Analisis Puisi:
Puisi "Alamat Ibu Pertiwi" karya Joshua Igho disusun dalam empat bagian pendek yang membentuk dialog antara anak dan ayah. Melalui percakapan sederhana ini, penyair menghadirkan kritik sosial-politik yang tajam mengenai kondisi bangsa, khususnya terkait korupsi dan pengkhianatan terhadap tanah air. Figur “Ibu Pertiwi” dimanfaatkan sebagai simbol yang sarat makna emosional dan historis.
Tema
Tema utama puisi ini adalah penderitaan tanah air akibat korupsi dan pengkhianatan elite. Selain itu, puisi ini juga mengangkat tema kepolosan harapan generasi muda yang berhadapan dengan kenyataan pahit kondisi bangsa.
Puisi ini bercerita tentang seorang anak yang bertanya kepada ayahnya mengenai “alamat ibu pertiwi” karena ingin menyembah dan merawatnya. Namun, sang ayah menjawab dengan getir bahwa ibu pertiwi sedang “hamil tua” dan “diperkosa oleh para koruptor”. Dialog ini berlanjut hingga anak tetap ingin mencarinya, sementara ayah menyadari bahwa upaya tersebut akan selalu dihadang oleh kekuasaan yang korup.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menunjukkan bahwa ibu pertiwi bukan sosok yang hilang secara fisik, melainkan telah dirusak martabat dan kedaulatannya. Kehamilan dan perkosaan menjadi metafora bagi eksploitasi sumber daya dan masa depan bangsa oleh para koruptor. Ketidakmampuan menemukan “alamat” ibu pertiwi menandakan sulitnya mencari keadilan dan kebenaran di tengah sistem yang rusak.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi bergerak dari polos dan penuh harap pada bagian awal, lalu berubah menjadi muram, getir, dan tragis pada bagian-bagian selanjutnya. Percakapan yang tampak sederhana justru menyimpan kesedihan mendalam.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Puisi ini menyampaikan amanat agar pembaca menyadari betapa parahnya dampak korupsi terhadap bangsa. Selain itu, puisi ini juga mengingatkan bahwa idealisme dan kepedulian generasi muda kerap dibenturkan dengan kenyataan pahit kekuasaan yang menindas, namun kesadaran itu sendiri adalah langkah awal perlawanan.
Puisi "Alamat Ibu Pertiwi" adalah puisi kritik sosial yang lugas namun menyentuh. Dengan memanfaatkan dialog ayah dan anak, Joshua Igho berhasil menampilkan kontras antara harapan dan kenyataan, sekaligus menyuarakan jeritan tanah air yang terus terluka di tengah korupsi yang seakan tak beralamat dan tak berujung.
Karya: Joshua Igho
