Aceh masih belum baik-baik saja.

Puisi: Mencari Identitas Nasional Sesat di Varietas Emosional (Karya Remy Sylado)

Puisi "Mencari Identitas Nasional Sesat di Varietas Emosional" karya Remy Sylado bercerita tentang perjalanan seseorang atau sekelompok orang dari ...
Mencari Identitas Nasional
Sesat di Varietas Emosional

Puisi Mencari Identitas Nasional Sesat di Varietas Emosional

Bandung, 1972

Sumber: Puisi Mbeling (2004)

Analisis Puisi:

Puisi tipografi merupakan salah satu bentuk puisi modern yang tidak hanya mengandalkan kekuatan bahasa verbal, tetapi juga memanfaatkan unsur visual sebagai medium makna. Remy Sylado, sebagai sastrawan yang dikenal eksperimental dan kritis, menghadirkan puisi tipografi berjudul "Mencari Identitas Nasional Sesat di Varietas Emosional" sebagai refleksi sosial yang kuat terhadap perjalanan manusia dan bangsa.

Bentuk dan Visual Puisi

Isi puisi ini tidak disajikan dalam baris-baris kata, melainkan dalam bentuk gambar telapak kaki dan telapak sepatu. Jejak-jejak tersebut tersusun dengan arah dan pola yang berbeda-beda. Telapak kaki melambangkan langkah manusia secara alami, sedangkan telapak sepatu melambangkan perlindungan, peradaban, atau status sosial yang diperoleh melalui proses panjang.

Bentuk visual ini menjadi bahasa utama puisi, sehingga pembaca diajak untuk “membaca” makna melalui simbol dan arah gerak, bukan melalui kalimat.

Tema

Tema puisi ini adalah sosial, khususnya mengenai pencarian identitas nasional dan perjalanan manusia dalam mencapai posisi tertentu di tengah masyarakat. Puisi ini menyoroti dinamika perjuangan individu dan kolektif dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, dan budaya.

Puisi ini bercerita tentang perjalanan seseorang atau sekelompok orang dari kondisi awal yang sederhana menuju kondisi yang lebih mapan. Telapak kaki menggambarkan fase awal perjuangan—ketika seseorang masih berjalan tanpa perlindungan, penuh risiko, dan bergantung pada kekuatan diri sendiri. Sementara itu, telapak sepatu merepresentasikan fase berikutnya, ketika perjuangan telah membuahkan hasil berupa kemapanan, status, atau pengakuan sosial.

Namun, arah jejak yang tidak selalu lurus menunjukkan bahwa perjalanan tersebut tidak pernah mudah dan sering kali sesat atau membingungkan.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah kritik terhadap konsep identitas nasional yang kerap dibangun melalui proses yang tidak jujur atau terputus dari akar sosial. Kesuksesan dan kemajuan sering kali membuat manusia lupa pada jejak awalnya. Puisi ini menyiratkan bahwa identitas, baik individu maupun nasional, terbentuk melalui proses panjang yang penuh liku dan kontradiksi emosional.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi tergambar sebagai suasana mandiri dan berkelompok. Jejak telapak kaki yang terpisah-pisah menciptakan kesan kesendirian, perjuangan personal, dan kemandirian. Sebaliknya, kumpulan telapak sepatu mencerminkan kebersamaan, struktur sosial, dan keterikatan pada sistem atau kelompok.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang disampaikan adalah bahwa kesuksesan bukanlah sesuatu yang instan tetapi merupakan hasil perjuangan panjang yang melelahkan dan penuh rintangan. Puisi ini mengajak pembaca untuk menghargai proses, tidak melupakan asal-usul, serta tetap kritis terhadap makna keberhasilan dan identitas yang dibangun oleh masyarakat.

Puisi "Mencari Identitas Nasional Sesat di Varietas Emosional" karya Remy Sylado membuktikan bahwa puisi tidak selalu harus berbicara melalui kata. Dengan memanfaatkan bentuk visual sederhana, puisi ini menyampaikan kritik sosial yang mendalam tentang perjuangan, identitas, dan makna kesuksesan dalam kehidupan manusia dan masyarakat.

Remy Sylado
Puisi: Mencari Identitas Nasional Sesat di Varietas Emosional
Karya: Remy Sylado
© Sepenuhnya. All rights reserved.