Negeri Hutan Tropis
Daun-daun hijau bernyanyi bersama angin, menyimpan rahasia umur panjang bumi.
Burung-burung berkicau tanpa mengetahui bahwa mereka tinggal di surga dunia.
Indonesia adalah rumah yang harus dijaga, bukan sekadar diwarisi.
5 November 2025
Analisis Puisi:
Puisi “Negeri Hutan Tropis” karya Moh Akbar Dimas Mozaki menghadirkan gambaran indah tentang kekayaan alam Indonesia, sekaligus mengingatkan akan tanggung jawab untuk melestarikan dan menjaga alam tersebut. Dalam puisi ini, penyair menggunakan gambaran alam tropis Indonesia sebagai metafora untuk menggambarkan keberagaman, kekuatan, dan nilai penting alam yang menjadi rumah bagi kehidupan di bumi.
Tema
Tema utama puisi ini adalah keindahan alam Indonesia, terutama hutan tropis, yang merupakan sumber kehidupan dan sekaligus simbol kekuatan alam yang harus dijaga. Penyair menyoroti pentingnya menjaga alam Indonesia sebagai rumah yang harus dijaga, bukan hanya diwarisi.
Puisi ini bercerita tentang alam Indonesia, dengan fokus pada hutan tropis yang lebat, di mana daun-daun hijau dan burung-burung berinteraksi dengan alam secara alami. Penyair menggambarkan bahwa alam Indonesia, khususnya hutan tropis, penuh dengan rahasia umur panjang yang menjaga kehidupan di bumi. Bahkan, burung-burung yang hidup di dalamnya tidak menyadari bahwa mereka berada di "surga dunia" — sebuah tempat yang subur dan melimpah.
Penyair juga memberikan pesan tentang pentingnya menjaga alam ini sebagai rumah bersama, mengingat bahwa alam Indonesia bukan sekadar diwarisi, tetapi harus dilindungi dan dijaga untuk generasi yang akan datang.
Makna Tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah:
- Alam Indonesia adalah bagian integral dari kehidupan manusia, yang memberikan sumber daya alam yang sangat besar, tetapi juga penuh dengan tanggung jawab untuk menjaganya.
- Indonesia adalah rumah yang harus dijaga — ini bukan sekadar tempat tinggal yang diwariskan dari generasi ke generasi, tetapi juga tempat yang harus dilestarikan dan dilindungi.
- Keindahan alam tropis yang tampaknya sederhana, namun mengandung rahasia yang besar dan panjang umur bagi bumi.
- Ketidaktahuan burung-burung tentang surga dunia menggambarkan bahwa banyak kekayaan alam yang kita nikmati tanpa menyadari nilai dan pentingnya alam itu sendiri.
Puisi ini mengajak kita untuk lebih menyadari bahwa alam bukanlah sesuatu yang bisa dianggap enteng, tetapi merupakan sesuatu yang harus dihargai dan dilindungi.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini terkesan tenang, damai, dan penuh kedamaian, dipenuhi dengan gambaran tentang kehidupan yang harmonis antara alam dan makhluk hidup yang ada di dalamnya. Penggunaan kata-kata seperti "daun-daun hijau bernyanyi" dan "burung-burung berkicau" menciptakan suasana alam yang hidup dan menyenangkan, namun sekaligus menyentuh kedalaman makna yang lebih besar tentang keberlanjutan alam.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Amanat yang dapat dipetik dari puisi ini adalah:
- Kita harus menjaga alam sebagai bagian dari warisan yang lebih besar untuk generasi mendatang.
- Melestarikan hutan tropis dan keindahan alam Indonesia adalah tanggung jawab bersama, yang tidak hanya perlu diwarisi, tetapi juga dijaga dan dilindungi.
- Keindahan alam harus dihargai dan dilindungi dari ancaman kerusakan akibat eksploitasi atau kelalaian.
Puisi ini juga mengingatkan kita bahwa alam memiliki kekuatan untuk memberi kehidupan, namun kita harus mengelolanya dengan bijak.
Imaji
Puisi ini dipenuhi dengan imaji visual yang kuat dan penuh makna:
- “Daun-daun hijau bernyanyi bersama angin” → imaji alam yang hidup, dengan daun-daun yang bergerak dengan angin, menciptakan suasana yang damai dan alami.
- “Menyimpan rahasia umur panjang bumi” → imaji metaforis tentang bagaimana alam memiliki kebijaksanaan dan kekuatan yang menyimpan rahasia keberlanjutan hidup.
- “Burung-burung berkicau tanpa mengetahui bahwa mereka tinggal di surga dunia” → imaji yang menggambarkan kebebasan dan keindahan kehidupan alam, tanpa menyadari betapa berharganya tempat mereka berada.
Imaji-imaji ini memperkaya pesan puisi yang mengingatkan kita tentang pentingnya alam dan keberlanjutannya.
Majas
Beberapa majas yang ditemukan dalam puisi ini adalah:
Personifikasi
- “Daun-daun hijau bernyanyi bersama angin” → Daun-daun diibaratkan memiliki kemampuan untuk bernyanyi, memberikan kesan bahwa alam berbicara atau memiliki kehidupan tersendiri.
Metafora
- “Menyimpan rahasia umur panjang bumi” → Alam, khususnya hutan, diibaratkan sebagai tempat yang menyimpan rahasia keberlanjutan hidup di bumi.
- “Surga dunia” → Metafora yang menggambarkan betapa indah dan berharganya alam Indonesia, khususnya hutan tropis.
Kontradiksi
- “Burung-burung berkicau tanpa mengetahui bahwa mereka tinggal di surga dunia” → Ada kontras antara kenyataan bahwa burung hidup di tempat yang indah (surga dunia), namun mereka tidak menyadari nilai tempat tersebut.
Puisi “Negeri Hutan Tropis” karya Moh Akbar Dimas Mozaki menggugah pembaca untuk lebih menghargai dan menjaga alam Indonesia, terutama hutan tropis yang menjadi bagian dari identitas bangsa. Dengan menggunakan imaji dan majas yang kuat, puisi ini mengajak kita untuk merenungkan pentingnya menjaga kelestarian alam yang telah memberikan begitu banyak kehidupan dan keindahan. Hutan tropis Indonesia bukan hanya sebuah warisan, tetapi juga tanggung jawab yang harus dijaga oleh setiap generasi.
Karya: Moh Akbar Dimas Mozaki
Biodata Moh Akbar Dimas Mozaki:
- Moh Akbar Dimas Mozaki, mahasiswa S1 Sastra Indonesia, Universitas Andalas.