Analisis Puisi:
Puisi “Di Kedalaman Mimpi Manusia” merupakan puisi reflektif-kritis yang menyoroti wajah kemanusiaan modern. Penyair menghadirkan potret manusia yang hidup di tengah kemajuan kota, industrialisasi, dan sejarah panjang peradaban, tetapi justru mengalami keterasingan dari nilai-nilai kemanusiaan itu sendiri. Puisi ini bergerak dari pengamatan sosial menuju perenungan eksistensial yang tajam.
Tema
Tema utama puisi ini adalah krisis kemanusiaan dan keterasingan nurani manusia modern. Penyair mengangkat pertentangan antara konsep “kemanusiaan” dalam teori dan kenyataan hidup yang penuh ketimpangan, kekerasan, serta kehilangan empati.
Puisi ini bercerita tentang manusia-manusia yang hidup di kota dengan segala hiruk-pikuknya—sampah, kemiskinan, pabrik, kendaraan, dan asap—namun kehilangan hubungan dengan sesama dan dengan dirinya sendiri. Manusia digambarkan semakin individualistis, terjebak dalam ambisi harta dan kekuasaan, hingga perlahan mengabaikan penderitaan orang lain dan bahkan mempertaruhkan nyawanya sendiri.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah kritik mendalam terhadap kondisi manusia yang kehilangan jati diri kemanusiaannya. “Kedalaman mimpi manusia” bukanlah mimpi indah, melainkan ruang gelap tempat nurani dikubur. Penyair seolah mempertanyakan: apakah manusia modern masih pantas disebut manusia, atau telah berubah menjadi makhluk yang hanya bergerak oleh ketakutan, ambisi, dan ketidakpedulian?
Suasana dalam puisi
Puisi ini membangun suasana muram, gelisah, dan menggugat. Nada puisinya terasa berat dan penuh kegamangan, terutama ketika penyair mengajak pembaca berkaca dan mempertanyakan keberadaan “manusia” di tengah dunia yang semakin brutal dan dingin.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat yang dapat ditangkap adalah ajakan untuk kembali pada nilai-nilai kemanusiaan yang paling dasar: empati, kepedulian, kebersamaan, dan kesederhanaan. Penyair mengingatkan bahwa kehilangan nurani berarti kehilangan kemanusiaan itu sendiri, dan tanpa kesadaran tersebut, manusia hanya akan hidup dalam “mimpi” yang hampa.
Puisi “Di Kedalaman Mimpi Manusia” karya Muhammad Rois Rinaldi merupakan refleksi kritis atas kehidupan manusia kontemporer yang kehilangan arah kemanusiaannya. Dengan bahasa yang lugas namun puitis, penyair mengajak pembaca menyelam ke kedalaman batin, mempertanyakan kembali nilai-nilai yang selama ini diabaikan. Puisi ini tidak menawarkan jawaban mudah, tetapi menyodorkan cermin yang jujur tentang siapa manusia hari ini—dan ke mana seharusnya ia kembali.
Puisi: Di Kedalaman Mimpi Manusia
Karya: Muhammad Rois Rinaldi
Biodata Muhammad Rois Rinaldi:
- Muhammad Rois Rinaldi lahir pada tanggal 8 Mei 1988 di Banten, Indonesia.
