Nano-Nano Rasa Cinta
seseorang tampak gila
karena ia senyum dan tertawa; tanpa ada lawan bicara
namun rupanya ia sedang dilanda asmara
musim penghujan terasa istimewa
sebab hati yang sedang berbunga
terpupuk benih cinta
tumbuh pelan memenuhi isi kepala
bayang si dia nampak di depan mata
rupanya terlihat di mana-mana
kata orang aku gila,
padahal aku sedang jatuh cinta
Pojok Kamar, 27 Januari 2026
Analisis Puisi:
Puisi "Nano-Nano Rasa Cinta" karya Pena Senja menghadirkan gambaran sederhana namun jujur tentang pengalaman jatuh cinta. Melalui bahasa yang ringan, penyair mengajak pembaca masuk ke dalam dunia batin seseorang yang sedang dilanda asmara—sebuah kondisi emosional yang sering kali dianggap aneh oleh orang lain, tetapi terasa begitu nyata bagi pelakunya.
Tema
Tema utama puisi ini adalah cinta dan gejolak perasaan saat jatuh cinta. Puisi menyoroti bagaimana cinta dapat mengubah cara seseorang merasakan, berpikir, dan bertindak, bahkan hingga tampak “gila” di mata lingkungan sekitarnya.
Puisi ini bercerita tentang seseorang yang sedang jatuh cinta dan mengalami berbagai rasa yang bercampur aduk. Tokoh di dalam puisi digambarkan sering tersenyum dan tertawa sendiri tanpa lawan bicara, memandang dunia dengan perasaan istimewa, serta terus memikirkan sosok yang dicintai hingga bayangannya seolah hadir di mana-mana. Narasi ini merepresentasikan pengalaman umum banyak orang saat sedang dimabuk asmara.
Makna tersirat
Makna tersirat dalam puisi ini menunjukkan bahwa cinta kerap disalahpahami oleh orang luar. Perilaku yang tampak ganjil—seperti tertawa sendiri atau melamun—sebenarnya merupakan ekspresi kebahagiaan batin yang sulit dijelaskan secara logis. Penyair juga menyiratkan bahwa cinta adalah kekuatan emosional yang mampu mengisi pikiran dan perasaan seseorang secara perlahan namun mendalam.
Suasana dalam puisi
Suasana dalam puisi cenderung ringan, hangat, dan penuh rasa bahagia. Meski ada kata “gila” yang muncul berulang, nuansa yang dihadirkan bukanlah kegilaan dalam arti negatif, melainkan kegembiraan polos dan keasyikan batin akibat cinta yang sedang tumbuh.
Amanat / pesan yang disampaikan puisi
Amanat atau pesan yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah bahwa perasaan cinta tidak selalu dapat dipahami oleh orang lain, dan itu bukanlah sesuatu yang harus disesali. Puisi mengajak pembaca untuk menerima perasaan cinta apa adanya, tanpa perlu takut dianggap aneh atau berbeda, karena cinta memiliki cara kerjanya sendiri dalam diri setiap manusia.
Puisi "Nano-Nano Rasa Cinta" merupakan puisi yang sederhana namun efektif dalam menggambarkan pengalaman jatuh cinta dengan segala keunikannya. Melalui bahasa yang lugas dan imaji yang dekat dengan keseharian, Pena Senja berhasil menampilkan sisi manis dan jujur dari cinta—sebuah rasa yang sering kali tampak “nano-nano”, tetapi selalu bermakna bagi yang mengalaminya.
Karya: Pena Senja
Biodata Pena Senja:
Pena Senja lahir pada tanggal 20 Februari 2004 di Tangerang. Sejak duduk di kelas 4 SD, tepatnya di SDN Sukamanah 1, ia sudah gemar mengumpulkan komik dengan berbagai genre, di antaranya ada cerita rakyat, horor, dan jenaka. Ia memiliki hobi membaca, menulis, dan menonton film. Gadis dengan zodiak pisces ini sangat suka dengan warna biru, katanya biru itu bisa menenangkan bisa juga menenggelamkan.