Sepi di Hati
Kita pernah berjanji untuk menjaga hati
Namun kini kaupatahkan hati
Kini hanya ada luka di hati
Dan kerinduan padamu yang tiada henti
Analisis Puisi:
Puisi “Sepi di Hati” merupakan puisi liris yang sederhana namun sarat emosi. Dengan pilihan kata yang langsung dan repetitif, penyair mengekspresikan pengalaman batin seseorang yang dikhianati oleh janji, sehingga meninggalkan luka dan kesepian mendalam di dalam hati.
Tema
Tema utama puisi ini adalah patah hati dan kesepian akibat pengingkaran janji dalam hubungan. Puisi menyoroti perasaan kehilangan yang muncul ketika kepercayaan yang pernah dibangun bersama justru dilanggar.
Puisi ini bercerita tentang dua insan yang pernah saling berjanji untuk menjaga perasaan satu sama lain. Namun, janji tersebut dilanggar, meninggalkan penyair dalam kondisi terluka dan diliputi kerinduan yang tak berkesudahan terhadap sosok yang telah menyakiti hatinya.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa luka batin akibat pengkhianatan sering kali lebih menyakitkan daripada perpisahan itu sendiri. Kesepian yang dirasakan bukan hanya karena kehilangan sosok yang dicintai, tetapi juga karena runtuhnya kepercayaan dan harapan yang pernah dipegang teguh.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa sendu, pilu, dan melankolis. Nada lirih dan pengulangan kata “hati” mempertegas kesan kesepian serta rasa sakit yang terus berputar dalam batin penyair.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah pentingnya menjaga komitmen dan kejujuran dalam sebuah hubungan. Janji yang diucapkan memiliki konsekuensi emosional, dan pengingkarannya dapat meninggalkan luka mendalam pada pihak lain.
Puisi “Sepi di Hati” adalah puisi singkat yang mengekspresikan kepedihan akibat pengkhianatan dengan bahasa lugas dan emosional. Kesederhanaannya justru menjadi kekuatan utama dalam menyampaikan rasa sepi, luka, dan kerinduan yang tertinggal di hati.