2012

Puisi: Rumah Kata (Karya Suminto A. Sayuti)

Rumah Kata Kembali ke rumah kata. Kembali ke rumah cinta Siapa menunggumu. Putik kembang bertaburan                 di pembaringan Harum pun menyisir…

Puisi: Syair Embun Pagi (Karya Suminto A. Sayuti)

Syair Embun Pagi Hangat matahari. Kehendak pun tak pernah henti Lalu, mata pun cucuk daun. Menghirup embun pagi Jalan pun terbuka. Menuju cakrawala K…

Puisi: Di Ruang Itu (Karya Ook Nugroho)

Di Ruang Itu Di ruang itu Kami bertiga saja Bapa, dia dan saya Adapun Bapa Diam dan rahasia Sebagai biasa Adapaun dia (Dan saya) Saling mereka Lelako…

Puisi: Aku Ingin Menangis di Pelukanmu (Karya Dimas Indiana Senja)

Aku Ingin Menangis di Pelukanmu. ( Violet ) Aku ingin menangis di pelukanmu, katamu padaku.  Di sebuah ruangan y…

Puisi: Izinkan Aku Menangisi Airmatamu (Karya Dimas Indiana Senja)

Izinkan Aku Menangisi Airmatamu Zah, Aku ingat pertemuan kali pertama kita, di sini.  Sepetak ruang yang teramat sesak udaranya. Bangku-bangku bun…

Puisi: U (Karya Goenawan Mohamad)

U Surga terletak di telapak kaki ibu, ia selalu ingat itu: perempuan tua penyapu jalan yang tak dikenalnya yang memberinya seraut tapal…

Puisi: Datang (Karya Goenawan Mohamad)

Datang 25 September, akhirnya ia datang, hampir terlambat: ia dan warna putih, ia dan jam yang teduh, ia dan anti-kematian. …

Puisi: Seperti Biasa (Karya Lasinta Ari Nendra Wibawa)

Seperti Biasa Seperti biasa, aku harus menelepon-Mu berulang-ulang. Sebelum peta perjalanan terlihat makin rabun dan gamang. Sekedar bertanya …

Puisi: Sajak Kacamata (Karya Joko Pinurbo)

Sajak Kacamata Saya tahu, jika saatnya tiba, saya akan memakai kacamata. Kacamata yang kacanya terbuat dari kaca kata dan matanya dari mata …

Puisi: Tentang Sebuah Rumah (Karya Avianti Armand)

Tentang Sebuah Rumah Perempuan itu masuk ke dalam ruang yang kosong dan berkata: Mari kita mulai tinggal di sini. Laki-laki itu menggeleng d…

Puisi: Diri Akan Tumbang? (Karya Aspar Paturusi)

Diri Akan Tumbang? bus melaju kencang pikiranku jauh melayang sempat teringat sandal jepit jadi pesakitan di pengadilan sepanjang jalan sawah menghil…

Puisi: Dunia Tak Begitu Buruk (Karya Ook Nugroho)

Dunia Tak Begitu Buruk Dunia tak begitu buruk dalam sebuah sajak. Tapi kau harus bergulat lebih dulu, merebutnya. Menyudahi sekat-sekat bahasa yang m…

Puisi: Sang Penyelam Mutiara (Karya Mariana Lewier)

Sang Penyelam Mutiara Kau terjunkan dirimu di lautan berkarang setelah menenggak sebotol tuak koli buih ombak berpadu cerah mentari mengantar ayun ke…

Puisi: Malam Minggu di Mawar Sharon (Karya Toto ST Radik)

Malam Minggu di Mawar Sharon Malam minggu di Mawar Sharon segelas es capucino menggiring bulan melewat ke arah laut samar puncak Manado tua …
© Sepenuhnya. All rights reserved.