Puisi Remy Sylado

Puisi: Catatan (Karya Remy Sylado)

Catatan Aku kau generasi masa depan yang bukan cuma melihat matahari tapi juga yang mengambil matahari dan membawa pulang ke rumah. …

Puisi: Jawa dan Melayu (Karya Remy Sylado)

Jawa dan Melayu Aku tahu betul bahwa panggilan anak laki di Jawa: tole berasal dari bahasa Jawa: kontole. Yang aku tahu betul dar…

Puisi: Teks tentang Teratai di Kolam (Karya Remy Sylado)

Teks tentang Teratai di Kolam Rayu dalam semua leluri adalah bayang-bayang menyenangkan cerita besok seperti teratai yang tumbuh di kolam ke…

Puisi: Kesetiakawanan (Karya Remy Sylado)

Puisi Kesetiakawanan Bukan hanya perempuan boleh menangis tapi juga lelaki yang tak bebas bicara dalam satu negeri yang merdeka. Kukataka…

Puisi: Kapel Sistine (Karya Remy Sylado)

Kapel Sistine Michelangelo merampungkan lukisan Sistine Tentang Tuhan di Kejadian sampai Wahyu Dia mengumpa…

Puisi: Menangislah, Nak (Karya Remy Sylado)

Menangislah, Nak Menangislah, Nak pada orang berjas di istana pada orang berdasi di senayan pada beo yang berkicau di kurungan pada anji…

Puisi: Melayu (Karya Remy Sylado)

Melayu Lampu sudah menyala semua dibantu matari siang namun aku kesasar jua di rumahku sendiri yang gelap s…

Puisi: Mukadimah (Karya Remy Sylado)

Mukadimah Menjadi penyair berpercaya banyak yang terpanggil sedikit yang terpilih Kusebut diriku pesyair Sumber:  Kerygma & Mart…

Puisi: Cenderamata (Karya Remy Sylado)

Cenderamata Silsilahku adalah cenderamata duka Lelaki tua atau muda apa beda di taut sama dipermainkan gelombang Aku pedulikan tanah tepi …

Puisi: Ketika Mata Dipejamkan (Karya Remy Sylado)

Ketika Mata Dipejamkan Dari keras kepala kita belajar berperang Mengalirkan pengalaman tenahak pribadi Menjadi tenahak seluruh bangsa Bera…

Puisi: Menuju Jalan Khalwat (Karya Remy Sylado)

Menuju Jalan Khalwat Perisai perangku telah remuk oleh gada musuh dan rusak berantakan pagar di muka halaman rumah rusak juga tanaman-tanama…

Puisi: Gersang (Karya Remy Sylado)

Gersang Tahun lalu mataku masih bisa basah menangis seperti lugu seorang bocah mengalir di pipi air mata bukan sedih Kini kurindukan isa…

Puisi: Mental Spiritual Orang Indonesia (Karya Remy Sylado)

Mental Spiritual Orang Indonesia Doa kala sadar. Dosa kala lupa. Sumber: Puisi Mbeling (Kepustakaan Popu…

Puisi: Dengan Sukarela (Karya Remy Sylado)

Dengan Sukarela Dalam diri kita ada naluri burung ingin bebas dari sangkar terkurung dalam jeruji akal re…

Puisi: Lebih Baik Mati Muda (Karya Remy Sylado)

Lebih Baik Mati Muda Jika usia menua kapan waktu dan aku tak berani menulis puisi dengan jendela yang dibuka…

Puisi: Apakah Negerinya Masih (Karya Remy Sylado)

Apakah Negerinya Masih Di tanah ini Ibu mendadak takut Apakah negerinya masih yang dulu diperjuangkan Sudirman adalah Indonesia milik pa…

Puisi: Jargon Kepribadian (Karya Remy Sylado)

Jargon Kepribadian Dari Tokyo diberitakan penemuan baru bidang otomotif Dari Berlin diberitakan penemu…
© Sepenuhnya. All rights reserved.