Puisi: Dalam Dzikir Rinduku (Karya Joshua Igho)

Puisi "Dalam Dzikir Rinduku" karya Joshua Igho bercerita tentang seseorang yang melantunkan dzikir sebagai wujud rindu yang mendalam. Nama yang ...
Dalam Dzikir Rinduku

Dalam dzikir rinduku
tak henti kuseru namamu
hingga butir-butir tasbih
berjatuhan, menghamburkan
doa-doa ke alamatmu
dan air mata bercucuran
menggenangi ruang sepiku

Dalam dzikir rinduku
kubiarkan peluh
membasahi sekujur tubuh
sebab sepenuh rengkuh
hanya milikmu, ya sang teduh

Dalam dzikir rinduku
kusentuh wajahmu
kugenggam tanganmu
kudamba kasihmu

Dalam dzikir rinduku...

2018

Analisis Puisi:

Puisi "Dalam Dzikir Rinduku" karya Joshua Igho menghadirkan pertautan yang lembut antara spiritualitas dan kerinduan batin. Melalui diksi religius yang sederhana namun sarat emosi, puisi ini menggambarkan dzikir bukan sekadar ritual ibadah, melainkan ruang intim tempat rindu dilafalkan, air mata ditumpahkan, dan cinta menemukan bentuk paling sunyi. Puisi ini bergerak dalam pengulangan yang khusyuk, seolah mengikuti irama tasbih yang terus berputar.

Tema

Tema utama puisi ini adalah kerinduan spiritual yang diekspresikan melalui dzikir dan doa. Puisi ini juga mengandung tema cinta yang transenden, penyerahan diri, serta pencarian keteduhan batin melalui hubungan yang sakral antara penyair dan sosok yang dirindukan.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang melantunkan dzikir sebagai wujud rindu yang mendalam. Nama yang diseru berulang-ulang menjadi pusat doa, hingga butir-butir tasbih berjatuhan, air mata mengalir, dan ruang sepi dipenuhi isak batin.

Dalam dzikir itu, penyair tidak hanya berdoa, tetapi juga menyerahkan tubuh dan jiwanya: peluh membasahi tubuh, rengkuh disematkan sepenuh hati, dan sosok yang dirindu dipanggil sebagai “sang teduh”. Rindu kemudian menjelma lebih intim melalui sentuhan imajiner—menyentuh wajah, menggenggam tangan, dan mendambakan kasih.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah bahwa dzikir dapat menjadi medium paling personal untuk menyalurkan rindu terdalam manusia. Rindu dalam puisi ini tidak sepenuhnya bersifat duniawi; ia bergerak ke arah spiritual, menyiratkan relasi hamba dengan Tuhan, atau cinta yang telah dimuliakan dan disucikan.

Puisi ini juga menyiratkan bahwa kesepian bukanlah kehampaan, melainkan ruang perjumpaan batin. Air mata, peluh, dan doa menjadi tanda kejujuran rasa, sekaligus bentuk penyerahan total kepada Yang Dirindu.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini terasa khusyuk, lirih, dan penuh kelembutan batin. Nuansa sepi dan sunyi menyelimuti puisi, tetapi bukan sepi yang kosong, melainkan sepi yang penuh doa, air mata, dan kehadiran spiritual yang menenangkan.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah ajakan untuk merawat kerinduan dan kegelisahan batin melalui jalan spiritual yang tulus. Puisi ini menyampaikan bahwa doa dan dzikir bukan hanya kewajiban ritual, tetapi juga ruang keintiman tempat manusia dapat jujur pada perasaannya.

Selain itu, puisi ini mengingatkan bahwa penyerahan diri yang sepenuh hati akan melahirkan keteduhan, meskipun rindu belum sepenuhnya terjawab.

Puisi "Dalam Dzikir Rinduku" karya Joshua Igho adalah sajak religius-liris yang memadukan cinta, rindu, dan ibadah dalam satu tarikan napas. Dengan bahasa yang sederhana namun penuh rasa, puisi ini menunjukkan bahwa dzikir dapat menjadi bahasa paling jujur bagi kerinduan manusia—bahasa yang lahir dari sepi, air mata, dan penyerahan diri yang tulus.

"Puisi Joshua Igho"
Puisi: Dalam Dzikir Rinduku
Karya: Joshua Igho
© Sepenuhnya. All rights reserved.