Puisi: Aku Berduka atas Matinya Kita (Karya Ehfrem Vyzty) Aku Berduka atas Matinya Kita Sepenggal luka masih deras mengeluarkan darah-darah pada kepala Sejuta dendam masih setia menikam rindu atas kenangan…
Puisi: Pasti Iya (Karya Iainurroziq) Pasti Iya Hastamu ringan sama sekali Tanpa pernah ingkar pada uluran Menolak 'tidak', mendorong hati Yang datang meminta 'iya' atau m…
Puisi: Tepian Surga (Karya Iainurroziq) Tepian Surga Seorang berkisah tentang tuan dari semua hamba Sejenak sekali semua terjadi Rupawannya ternodai; Darah segar mengalun dari pelipis dan u…
Puisi: Salsilah (Karya Daffa Randai) Salsilah mengenang susah hati patah ingat zaman berpisah --Gesang November, 1945 di antara desah sungai dan debu meriam seorang perempuan dari kota y…
Puisi: Francesca (Karya Daffa Randai) Francesca — 27 menit sejak ludovico menyerahkan sesuatu dalam gulung kain beludru seperti diburu oleh kavaleri montefeltro petang itu segera kupacu k…
Puisi: Masih yang Dulu (Karya Basrul Hakki) Masih yang Dulu Di antara kenangan Di atas jalan lajunya waktu Aku masih yang dulu Yang cintanya tak diruntuhkan cobaan Wajahmu adalah mentari Sekali…
Puisi: Do’a untuk Terbaik untuk Kita (Karya Iainurroziq) Do’a untuk Terbaik untuk Kita buat yang bukan oknum Tuhan kasih sabar pada kita Kita kasih maaf buat mereka "Tapi mereka kasih ini itu buat kita…
Puisi: Cara Cinta Mengekalkan Luka-Luka (Karya Ehfrem Vyzty) Cara Cinta Mengekalkan Luka-Luka Berusaha meniadakan duri pada sebatang mawar adalah cara paling ampuh cinta mengadakan sejuta kenangan tanpa luka-lu…
Puisi: Segelas Kopi untuk Adik (Karya Yehezkiel) Segelas Kopi untuk Adik Di hadapan pekat sembilu, tertuang penuh segelas kopi mengepul keluh. Aduk sembilumu adikku sayang, tatkala semerbak dilema k…
Puisi: Malam di Tepi Danau (Karya Fitri Wahyuni) Malam di Tepi Danau Bintang-bintang menetes ke air danau yang hitam pekat. Malam menjadi doa, dan doa menjadi harapan, semoga Maninjau selalu tenang …
Puisi: Pintu-Pintu Kemiskinan (Karya Rizal De Loesie) Pintu-Pintu Kemiskinan Rintik kian deras, mencari celah di atap-atap, pada rongga yang menganga, menjelma rembes pembangkit kenangan Ini bukan sekada…
Puisi: Residu (Karya Paper) Residu Kuukir sisa-sisa namamu di wujud igaku, Yang sesekali menggerus dada sekulerku, Mengais sisa nafasmu yang mungkin lupa kau taruh, Dan telungku…
Puisi: Tulisan Nama di Batu (Karya Darwanto) Tulisan Nama di Batu Kalau kau datang kemari di sini bayang nama yang redam redup tolong, taburkan di atasku cahaya hidup rasanya gelap terkubur tert…