Melukis Becak
pagi ini sungguh minggu yang sangat cerah
angin berembus basah, cahaya matahari menyengat
awan malu-malu bersembunyi di balik langit
kami serombongan anak saling menuju ke kota
membawa tas berisi bekal, antara lain makanan
dan seperangkat alat gambar
apa yang sebenarnya akan kami lakukan?
hari ini sebuah kegiatan akan kami kerjakan
melukis becak dengan corak batik Semarangan
aku bersama dua sahabat telah mempelajari pola
seperti apakah sebenarnya batik bertema kota
"batik Semarangan bisa menggunakan warna soga
namun hati-hati, ini warna pujaan, jangan sembarangan."
yang menjadi pertanyaan, bisakah batik digambar
pada dinding sebuah becak?
kami terbahak riang, kami menertawakan kesulitan
tapi kawanku yang lain seperti mendapat wangsit
tangan ditempel ke jidat, wajahnya tengadah ke atas
ia berpikir seperti seorang cendekiawan
"aku punya gagasan, bagaimana kalau membatik
di penutup roda dan sepatbor belakang becak?" tanyanya
"siapa bertugas menggambar penutup, siapa di sepatbor?"
kawanku tertawa sambil memegang pantat sendiri
"sepatbor memang bagian yang membuat kita geli," katanya
yang lain tertawa
becak telah disiapkan, dan kami belum memulai apa-apa
2018
Sumber: Surat dari Samudra (Balai Bahasa Jawa Tengah, 2018)
Analisis Puisi:
Puisi anak "Melukis Becak" karya Handry TM menghadirkan suasana ceria dan penuh kreativitas melalui pengalaman sekelompok anak-anak yang mencoba kegiatan melukis becak dengan motif batik Semarangan. Dengan bahasa yang sederhana dan detail yang riang, puisi ini mengajak pembaca anak-anak untuk mengenal seni sekaligus nilai kebersamaan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kreativitas dan kolaborasi anak-anak. Anak-anak digambarkan bekerja sama dalam kegiatan melukis becak, memadukan seni dan imajinasi mereka. Tema lain yang muncul adalah keceriaan dan pembelajaran melalui pengalaman langsung, menekankan pentingnya kegiatan yang memadukan hiburan dan edukasi.
Makna Tersirat
Di balik cerita sederhana tentang melukis becak, tersirat makna tentang nilai kerjasama, inovasi, dan keberanian mencoba hal baru. Anak-anak belajar mencari solusi kreatif, seperti membatik di penutup roda dan sepatbor, sambil menikmati prosesnya dengan tertawa dan bersenang-senang. Makna tersirat lain adalah pentingnya menghargai proses belajar, bukan hanya hasil akhir.
Puisi ini bercerita tentang sekelompok anak yang pergi ke kota membawa bekal dan alat gambar untuk kegiatan melukis becak. Mereka berdiskusi, merencanakan motif batik, dan mencoba membagi tugas dengan riang. Ada momen tawa, kreativitas, dan imajinasi, saat mereka memikirkan cara membatik di bagian-bagian becak yang berbeda. Puisi ini menangkap pengalaman belajar yang menyenangkan dan kolaboratif bagi anak-anak.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Pesan utama puisi ini adalah menghargai kreativitas, kerja sama, dan proses belajar. Anak-anak diajak untuk berani bereksperimen, berbagi ide, dan bersenang-senang dalam kegiatan kreatif. Puisi ini juga mengajarkan bahwa setiap kesulitan atau tantangan bisa dihadapi dengan kreativitas dan kerja sama teman-teman.
Imaji dan Majas
Puisi ini kaya imaji visual dan sensorik, seperti “angin berembus basah, cahaya matahari menyengat” dan “batik Semarangan bisa menggunakan warna soga,” yang membantu pembaca membayangkan suasana pagi yang cerah dan proses kreatif melukis becak. Majas personifikasi muncul dalam deskripsi awan yang “malu-malu bersembunyi di balik langit,” memberi nuansa puitis dan hidup.
Puisi "Melukis Becak" adalah puisi anak yang sederhana namun sarat dengan nilai edukatif dan hiburan. Dengan bahasa yang mudah dipahami, imaji yang jelas, dan suasana riang, Handry TM berhasil menyampaikan pesan tentang kreativitas, kerja sama, dan kesenangan belajar melalui kegiatan nyata bagi anak-anak.
Karya: Handry TM
Biodata Handry TM:
- Handry TM lahir pada tanggal 23 September 1963 di Semarang, Jawa Tengah.
- Handry TM meninggal dunia pada tanggal 24 Februari 2023.
