Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Merah Putih (Karya Moh Akbar Dimas Mozaki)

Puisi “Merah Putih” karya Moh Akbar Dimas Mozaki bercerita tentang makna yang terkandung dalam warna-warna bendera Indonesia, yaitu merah dan putih.

Merah Putih


Merah adalah keberanian yang menguatkan langkah.
Putih adalah ketulusan yang menyucikan tujuan.
Bersama menjadi bendera, berkibar dalam dada setiap insan Indonesia.

5 November 2025

Analisis Puisi:

Puisi “Merah Putih” karya Moh Akbar Dimas Mozaki adalah sebuah penghormatan terhadap simbol negara Indonesia, yaitu bendera merah putih. Namun, lebih dari itu, puisi ini menggali makna filosofis yang terkandung dalam warna merah dan putih, serta bagaimana keduanya menjadi representasi nilai-nilai yang mendalam dalam kehidupan setiap warga negara Indonesia. Dengan bahasa yang lugas dan simbolis, penyair mengajak kita merenung tentang keberanian, ketulusan, dan semangat persatuan yang dijunjung oleh bangsa Indonesia.

Tema

Tema utama puisi ini adalah simbolisme warna merah dan putih dalam bendera Indonesia yang menggambarkan keberanian dan ketulusan. Puisi ini juga berbicara tentang bagaimana nilai-nilai tersebut membentuk karakter bangsa dan menjadi semangat yang berkibar dalam setiap jiwa orang Indonesia. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema persatuan dan semangat nasionalisme, di mana kedua warna tersebut bersatu menjadi satu simbol kebanggaan bagi negara.

Puisi ini bercerita tentang makna yang terkandung dalam warna-warna bendera Indonesia, yaitu merah dan putih. “Merah” dipersepsikan sebagai keberanian yang memberi kekuatan dalam setiap langkah kehidupan, sementara “putih” melambangkan ketulusan yang menyucikan niat dan tujuan. Kedua elemen ini, ketika disatukan, membentuk sebuah bendera yang tidak hanya berkibar di langit, tetapi juga berkibar dalam dada setiap insan Indonesia. Dalam konteks ini, penyair menggambarkan bahwa setiap individu adalah pembawa semangat merah putih, yang hidup dan berkembang dalam jiwa mereka.

Makna Tersirat

Makna tersirat yang bisa ditangkap dari puisi ini adalah:
  1. Keberanian dan ketulusan adalah dua hal yang tak terpisahkan dalam perjalanan bangsa Indonesia. Tanpa keberanian, tujuan yang mulia tidak akan tercapai, dan tanpa ketulusan, perjuangan akan kehilangan arah dan makna.
  2. Bendera merah putih lebih dari sekadar kain yang berkibar di tiang, ia adalah simbol yang hidup dalam setiap individu, mengingatkan kita untuk berani dan tulus dalam menghadapi segala tantangan.
  3. Kebersamaan dalam mengangkat dan mengibarkan bendera merah putih mencerminkan persatuan dan semangat kolektif yang menjadikan bangsa Indonesia kuat dan bersatu dalam keragaman.
  4. Menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam bendera merah putih berarti melibatkan diri secara aktif dalam memperjuangkan tujuan bersama, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa penuh semangat dan kebanggaan. Melalui kalimat-kalimat singkat yang padat makna, puisi ini membawa pembaca dalam suasana yang membangkitkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Ada nuansa kekuatan dalam keberanian dan kedamaian dalam ketulusan, yang keduanya saling melengkapi, menciptakan keseimbangan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan

Amanat yang dapat diambil dari puisi ini adalah:
  • Keberanian dan ketulusan adalah dua nilai inti yang harus dihidupi dalam kehidupan sehari-hari.
  • Bendera merah putih bukan hanya simbol negara, tetapi juga simbol semangat yang hidup dalam diri setiap rakyat Indonesia.
  • Persatuan dan kesatuan adalah kekuatan utama bangsa Indonesia.
  • Sebagai warga negara Indonesia, kita harus menjaga semangat merah putih dalam diri kita, melanjutkan perjuangan untuk cita-cita kemerdekaan dan kebaikan bersama.

Imaji

Puisi ini memunculkan imaji yang sederhana namun penuh makna:
  • “Merah adalah keberanian yang menguatkan langkah”: imaji warna merah yang penuh energi, melambangkan semangat dan kekuatan untuk terus maju.
  • “Putih adalah ketulusan yang menyucikan tujuan”: imaji warna putih yang menenangkan dan murni, mencerminkan niat yang bersih dan tujuan yang luhur.
  • “Bersama menjadi bendera”: imaji bendera yang tak hanya berkibar di tiang, tetapi juga menjadi simbol kehidupan bersama, yang hidup dalam setiap jiwa.
  • “Berkibar dalam dada setiap insan Indonesia”: imaji bendera yang tak hanya terlihat di luar, tetapi juga bersemayam di dalam hati setiap individu, mengingatkan mereka akan jati diri dan semangat persatuan.

Majas

Puisi ini menggunakan beberapa majas yang memperkuat makna dan kedalaman pesan:

Metafora
  • “Merah adalah keberanian yang menguatkan langkah” → warna merah disimbolkan sebagai kekuatan dan dorongan semangat.
  • “Putih adalah ketulusan yang menyucikan tujuan” → warna putih digambarkan sebagai pembersih atau penyucian niat dan tujuan hidup.
Personifikasi
  • “Bersama menjadi bendera, berkibar dalam dada setiap insan Indonesia” → Bendera yang seharusnya merupakan benda mati diberi sifat hidup yang berkibar di dalam hati setiap orang.
Antitesis
  • Penggunaan dua elemen yang kontras, yaitu merah dan putih, untuk menunjukkan keberanian dan ketulusan, yang keduanya saling melengkapi dalam perjuangan.
Puisi “Merah Putih” karya Moh Akbar Dimas Mozaki adalah sebuah refleksi mendalam tentang nilai-nilai yang terkandung dalam simbol negara Indonesia. Dengan metafora yang kuat, puisi ini mengajak pembaca untuk tidak hanya melihat bendera merah putih sebagai sebuah kain, tetapi sebagai simbol semangat yang mengalir dalam diri setiap orang Indonesia. Keberanian dan ketulusan adalah kekuatan yang membentuk identitas bangsa dan persatuan kita sebagai satu kesatuan yang utuh.

Moh Akbar Dimas Mozaki
Puisi: Merah Putih
Karya: Moh Akbar Dimas Mozaki

Biodata Moh Akbar Dimas Mozaki:
  • Moh Akbar Dimas Mozaki, mahasiswa S1 Sastra Indonesia, Universitas Andalas.
© Sepenuhnya. All rights reserved.