Doaku
Ulangan umum berlalu sudah
tanda berakhirnya keluh kesah
hasil jerih payah selama setahun
kini kunanti dengan tabah
Ya, Tuhan
aku bersujud di hadapan-Mu.
memohon berkat atas usahaku
agar kudapat naik ke kelas enam
April, 1978
Sumber: Bunga Anggrek untuk Mama (Jakarta: PN Balai Pustaka, 1981)
Analisis Puisi:
Puisi “Doaku” karya Sherly Malinton menggambarkan kesederhanaan batin seorang anak yang tulus, penuh harap, dan berserah diri kepada Tuhan setelah menjalani ujian sekolah. Dengan bahasa yang jernih dan polos, penyair menghadirkan suasana doa yang hangat dan menyentuh, sekaligus mencerminkan nilai keimanan, kejujuran, dan ketabahan dalam menghadapi hasil usaha.
Tema
Tema utama puisi ini adalah ketulusan doa dan keikhlasan dalam berserah diri kepada Tuhan. Sherly Malinton menyoroti momen sederhana dalam kehidupan seorang anak—menunggu hasil ulangan umum—namun mengangkatnya menjadi refleksi spiritual yang dalam. Tema ini menunjukkan bahwa segala usaha manusia seharusnya disertai dengan doa dan ketabahan hati dalam menerima hasilnya, apapun itu.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang baru selesai menjalani ulangan umum di sekolah dan kini menantikan hasilnya dengan penuh ketabahan serta doa kepada Tuhan. Dalam kegelisahan yang lembut, ia tidak mengeluh atau cemas berlebihan, melainkan memilih untuk bersujud dan memohon berkat atas usahanya. Anak tersebut berharap agar dapat naik ke kelas enam—sebuah cita-cita kecil namun sangat berarti dalam kehidupannya. Melalui kisah sederhana ini, Sherly Malinton menggambarkan kepolosan dan kedalaman spiritual anak-anak yang berdoa dengan sepenuh hati.
Makna Tersirat
Makna tersirat dari puisi ini adalah pesan tentang pentingnya berdoa dan berserah diri kepada Tuhan setelah berusaha sebaik mungkin. Penyair ingin menunjukkan bahwa keberhasilan bukan semata hasil dari kerja keras, tetapi juga karena restu dan kehendak Tuhan. Ada juga makna moral yang lembut di balik larik-lariknya: bahwa doa adalah bentuk pengakuan atas keterbatasan manusia dan tanda rasa syukur atas setiap proses yang telah dilalui. Selain itu, puisi ini menyingkap keindahan spiritual dalam diri anak-anak—bagaimana kepolosan dan ketulusan mereka mampu menjadi contoh bagi orang dewasa yang sering lupa untuk bersyukur.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini tenang, khusyuk, dan penuh harapan. Tidak ada kesedihan mendalam, melainkan ketenteraman batin yang muncul dari keyakinan. Larik “Ya, Tuhan / aku bersujud di hadapan-Mu” menggambarkan momen doa yang hening, sementara ungkapan “agar kudapat naik ke kelas enam” menambah nuansa haru karena kesederhanaannya. Suasana ini membawa pembaca untuk ikut merasakan kedekatan spiritual seorang anak dengan Tuhan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat yang disampaikan puisi ini adalah pentingnya memadukan usaha dengan doa serta menerima hasil dengan lapang dada. Penyair mengajarkan bahwa setelah bekerja keras, manusia perlu berserah diri kepada kehendak Tuhan, sebab hanya Dia yang menentukan hasil akhir. Selain itu, puisi ini juga menyiratkan pesan moral tentang ketabahan, kesabaran, dan rasa syukur—nilai-nilai luhur yang seharusnya ditanamkan sejak kecil. Dengan berdoa, seseorang tidak hanya memohon hasil, tetapi juga belajar untuk ikhlas dan percaya bahwa Tuhan selalu mendengar.
Imaji
Puisi ini mengandung imaji visual dan spiritual yang sederhana namun bermakna.
- Imaji visual muncul dalam gambaran “bersujud di hadapan-Mu”, yang menampilkan seseorang sedang berdoa dengan khusyuk.
- Imaji emosional/spiritual terasa dalam larik “kini kunanti dengan tabah”, menggambarkan perasaan sabar dan pasrah setelah menjalani ujian. Imaji-imaji ini memperkuat kesan tulus dan tenang yang menjadi ciri khas puisi ini.
Majas
Beberapa majas yang digunakan Sherly Malinton turut memperindah puisi tanpa menghilangkan kesederhanaannya:
- Personifikasi, tampak dalam larik “tanda berakhirnya keluh kesah”, seolah “keluh kesah” adalah makhluk hidup yang bisa berakhir dan pergi.
- Metafora, hadir pada ungkapan “aku bersujud di hadapan-Mu” yang melambangkan sikap berserah diri sepenuhnya kepada Tuhan.
Puisi “Doaku” karya Sherly Malinton adalah cermin kesederhanaan iman dan ketulusan hati seorang anak yang berdoa dengan penuh keyakinan. Dengan bahasa yang lembut dan jujur, penyair berhasil menghadirkan potret kecil kehidupan yang sarat nilai moral dan spiritual.
Lewat tema ketulusan berdoa, makna tersirat tentang keikhlasan, dan pesan moral tentang kesabaran dan rasa syukur, puisi ini tidak hanya menyentuh hati pembaca, tetapi juga mengingatkan bahwa kebahagiaan sejati seringkali hadir dari hal-hal kecil—seperti doa polos seorang anak yang memohon agar dapat naik kelas dengan hasil jerih payahnya sendiri.
Karya: Sherly Malinton
Biodata Sherly Malinton:
- Sylvia Sherly Maria Catharina Malinton lahir pada tanggal 24 Februari 1963 di Jakarta.