Puisi: Inang (Karya Slamet Sukirnanto)

Puisi "Inang" karya Slamet Sukirnanto merenungkan kehadiran dan peran seorang ibu dalam kehidupan seseorang.
Inang

Kuda-kuda mengibas lelah
Menuruni lembah
Menghalau kabut Sibolangit!
Lelaki tahu
Ke mana membawa luka dan darah
Inang! Bungkuslah resah
Dengan kantong plastik.

Gelarkan tikar karena Aku
Tenunan pandan leluhur karena Aku
Kukeringkan keringat dan barah
Inang! Kukayuh mimpimu!

Kuda-kuda menatah tapak
Jalan batu-batu .. ingin rebah
Sisakan semangkok tuak putih
Dan nyanyi hidup baru
Inang! Kugali puncakmu!

Brastagi, April 1979

Sumber: Horison (Oktober, 1984)

Analisis Puisi:

Puisi "Inang" karya Slamet Sukirnanto adalah karya sastra yang merenungkan kehadiran dan peran seorang ibu dalam kehidupan seseorang. Dalam puisi ini, pengarang menggunakan gambaran alam, kuda, dan aktivitas sehari-hari sebagai lambang-lambang untuk menggambarkan hubungan yang kuat antara seorang anak dan ibunya.

Ibu Sebagai Pemberi Hidup: Puisi ini menggambarkan ibu sebagai sosok yang memberi hidup dan kesegaran seperti alam yang menghidupkan. Kata-kata seperti "Kukayuh mimpimu!" menggambarkan bagaimana anak merasa terinspirasi dan diberdayakan oleh ibunya.

Kehadiran Alam: Pengarang menggambarkan alam dengan kuda-kuda yang melewati lembah dan kabut Sibolangit. Alam di sini berfungsi sebagai latar belakang yang kuat untuk menggambarkan perasaan anak terhadap ibunya. Kehadiran alam yang indah juga menciptakan kesan bahwa kehidupan itu indah dan berharga, seperti hubungan dengan ibu.

Simbolisme: Puisi ini mengandung simbolisme yang kuat. Kantong plastik yang digunakan untuk "membungkus resah" dapat diartikan sebagai perlindungan yang diberikan oleh ibu terhadap perasaan anaknya. Tenunan pandan leluhur mencerminkan nilai-nilai dan warisan yang diwariskan oleh ibu kepada anaknya.

Rasa Terima Kasih: Puisi ini mencurahkan rasa terima kasih seorang anak kepada ibunya. Karya ini menggambarkan penghargaan yang mendalam terhadap peran ibu dalam kehidupan anaknya dan bagaimana ibu tersebut menjadi sumber inspirasi.

Gambaran Aktivitas Sehari-hari: Dalam puisi ini, pengarang menggambarkan aktivitas sehari-hari, seperti merangkai tikar dan mengeringkan keringat, sebagai simbol cinta dan pengorbanan seorang ibu untuk anaknya. Ini menciptakan gambaran yang hangat dan intim tentang hubungan keluarga.

Puisi "Inang" adalah sebuah penghormatan kepada ibu dan hubungan antara ibu dan anak. Pengarang menggunakan gambaran alam dan aktivitas sehari-hari untuk menciptakan gambaran yang kuat tentang hubungan ini, serta menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan kepada ibu.

Puisi Slamet Sukirnanto
Puisi: Inang
Karya: Slamet Sukirnanto

Biodata Slamet Sukirnanto:
  • Slamet Sukirnanto lahir pada tanggal 3 Maret 1941 di Solo.
  • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
  • Slamet Sukirnanto adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.
© Sepenuhnya. All rights reserved.