Layang-Layang
layang-layang terbang di langit biru
ekornya berjuntai indah mendayu
layang-layang berwarna merah biru
ia kehidupan masa kanak-kanakku
susah sungguh menaikkannya ke langit
karena besarnya layang-layang itu
namun akhirnya terbang tinggi pula ia
seperti cita-citaku
layang-layang berlayar di langit biru
berlayar bersama keindahanmu
kutarik benang, kuayunkan sesukaku
semoga bertemu angin yang aku rindu
2018
Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)
Analisis Puisi:
Puisi “Layang-Layang” karya Handry TM bercerita tentang kegembiraan dan kenangan masa kecil saat bermain layang-layang di bawah langit biru.
Penyair menggambarkan momen sederhana namun penuh makna — saat sebuah layang-layang yang semula sulit dinaikkan akhirnya terbang tinggi. Pengalaman itu bukan hanya menggambarkan permainan anak-anak, tetapi juga melambangkan semangat, cita-cita, dan perjuangan dalam kehidupan.
Bait-baitnya mengajak pembaca kembali pada masa kecil yang polos dan bahagia: berlari di tanah lapang, menatap langit, serta menikmati kebebasan dan harapan. Layang-layang dalam puisi ini bukan sekadar mainan, melainkan simbol perjalanan hidup yang penuh usaha sebelum akhirnya mencapai ketinggian.
Tema
Tema utama puisi ini adalah semangat mencapai cita-cita dan kebahagiaan masa kanak-kanak.
Melalui citra layang-layang yang terbang tinggi, penyair menegaskan bahwa setiap keberhasilan selalu diawali dengan perjuangan.
Layang-layang yang awalnya sulit dinaikkan melambangkan rintangan dalam mewujudkan impian, sedangkan keberhasilannya terbang melambangkan pencapaian dan kepuasan setelah berusaha keras.
Selain itu, tema lain yang tersirat adalah kenangan manis masa kecil — masa yang sederhana namun penuh warna, masa ketika kebahagiaan bisa hadir dari hal-hal kecil seperti seutas benang dan selembar kertas berwarna.
Makna Tersirat
Makna tersirat dari puisi ini adalah bahwa hidup memerlukan perjuangan dan kesabaran untuk mencapai cita-cita.
Sama seperti saat bermain layang-layang — angin tidak selalu bersahabat, benang bisa kusut, dan layangan bisa jatuh — namun dengan tekad dan ketekunan, layang-layang akhirnya bisa terbang tinggi.
Itulah lambang keberhasilan setelah melalui kesulitan.
Selain itu, puisi ini juga menyimpan pesan tentang kebebasan jiwa anak-anak yang penuh imajinasi.
Langit biru tempat layang-layang berlayar menggambarkan ruang impian yang luas, sementara gerakan menarik benang melambangkan kendali manusia terhadap arah hidupnya.
Puisi ini mengajarkan agar seseorang tetap terhubung dengan “benang” kehidupannya sambil menatap impian yang tinggi di langit.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi “Layang-Layang” terasa ceria, hangat, dan penuh nostalgia.
Penyair menampilkan pemandangan langit biru, warna-warni layang-layang, serta semangat bermain yang menggambarkan kebahagiaan masa kecil.
Ada kesan riang dan bebas, tetapi juga haru dan reflektif, terutama ketika layang-layang dikaitkan dengan cita-cita.
Bait “susah sungguh menaikkannya ke langit / karena besarnya layang-layang itu” menimbulkan suasana penuh perjuangan, sedangkan “namun akhirnya terbang tinggi pula ia / seperti cita-citaku” memberikan nuansa harapan dan kegembiraan yang tulus.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Puisi ini mengandung pesan yang sangat indah dan inspiratif, di antaranya:
- Jangan mudah menyerah dalam mewujudkan cita-cita. Setiap kesulitan adalah bagian dari proses menuju keberhasilan.
- Hargailah masa kecil dan kesederhanaannya, karena dari sanalah tumbuh semangat, kreativitas, dan kebahagiaan sejati.
- Kebebasan dan impian harus disertai tanggung jawab. Layang-layang bisa terbang karena dipegang oleh benang yang kuat — begitu pula manusia yang bisa menggapai mimpinya karena masih berpijak pada nilai dan usaha.
Puisi ini dengan lembut mengajarkan nilai perjuangan, kesabaran, serta arti kebahagiaan sederhana dalam hidup.
Imaji
Puisi ini kaya dengan imaji visual dan gerak yang menggugah imajinasi pembaca:
- “layang-layang terbang di langit biru” → imaji visual, memperlihatkan pemandangan langit yang luas dan cerah.
- “ekornya berjuntai indah mendayu” → imaji gerak, menggambarkan keluwesan layangan yang menari di udara.
- “kutarik benang, kuayunkan sesukaku” → menghadirkan imaji kinestetik, memperlihatkan kegembiraan anak yang bebas bermain.
Imaji-imaji ini membuat puisi terasa hidup dan dinamis, menghidupkan kembali kenangan masa kecil yang hangat dan penuh warna.
Majas
Beberapa majas yang digunakan dalam puisi ini antara lain:
- Personifikasi: “layang-layang berlayar di langit biru” → Layang-layang digambarkan seperti makhluk hidup yang berlayar, padahal ia benda mati. Ini memberi kesan hidup dan berjiwa.
- Metafora:“seperti cita-citaku” → Layang-layang dijadikan simbol cita-cita yang tinggi. Ini memperkaya makna puisi karena menghubungkan permainan anak dengan nilai kehidupan yang lebih dalam.
- Repetisi: Pengulangan kata “layang-layang” pada beberapa bait berfungsi menciptakan ritme musikal sekaligus menegaskan tema utama puisi.
- Simile (Perbandingan Langsung): “seperti cita-citaku” adalah bentuk perbandingan yang menunjukkan kesamaan antara terbangnya layang-layang dan tingginya impian manusia.
Majas-majas tersebut menjadikan puisi terasa lembut, musikal, dan penuh daya khayal, sesuai dengan karakter karya sastra anak yang mengedepankan permainan bahasa.
Puisi “Layang-Layang” karya Handry TM bukan sekadar kisah tentang permainan tradisional anak-anak, tetapi juga refleksi tentang perjuangan hidup dan cita-cita.
Melalui simbol sederhana berupa layang-layang, penyair berhasil menyampaikan pesan universal: bahwa impian bisa tercapai jika seseorang mau berusaha dan sabar menghadapi kesulitan.
Dengan tema semangat hidup, makna tersirat tentang perjuangan dan kebahagiaan sederhana, serta imaji visual yang kuat dan penuh warna, puisi ini menjadi contoh bagaimana karya anak-anak mampu menghadirkan kedalaman makna dengan bahasa yang ringan dan indah.
“Layang-Layang” mengajak kita kembali pada masa ketika kebahagiaan bisa ditemukan di langit biru — masa yang mengajarkan bahwa setiap impian bisa terbang tinggi, asalkan kita tidak pernah melepaskan benangnya.
Karya: Handry TM
Biodata Handry TM:
- Handry TM lahir pada tanggal 23 September 1963 di Semarang, Jawa Tengah.
- Handry TM meninggal dunia pada tanggal 24 Februari 2023.
