Ruang Ramai Tak Terasakan Lagi
Ruang ramai tak terasakan lagi.
Kini ruang itu telah menjadi sunyi.
Diriku berada di dalamnya, mengingat semua perjalanan asmara kita yang begitu singkat dan harus terima kenyataan akan perpisahan namun tetap meneruskan tautan di dalam sekatan jarak.
Kita tak lagi bisa berdekatan seperti selama 3 Minggu yang telah kita lalui dengan rasa bahagia dan damai.
Dua hati harus saling kuat
Tuk melanjutkan perjalanan ini
dengan tetap menjaga kesetiaan cinta
Aku sangat merindukanmu
Aku sangat menginginkan suasana bersama
saat makan bersama di tempat ini
Tapi kamu harus pergi bukan untuk
meninggalkan aku tapi untuk
melanjutkan tujuan hidupmu
Kala itu aku sangat berharap
engkau bisa lolos dalam tes itu
Tapi kenyataannya tidaklah demikian
namun aku sangat bersyukur
bahwa aku telah buktikan kesetiaanku
saat engkau memperjuangkan impianmu
Aku juga ikut ambil bagian dalam
perjuanganmu
Kesetiaanku menunggumu kala itu
bukanlah effort untuk menyenangkan hatimu
melainkan benar-benar cinta yang tumbuh dari hati
aku sudah buktikan, dan engkau telah merasakannya
Waktu tiga minggu adalah
waktu yang cukup lama dalam
perjalanan cinta yang kita
satukan begitu cepat
Kebersamaan yang saling melengkapi
kebersamaan yang saling mengisi
dan canda tawa yang kita
hidupkan dalam perjalanan waktu ini
sangat meninggalkan kenangan indah
Aku berkeinginan kuat engkau tetap di sini
Tapi waktu tidak bisa kita putar
perjuangan kita masing-masing
masih ada yang harus diusahakan
untuk terwujud
Meski mulai kini kita jalani
tautan ini harus tersekat jarak
tapi aku percaya kita bisa
menjaga keutuhan cinta kita
Aku telah merasakan semua kesungguhan cintamu
Aku tidak meragukan cintamu
Telah kulihat semua caramu
dalam membuktikan cinta itu
Dan aku harus sadar bahwa
engkau benar-benar ada untuk aku
Pesanmu yang begitu sederhana
sangat menjaga ketat hatiku
untuk tidak berpaling dari cintamu
untuk tidak menyayat hatimu yang telah terbuka untukku
Tapi harus setia bukan dengan paksaan
melainkan dengan kesungguhan cinta pula
Terimakasih kehadiranmu
Aku siap menjaga pesanmu....
Selasa, 9 Desember 2025 | 21.45
Analisis Puisi:
Puisi “Ruang Ramai Tak Terasakan Lagi” merupakan ungkapan batin tentang cinta yang lahir cepat, tumbuh hangat, lalu harus berhadapan dengan kenyataan jarak dan perpisahan. Melalui pengakuan yang jujur dan naratif, penyair membawa pembaca menyelami ruang emosional yang semula penuh kebersamaan, tetapi perlahan berubah menjadi sunyi. Puisi ini tidak menghardik nasib, melainkan menerima keadaan dengan kesadaran dan kesetiaan.
Tema
Tema utama puisi ini adalah cinta yang diuji oleh jarak dan waktu, disertai kesetiaan, pengorbanan, dan keikhlasan. Selain itu, tema lain yang menguat adalah perpisahan sementara demi masa depan, serta keteguhan hati dalam menjaga cinta meski tak lagi berada dalam ruang yang sama.
Puisi ini bercerita tentang sepasang kekasih yang pernah merasakan kebahagiaan intens dalam waktu singkat—tiga minggu yang terasa penuh dan bermakna. Ruang yang dulu ramai oleh tawa, makan bersama, dan kebersamaan kini berubah menjadi sunyi karena perpisahan fisik.
Tokoh aku berada dalam ruang kenangan, mengingat perjalanan asmara yang singkat namun mendalam. Perpisahan bukan karena cinta yang pudar, melainkan karena tuntutan hidup dan perjuangan masing-masing. Tokoh aku menegaskan bahwa kesetiaannya bukan sekadar usaha untuk menyenangkan pasangan, tetapi lahir dari cinta yang tulus. Meski jarak kini membentang, keyakinan akan keutuhan cinta tetap dijaga.
Makna Tersirat
Beberapa makna tersirat yang terkandung dalam puisi ini antara lain:
- Keramaian tidak selalu ditentukan oleh jumlah orang, tetapi oleh kehadiran sosok yang dicintai.
- Perpisahan tidak selalu bermakna kehilangan, melainkan bisa menjadi bentuk lain dari perjuangan bersama.
- Cinta sejati tidak menuntut kepemilikan fisik, melainkan kesetiaan dan kepercayaan.
- Kesetiaan bukan paksaan, melainkan pilihan sadar yang lahir dari hati.
- Waktu yang singkat bisa meninggalkan kenangan yang panjang, jika dijalani dengan kesungguhan.
Suasana dalam Puisi
Suasana dalam puisi ini cenderung:
- sendu dan melankolis,
- reflektif,
- penuh kerinduan,
- namun juga tenang dan penuh penerimaan.
Kesedihan hadir bukan dalam bentuk amarah, melainkan dalam ketenangan yang matang, seolah tokoh aku telah berdamai dengan keadaan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan
Puisi ini menyampaikan beberapa amanat penting, di antaranya:
- Cinta yang tulus mampu bertahan meski dipisahkan oleh jarak.
- Kesetiaan sejati tidak lahir dari tuntutan, tetapi dari kesungguhan hati.
- Perjuangan hidup masing-masing tidak harus mematikan cinta, justru bisa menguatkannya.
- Kepercayaan adalah fondasi utama dalam hubungan jarak jauh.
- Menghargai kehadiran seseorang adalah bentuk cinta yang paling jujur.
Puisi “Ruang Ramai Tak Terasakan Lagi” adalah potret cinta yang dewasa—cinta yang tidak menuntut, tidak memaksa, dan tidak runtuh oleh jarak. Aprianus Gregorian Bahtera menghadirkan kisah sederhana tentang perpisahan sementara yang sarat makna, di mana kesetiaan dan kepercayaan menjadi jembatan utama.
Puisi ini mengajak pembaca memahami bahwa cinta bukan hanya soal hadir secara fisik, melainkan tentang menjaga janji, memelihara keyakinan, dan setia pada perasaan yang tumbuh dari hati.