Sumber: Qasidah Langit Qasidah Bumi (2023)
Analisis Puisi:
Puisi "ASMAMU" karya Tjahjono Widarmanto adalah sebuah karya sastra yang penuh dengan makna dan simbolisme yang mendalam. Dalam puisi ini, penulis menggambarkan perjalanan spiritual dan pencarian akan kehadiran Tuhan melalui alam semesta dan keindahannya.
Simbolisme Alam Semesta: Dalam puisi ini, alam semesta dijadikan sebagai simbol dari keagungan dan kehadiran Tuhan. Bintang-bintang yang bergantung, cahaya purnama, dan ombak yang bergelegak menjadi metafora dari kebesaran Tuhan dan keajaiban ciptaan-Nya. Alam semesta dipandang sebagai wahana yang memperlihatkan keindahan dan kebesaran Tuhan yang tak terhingga.
Pencarian Spiritual: Puisi ini juga mencerminkan pencarian spiritual manusia dalam mencapai Tuhan. Musafir yang digambarkan dalam puisi mencari kehadiran Tuhan melalui alam semesta yang luas dan indah. Dengan membentangkan layar di atas rakit selepas senja, musafir tersebut melambangkan perjalanan spiritual yang penuh dengan ketenangan dan kepasrahan.
Makna 99 Asma Allah: Dalam Islam, "99 Asma Allah" merujuk kepada 99 nama atau sifat Allah yang mulia. Penyebutan "99 asmaMu" dalam puisi ini melambangkan upaya manusia dalam meraih pemahaman dan kecintaan kepada Tuhan melalui penelusuran akan sifat-sifat-Nya. Pencarian akan keberadaan Allah dan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan menjadi fokus utama dari perjalanan spiritual yang diungkapkan dalam puisi ini.
Rasa Kepesrahan dan Pengabdian: Dalam ungkapan "memburu cintaMu di luas tak bermuara," terdapat rasa keinginan yang mendalam untuk mencapai kasih sayang dan kehadiran Allah yang abadi. Musafir yang hina di sini mencerminkan kesadaran akan kelemahan manusia di hadapan keagungan Tuhan. Namun, dengan penuh pengabdian dan kesungguhan, musafir tersebut merasa terpanggil untuk menyelami dan meraih kehadiran Tuhan dalam setiap detik kehidupannya.
Puisi "ASMAMU" karya Tjahjono Widarmanto adalah sebuah karya sastra yang penuh dengan makna dan keindahan. Melalui penggunaan simbolisme alam semesta, pencarian spiritual, dan penghayatan terhadap 99 Asma Allah, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungkan akan kebesaran Tuhan dan perjalanan spiritual dalam mencapai-Nya. Dengan nada pengabdian dan kesungguhan, puisi ini menggambarkan keindahan dalam meraih kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.
