Analisis Puisi:
Puisi "Kawan" karya Umbu Landu Paranggi tampil singkat, sederhana, namun sarat makna. Dengan larik-larik pendek dan bahasa yang lugas, puisi ini membicarakan keberadaan manusia dalam relasi—khususnya arti kehadiran seorang kawan dalam mengusir kesepian dan memberi makna pada hidup.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kebersamaan dan persahabatan sebagai sumber makna kehidupan. Umbu menempatkan kawan sebagai lawan dari kesendirian yang hampa, sunyi, dan kehilangan arti.
Puisi ini bercerita tentang kondisi manusia yang hidup sendiri dan konsekuensi batin yang mengikutinya. Kesendirian digambarkan sebagai sunyi, hilang bunyi, bahkan mati dan kehilangan arti. Sebaliknya, kehadiran kawan ditandai dengan perjumpaan, percakapan, jabat tangan, serta keterhubungan dua hati yang saling berbagi diri.
Makna tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa manusia pada dasarnya makhluk relasional. Hidup yang dijalani tanpa keterhubungan dengan sesama akan terasa kosong dan tak bermakna. Persahabatan bukan sekadar kehadiran fisik, tetapi perjumpaan batin yang memungkinkan seseorang “hidup” secara utuh.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa reflektif dan eksistensial. Ada kesan sunyi dan getir ketika membicarakan kesendirian, namun juga tersirat kehangatan dan harapan saat relasi antarmanusia dihadirkan melalui jabat dan pembagian diri.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat puisi ini adalah ajakan untuk tidak menutup diri dari sesama. Umbu seakan menegaskan bahwa makna hidup tumbuh dari kebersamaan, dari keberanian berbagi cerita, dan dari kesediaan membuka hati kepada kawan.
Puisi "Kawan" karya Umbu Landu Paranggi menegaskan bahwa persahabatan adalah napas kehidupan. Dengan gaya minimalis khas Umbu, puisi ini mengingatkan bahwa manusia menemukan arti dirinya bukan dalam kesendirian, melainkan dalam perjumpaan dengan sesama.