rasa yan…

Puisi: Penuh Ketakutan (Karya Pena Senja)

Penuh Ketakutan aku ini penuh ketakutan, maaf jika itu membuatmu risih. tapi jika boleh jujur aku sendiri tidak suka menyimpan ketakutan ini. sudah b…

Puisi: Samar-Samar Istimewa (Karya Amanda Amalia Putri)

Samar-Samar Istimewa Katanya perempuan sangat diistimewakan Namun di rumah kami hal seperti itu tidak pernah ada Perempuan dituntut menjadi makhluk y…

Puisi: Tentang Janji (Karya Pena Senja)

Tentang Janji Jangan menjanjikan apa pun, Tuan. Sebab meski aku diam sebenarnya hatiku sangat menantikan. Tapi semoga apa yang engkau rencanakan bisa…

Puisi: Drama Kehidupan (Karya Whisnu Adhi)

Drama Kehidupan Rindu ini seperti debu, menembus dan mencari jalan untuk menusuk kalbu. Rindu ini seperti candu, selalu mengharap kau kembali memeluk…

Puisi: Riwayat Sepi (Karya Melki Deni)

Riwayat Sepi Pada Mulanya Tuhan menciptakan Semua Sepi dari Sepi. Adam diciptakan karena Alam Semesta, dan binatang-binatang Sepi. Hawa dilukis dari …

Puisi: Tabir Waktu (Karya Pena Senja)

Tabir Waktu Ada yang bilang, “seseorang memilih pergi karna dua hal. Pertama karena matanya telah terbuka. Kedua karena hatinya terluka.” Lalu bagaim…

Puisi: Devan, Api Sekam Spiritual (Karya Yehezkiel)

Devan, Api Sekam Spiritual Sorot nanar memandang cakrawala, menyapu keindahan dan kekacauan. Meski berlinang mengenang silam yang telah hilang, terus…
© Sepenuhnya. All rights reserved.