Puisi: Senyum adalah Sedekah (Karya Roman Adiwijaya) Senyum adalah Sedekah Jika senyum adalah sedekah Maka akulah orang termiskin Yang menginginkan sedekah darimu Yaitu senyumanmu yang manis Lebih manis…
Puisi: Belum Ada Ujar yang Menyapa (Karya Roman Adiwijaya) Belum Ada Ujar yang Menyapa Belum ada ujar yang menyapa Malah romansa yang menggelayut resah Aku berkelana dalam angan Andai jarak hanya sekadar kata…
Puisi: Sepi di Hati (Karya Roman Adiwijaya) Sepi di Hati Kita pernah berjanji untuk menjaga hati Namun kini kaupatahkan hati Kini hanya ada luka di hati Dan kerinduan padamu yang tiada henti An…
Puisi: Rindu (Karya Roman Adiwijaya) Rindu Aku masih memburu rindu yang belum bertemu Menunggu dari kapal biru tanpa ada yang tahu Aku ingin bilang aku rindu Meski kutahu itu dungu Satu …
Puisi: Ini tentang Ia (Karya Roman Adiwijaya) Ini tentang Ia Ini tentang ia Yang sabar menanti kedatanganku Yang terus sabar dengan tingkah lakuku Yang ingin terus kubahagiakan Ini tentang ia Wan…
Puisi: Wakil Rakyat Fraksi (Karya Roman Adiwijaya) Wakil Rakyat Fraksi Kalian duduk di ruang ber-AC Membicarakan bukan soal kami Tapi kepentingan pribadi Kalian duduk di kursi kayu jati Sampai tertid…
Puisi: Sempurna (Karya Roman Adiwijaya) Sempurna Aku bangga memilikinya Namun kuragu dapatkah aku membahagiakannya Karena dariku jauh dari kata sempurna Dan dirinya bagaikan bintang yang in…
Puisi: Aku Beruntung Bisa Mengenalmu (Karya Roman Adiwijaya) Aku Beruntung Bisa Mengenalmu Aku beruntung bisa mengenalmu Setelah semua masa lalu yang begitu pilu Terima kasih telah hadir di saat yang tak terdug…
Puisi: Sesakit Itu (Karya Roman Adiwijaya) Sesakit Itu Ingin kutangisi penolakan itu Meski kusadar kalau udahlah malaikat Sedang aku hanya seorang tak berada Jika memang tak bisa Lebih baik ak…
Puisi: Kebaikan Hatiku (Karya Roman Adiwijaya) Kebaikan Hatiku Bukan pencitraan aku baik padamu dan keluargamu Namun 'ku memang tulus mencintamu Ingin 'ku mundur, namun berat hati ini mela…
Puisi: Baru Kali Ini (Karya Roman Adiwijaya) Baru Kali Ini Baru kali ini aku mengalami Diriku takut, gentar, takut bersuara Bukan takut dipenjara Tapi takut kehilangan keluarga Kritik objektifku…
Puisi: Suara Pasukan Topi Jerami (Karya Roman Adiwijaya) Suara Pasukan Topi Jerami Massa berjalan ke atap hijau Ke sarang para tikus-tikus busuk Dan menyerukan BUBARKAN PARA PENGEMIS SUARA ITU Yang hanya bi…
Puisi: Rindu Untuknya, yang di Yogyakarta (Karya Roman Adiwijaya) Rindu Untuknya, yang di Yogyakarta Ingin kuucap kata itu Namun kusadar, tak ada lagi aku di hatimu Belum bisa kuhilangkan senyuman itu Dari hati yang…
Puisi: Revolusi Topi Jerami (Karya Roman Adiwijaya) Revolusi Topi Jerami Rakyatmu telah putus asa Tiada yang bisa jadi pelipur lara Kami tengah berduka Atas meninggalnya keadilan di Indonesia Revolusi …
Puisi: Bung Hatta (Karya Roman Adiwijaya) Bung Hatta Kau ialah seorang cendekia Yang membangun Indonesia Dengan keringat dan air mata Dengan bung Karno sebagai sahabat Kini negerimu dilanda k…