Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi Mahdi Idris

Puisi: Malam Tahajjud (Karya Mahdi Idris)

Malam Tahajjud Akan kutuai sebilah kerinduan mencumbui malam pada lorong sunyi antara kerimbunan air mata dan kelakar buta, berharap sebutir…

Puisi: Tadarus (Karya Mahdi Idris)

Tadarus Mengasah lagi imaji dalam ruang sunyi mengaji ayat-ayat suci menenangkan jiwa dari goda menjauh dari kalimat murka. Kud…

Puisi: Demokrasi (Karya Mahdi Idris)

Demokrasi Kita adalah bangsa berdaulat yang punya sekerat mimpi menata kehidupan bernegara. Mimpi yang kemudian kita titipkan pada an…

Puisi: Meunasah (Karya Mahdi Idris)

Meunasah Aku bangga punya meunasah tempat aku belajar ayat sembahyang mengaji al-Quran menjelang tengah malam. Esok sampai lusa…

Puisi: Tawakkal (Karya Mahdi Idris)

Tawakkal Berkurun waktu aku menunggu bayang-bayang raib dalam keteguhan menemukan asa yang kehilangan di tempatku berserah diri. …

Puisi: Kau Boleh Menangis (Karya Mahdi Idris)

Kau Boleh Menangis Kau boleh menangisi kepergianku yang pernah singgah mengisah di bilik tua tentang sekerat cinta yang kutaburi gu…

Puisi: Di Jalan Ini (Karya Mahdi Idris)

Di Jalan Ini Di jalan ini, aku masih mendengar dendang kekasih di bawah langit sedih dan membiru bergumul seribu tetes airmata di p…

Puisi: Mata (Karya Mahdi Idris)

Mata Masuklah ke dalam mataku, serupa kata yang memasuki sebuah buku. Seperti kata yang terhimpun dalam selembar surat remaja bagi kekasihnya.…

Puisi: Ritual Awal Tahun (Karya Mahdi Idris)

Ritual Awal Tahun Kita baru saja meninggalkan luka demi luka dalam saf terdepan menuju perjalanan panjang sampai ke muara bahkan ke lepas sa…

Puisi: Sepi (Karya Mahdi Idris)

Sepi Melupakan sepi sesaat seperti menusuk jarum pada jerami, kehilangan kata-kata atau semisal keluh dalam tempuh matahari siang …

Puisi: Semestinya Kau tak Tertawa (Karya Mahdi Idris)

Semestinya Kau tak Tertawa Semestinya kau tak tertawa tatkala Tuhan memperlihatkanmu pada semesta tapi semestinya kau menangis sebab bayan…

Puisi: Selamat Jalan (Karya Mahdi Idris)

Selamat Jalan Kulambai tangan menyapamu terakhir saat hujan reda air tergenang sebatas lutut; lumpur menempel pada dinding kamar. …

Puisi: Masa Tua (Karya Mahdi Idris)

Ma sa Tua Malam-malam mulai sunyi angin terasa ngilu menguliti tubuh cahaya-cahaya tak lagi benderang, jangkrik bernyanyi bisu. Siang …

Puisi: Berita Pagi (Karya Mahdi Idris)

Berita Pagi Pagi sekali seseorang datang dari remang kabut mengetuk pintu, melempar segulungan koran ke ruang tamuku; mata baru saja kubuka …

Puisi: Tanyakan pada Rembulan (Karya Mahdi Idris)

Tanyakan pada Rembulan Tanyakan pada rembulan yang dating singgah di halaman siapa sesungguhnya pemilik dedaunan berguguran pada musim hujan, siap…

Puisi: Jalan (Karya Mahdi Idris)

Jalan Tiap kita punya jalan. Jalan panjang dan berliku. Jalan lurus dan menikung. Jalan yang akan kita tempuh ke tempat terjauh, dekat, dan tak …
© Sepenuhnya. All rights reserved.