Analisis Puisi:
Puisi "Mata" karya Mahdi Idris menghadirkan perenungan tentang mata sebagai ruang batin, tempat kata, cinta, dan kenangan berdiam. Mata tidak lagi diposisikan sekadar alat melihat, melainkan sebagai wadah pengalaman hidup yang menyimpan makna, ingatan, dan relasi antarindividu.
Tema
Tema puisi ini adalah ingatan, cinta, dan kesadaran akan kefanaan. Mata menjadi simbol utama yang merepresentasikan ruang penyimpanan makna sebelum segalanya lenyap oleh waktu dan kebutaan.
Puisi ini bercerita tentang ajakan penyair kepada “kau” untuk memasuki matanya, seperti kata yang masuk ke dalam buku atau surat cinta. Mata digambarkan sebagai kolam yang menyimpan cinta, pengalaman melihat, serta kenangan. Penyair meminta agar sebagian dari apa yang tertangkap oleh matanya diambil sebelum kebutaan datang.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini menekankan bahwa pengalaman hidup, cinta, dan kenangan tidaklah abadi. Segala yang dilihat dan dirasakan perlu dipahami, diresapi, dan dibagikan sebelum kemampuan melihat—secara harfiah maupun batiniah—hilang. Mata juga dapat dimaknai sebagai kesadaran, sehingga kebutaan bukan hanya kehilangan penglihatan, tetapi juga kehilangan pemahaman dan kepekaan.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi terasa intim, reflektif, dan sedikit melankolis. Nada ajakan yang lembut berpadu dengan kesadaran akan keterbatasan waktu, menciptakan suasana tenang namun sarat kegelisahan halus.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat atau pesan yang disampaikan puisi ini adalah pentingnya menghargai penglihatan, pengalaman, dan hubungan selama masih ada kesempatan. Manusia diajak untuk tidak menunda memahami, mencintai, dan mengenang sebelum keterbatasan datang.
Puisi "Mata" karya Mahdi Idris merupakan puisi kontemplatif yang menempatkan mata sebagai simbol kesadaran dan ingatan. Melalui bahasa yang tenang dan kiasan yang kaya, penyair mengingatkan pembaca akan pentingnya menyelami makna hidup sebelum segala kemampuan dan kesempatan itu perlahan menghilang.