Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Sepi di Hati (Karya Roman Adiwijaya)

Puisi “Sepi di Hati” bercerita tentang dua insan yang pernah saling berjanji untuk menjaga perasaan satu sama lain. Namun, janji tersebut ...

Sepi di Hati


Kita pernah berjanji untuk menjaga hati
Namun kini kaupatahkan hati
Kini hanya ada luka di hati
Dan kerinduan padamu yang tiada henti

Analisis Puisi:

Puisi “Sepi di Hati” merupakan puisi liris yang sederhana namun sarat emosi. Dengan pilihan kata yang langsung dan repetitif, penyair mengekspresikan pengalaman batin seseorang yang dikhianati oleh janji, sehingga meninggalkan luka dan kesepian mendalam di dalam hati.

Tema

Tema utama puisi ini adalah patah hati dan kesepian akibat pengingkaran janji dalam hubungan. Puisi menyoroti perasaan kehilangan yang muncul ketika kepercayaan yang pernah dibangun bersama justru dilanggar.

Puisi ini bercerita tentang dua insan yang pernah saling berjanji untuk menjaga perasaan satu sama lain. Namun, janji tersebut dilanggar, meninggalkan penyair dalam kondisi terluka dan diliputi kerinduan yang tak berkesudahan terhadap sosok yang telah menyakiti hatinya.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa luka batin akibat pengkhianatan sering kali lebih menyakitkan daripada perpisahan itu sendiri. Kesepian yang dirasakan bukan hanya karena kehilangan sosok yang dicintai, tetapi juga karena runtuhnya kepercayaan dan harapan yang pernah dipegang teguh.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa sendu, pilu, dan melankolis. Nada lirih dan pengulangan kata “hati” mempertegas kesan kesepian serta rasa sakit yang terus berputar dalam batin penyair.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah pentingnya menjaga komitmen dan kejujuran dalam sebuah hubungan. Janji yang diucapkan memiliki konsekuensi emosional, dan pengingkarannya dapat meninggalkan luka mendalam pada pihak lain.

Puisi “Sepi di Hati” adalah puisi singkat yang mengekspresikan kepedihan akibat pengkhianatan dengan bahasa lugas dan emosional. Kesederhanaannya justru menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan rasa sepi, luka, dan kerinduan yang tertinggal di hati.

Roman Adiwijaya
Puisi: Sepi di Hati
Karya: Roman Adiwijaya

Biodata Roman Adiwijaya:
  • Roman Adiwijaya saat ini aktif sebagai mahasiswa di Universitas Terbuka, Prodi Ilmu Hukum.
© Sepenuhnya. All rights reserved.