Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Di Kedalaman Mimpi Manusia (Karya Muhammad Rois Rinaldi)

Puisi “Di Kedalaman Mimpi Manusia” karya Muhammad Rois Rinaldi bercerita tentang manusia-manusia yang hidup di kota dengan segala hiruk-pikuknya—
Di Kedalaman Mimpi Manusia

Manusia manusiawi, kemanusiaan dalam teori
Antara genangan sampah dan kumuh rumah-rumah
Di kota-kota sejarah luhur leluhur terserak, jadi alas kaki
Deru pabrik baja, kepul asap kimia dan ramai kendaraan
Tukar frekuensi, jiwa-jiwa terpendam bersama nurani
Dalam-dalam, di kedalaman yang entah.

Kita jadi pribadi-pribadi yang mempribadi
Karena kebersamaan hanya membuang-buang waktu
Sedangkan nasib kian asing dalam putaran jarum jam
Adakah kita yang memilih menghamba-sahayakan diri
Pada harta dan tahta dapat meneguk segelas ketenangan?
Sedangkan setiap detik yang ada hanya resah dan rasa takut.

Langkah-langkah siapakah yang kencang berlari,
tergopoh menekan denyut nadi, tertatih pada penggalan hari
kita tak lagi peduli pada sesiapa, karena soal-soal sejarah manusia
dipenuhi dengan peperangan, tentang kemenangan dan kekalahan
kita tak lagi peduli pada nyawa-nyawa yang dipertaruhkan
sebab kita pun tengah gamang mempertaruhkan nyawa.

Lihatlah…
Sejauh kau sanggup menjujurkan pandangan
Menjadi saksi diri sendiri, adakah manusia-manusia di sana?
Di antara hewan buas dan juga melata itu, atau berkacalah
Adakah wujud manusia yang kau temukan!

Tidakkah rindu senyuman pada pintalan mimpi kecil
sebelum tumbuh besar, jadi tamak dan arogan
Saling papah menghadapi dahaga dan lapar
juga nasib kita. Sebagai manusia saja.

Akhirnya kita lebih memilih tidak tahu apa-apa
Senandung pipit di bibir jendela,
celoteh anak-anak di beranda
Dan keinginan kita
Untuk menyusupi ketenangan
Tak lagi penting untuk diperhatikan.

Di gerbang pagi-pagi sekali
jiwa-jiwa terpendam bersama nurani
Dalam-dalam, di kedalaman mimpi manusia.

Cilegon, Banten, 26 Februari 2012

Analisis Puisi:

Puisi “Di Kedalaman Mimpi Manusia” merupakan puisi reflektif-kritis yang menyoroti wajah kemanusiaan modern. Penyair menghadirkan potret manusia yang hidup di tengah kemajuan kota, industrialisasi, dan sejarah panjang peradaban, tetapi justru mengalami keterasingan dari nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Puisi ini bergerak dari pengamatan sosial menuju perenungan eksistensial yang tajam.

Tema

Tema utama puisi ini adalah krisis kemanusiaan dan keterasingan nurani manusia modern. Penyair mengangkat pertentangan antara konsep “kemanusiaan” dalam teori dan kenyataan hidup yang penuh ketimpangan, kekerasan, serta kehilangan empati.

Puisi ini bercerita tentang manusia-manusia yang hidup di kota dengan segala hiruk-pikuknya—sampah, kemiskinan, pabrik, kendaraan, dan asap—namun kehilangan hubungan dengan sesama dan dengan dirinya sendiri. Manusia digambarkan semakin individualistis, terjebak dalam ambisi harta dan kekuasaan, hingga perlahan mengabaikan penderitaan orang lain dan bahkan mempertaruhkan nyawanya sendiri.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kritik mendalam terhadap kondisi manusia yang kehilangan jati diri kemanusiaannya. “Kedalaman mimpi manusia” bukanlah mimpi indah, melainkan ruang gelap tempat nurani dikubur. Penyair seolah mempertanyakan: apakah manusia modern masih pantas disebut manusia, atau telah berubah menjadi makhluk yang hanya bergerak oleh ketakutan, ambisi, dan ketidakpedulian?

Suasana dalam puisi

Puisi ini membangun suasana muram, gelisah, dan menggugat. Nada puisinya terasa berat dan penuh kegamangan, terutama ketika penyair mengajak pembaca berkaca dan mempertanyakan keberadaan “manusia” di tengah dunia yang semakin brutal dan dingin.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat ditangkap adalah ajakan untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan yang paling dasar: empati, kepedulian, kebersamaan, dan kesederhanaan. Penyair mengingatkan bahwa kehilangan nurani berarti kehilangan kemanusiaan itu sendiri, dan tanpa kesadaran tersebut, manusia hanya akan hidup dalam “mimpi” yang hampa.

Puisi “Di Kedalaman Mimpi Manusia” karya Muhammad Rois Rinaldi merupakan refleksi kritis atas kehidupan manusia kontemporer yang kehilangan arah kemanusiaannya. Dengan bahasa yang lugas namun puitis, penyair mengajak pembaca menyelam ke kedalaman batin, mempertanyakan kembali nilai-nilai yang selama ini diabaikan. Puisi ini tidak menawarkan jawaban mudah, tetapi menyodorkan cermin yang jujur tentang siapa manusia hari ini—dan ke mana seharusnya ia kembali.

Muhammad Rois Rinaldi
Puisi: Di Kedalaman Mimpi Manusia
Karya: Muhammad Rois Rinaldi

Biodata Muhammad Rois Rinaldi:
  • Muhammad Rois Rinaldi lahir pada tanggal 8 Mei 1988 di Banten, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.