Pawon Gebyok, Warung Ndeso yang Mirip Rumah Nenek

Cari tempat makan yang bikin hati adem? Datanglah ke Pawon Gebyok, warung sederhana bernuansa rumah nenek dengan rasa dan suasana penuh nostalgia.
Pawon Gebyok, Warung Ndeso yang Mirip Rumah Nenek

Pawon Gebyok, warung sederhana yang berlokasi di Gurung, Dukuh, Banyudono, Boyolali. Warung yang membuat pengunjung merasa damai seperti di rumah nenek

Desa Tenang yang Bikin Rindu

Pawon Gebyok berlokasi di Gurung Dukuh, Banyudono, Boyolali, tepatnya di pojok desa, dikelilingi sawah hijau, dan cukup jauh dari jalan raya. Warung ini justru menarik orang kota datang berkali-kali. Ketenangan dan udara desa yang segar membuat pengunjung merasakan rindu kampung yang sulit ditemui di kota. 

Warung Ndeso yang Autentik

Bangunan gebyok tua dengan kursi rotan, meja kayu, dan perabot sederhana membuat pengunjung merasa seperti berada di rumah nenek. Di depan ada gentong besar berisi air untuk cuci tangan. Cangkir blirik dan teko bliring semakin membuat suasana seperti tempo dulu. Semua perabot terasa antik, hangat, dan jujur, mirip ruang tamu jaman dulu.

Menu Ndeso dan Minuman Hangat

Makanan di Pawon Gebyok sederhana dan apa adanya: lodeh, pecel, soto, jadah, singkong goreng, tape, dan sayur ndeso lainnya. Rasanya hangat, familiar, dan bikin kangen rumah nenek. Harga mulai dari Rp1.000 hingga Rp27.000, sangat ramah di kantong. Minuman tradisional seperti teh kampul, wedang jahe sereh, beras kencur, dan wedang tape menambah kenyamanan. Tidak ada topping rumit atau konsep “signature blend” semua disajikan seperti minuman rumah desa yang menenangkan tubuh. Pawon Gebyok buka pukul 07.00 dan tutup pukul 15.00, warung ini tutup setiap hari senin.

Orang Kota Mendadak Jadi Ndeso

Sebagian besar pengunjung justru berasal dari kota. Komunitas sepeda sering mampir untuk sarapan, sementara mobil-mobil mewah terlihat parkir di tepi jalan desa. Anehnya, warga setempat jarang makan di sini karena menu itu sudah menjadi makanan harian mereka. Bagi orang kota, menu sederhana ini justru menjadi pengalaman nostalgia yang berharga, membawa mereka kembali ke masa kecil tanpa harus pulang ke kampung.

Sawah Hijau, Terapi Alam Gratis

Di belakang warung, hamparan sawah luas membuat pengunjung betah duduk lama. Duduk sambil menatap hijau di depan mata, pengunjung bisa rileks tanpa melakukan apa-apa. Angin desa membawa aroma tanah basah, terasa lebih menenangkan daripada meditasi online atau playlist relaksasi premium. Banyak pengunjung memilih duduk lama di sini, sekadar menikmati ketenangan dan udara segar desa.

Tempat Pulang bagi yang Tak Sempat Pulang

Pawon Gebyok menjadi rumah sementara bagi mereka yang jarang pulang ke kampung. Dengan dapur ndeso, joglo tua, sawah luas, dan wedang hangat, pengunjung merasa pulang meski jauh dari rumah. Semua keajaiban itu bisa dinikmati hanya dengan duduk, menyeruput minuman hangat, dan membiarkan suasana desa menyegarkan pikiran tanpa gadget atau hiruk-pikuk kota.

Biodata Penulis:

Nabila saat ini aktif sebagai mahasiswa, Pendidikan Ekonomi, di UNS. Penulis bisa disapa di Instagram @laa.blla

© Sepenuhnya. All rights reserved.