Puisi: Menabur Pasir (Karya Mariana Lewier) Menabur Pasir Pada setiap jejak embun yang menetes dari daun-daun sagu di rawa-rawa pada deretan pepohonan cengkeh di bukit-bukit keletihan ... pada …
Puisi: Sajadah (Karya R. Giryadi) Sajadah Kepada Ibuku Ibu, Petualangan ini sudah begitu jauh. Asam garam tak lenak kucecap, meski lidah melepuh lepuh. Dalam laut ini, aku seperti ika…
Puisi: Di Beranda (Karya R. Giryadi) Di Beranda di beranda pada senja ini aku beristirah menikmati rona jingga dan lembayung melihat burung burung melintas : entah di mana ia beristirah …
Puisi: Di Pinggir Telaga Sarangan (Karya Tjahjono Widarmanto) Di Pinggir Telaga Sarangan dingin menusuk urat dan tulang angin melambai-lambai berdiri di telaga ini seperti menatap lorong dunia air yang memantulk…
Puisi: Dini Hari yang Cerah (Karya Tjahjono Widarmanto) Dini Hari yang Cerah siul burung bangunkan lelapku di balik jendela kamarku matahari tersenyum daun diayun angin sejuk membelai begitu menyerap dalam…
Puisi: Menjadi Genangan (Karya Susy Ayu) Menjadi Genangan kamulah Toba genangan air mata purba duka yang membeku sebagai dinding kawah kau kutuk aku dengan cintamu berjaga sebagai menhir di …
Puisi: Pagi Ini Minus Dua Belas (Karya Maman S. Mahayana) Pagi Ini Minus Dua Belas Lampu-lampu jalanan sudah dipadamkan jam tujuh pagi belum juga datang rembang matahari segalanya masih gulita m…
Puisi: Mata Kancing (Karya Irma Agryanti) Mata Kancing demi satu jam yang gelap oleh badai bajumu lebih lebat dari barisan pohon marigold mengasihaniku agar aku bisa sepenuhnya berteduh seray…
Puisi: Mengenang Asu (Karya Joko Pinurbo) Mengenang Asu Pulang dari sekolah, saya main ke sungai. Saya torehkan kata asu dan tanda seru pada punggung…
Puisi: Ulang Tahun (Karya Joko Pinurbo) Ulang Tahun Hari ini saya ulang tahun. Usia saya genap 50. Saya duduk membaca di bawah jendela, matahari sedang mekar berbunga. Seorang bo…
Puisi: Kita pun Sampai (Karya Suminto A. Sayuti) Kita pun Sampai Kita pun sampai. Ketika salam rembulan menyapa pantai Ketika salam rembulan menggandeng kelam. Menjadi suluk ki dalan…