Puisi: Laknat (Karya Alizar Tanjung)

Puisi "Laknat" karya Alizar Tanjung bercerita tentang sikap seseorang yang dengan sadar mempersembahkan cintanya kepada api. Cinta yang dimiliki ...
Laknat

cinta tak berbakat kupersembahkan kepada api,
rencananya aku berniat jadikan sesajen,
memuja neraka.

Padang, 23 Maret 2010

Analisis Puisi:

Puisi "Laknat" karya Alizar Tanjung merupakan puisi sangat singkat, tetapi padat makna dan provokatif. Dengan hanya tiga larik, penyair menghadirkan sikap ekstrem terhadap cinta, menjadikannya bukan sesuatu yang disucikan, melainkan justru dipersembahkan kepada api dan neraka. Kepadatan diksi dan pilihan kata yang keras memberi ruang tafsir yang luas bagi pembaca.

Tema

Tema utama puisi ini adalah penolakan terhadap cinta yang gagal atau tidak bermakna. Cinta dipandang sebagai sesuatu yang cacat, tidak “berbakat”, dan layak dilenyapkan, bukan dirayakan.

Puisi ini bercerita tentang sikap seseorang yang dengan sadar mempersembahkan cintanya kepada api. Cinta yang dimiliki tidak lagi dianggap bernilai, sehingga direncanakan untuk dijadikan sesajen dan dipersembahkan kepada neraka, simbol kehancuran dan kutukan.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah kekecewaan mendalam terhadap cinta yang gagal memberi kebahagiaan. Cinta tidak hanya berakhir, tetapi berubah menjadi sesuatu yang dilaknat, sehingga penghancuran menjadi pilihan terakhir. Puisi ini juga bisa dibaca sebagai kritik terhadap romantisasi cinta yang berlebihan, seolah cinta selalu suci dan menyelamatkan.

Suasana dalam puisi

Suasana puisi terasa gelap, sinis, dan penuh kemarahan terpendam. Kata-kata seperti “api”, “sesajen”, dan “neraka” membangun nuansa muram dan agresif, memperkuat kesan pemberontakan batin.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat yang dapat ditangkap adalah peringatan bahwa cinta yang tidak tumbuh dengan sehat dapat berubah menjadi sumber kehancuran. Ketika cinta kehilangan makna dan nilai kemanusiaannya, ia tidak lagi membawa keselamatan, melainkan luka.

Puisi "Laknat" adalah puisi pendek yang keras dan konfrontatif. Alizar Tanjung berhasil memadatkan rasa muak, kekecewaan, dan perlawanan terhadap cinta ke dalam larik-larik singkat yang menggugah dan menantang pembacaan konvensional tentang cinta.

Alizar Tanjung
Puisi: Laknat
Karya: Alizar Tanjung

Biodata Alizar Tanjung:
  • Alizar Tanjung lahir pada tanggal 10 April 1987 di Solok.
© Sepenuhnya. All rights reserved.