2026

Puisi: Buku (Karya Kamilia Salsabila)

Buku Kau membaca halaman ke 10 dari 100 halaman dan mengakui telah menyukai buku ini Kau membaca halaman ke 30 dari 100 halaman dan menyatakan telah …

Puisi: Lentera Hati di Bulan Suci Ramadan (Karya Kang Thohir)

Lentera Hati di Bulan Suci Ramadan Puasa, aku menyelami arti keikhlasan dan kesabaran itu sendiri Menatap kepercayaan diri Ada hikmah di balik mister…

Puisi: Rambu Kekosongan (Karya Kamilia Salsabila)

Rambu Kekosongan Jalanan tak lengang sewaktu kita berjalan berdampingan Swalayan tetap benderang selagi kita duduk bersama Sepatah dua patah kata uca…

Puisi: Harapan (Karya Kamilia Salsabila)

Harapan Hujan dapat turun saat mentari bersinar terik Gurun panas dapat membeku saat di malam hari Begitulah kuasa Sang Pencipta Alam Semesta Lalu, k…

Puisi: Sebentar Lagi Menyapa Senja (Karya Kang Thohir)

Sebentar Lagi Menyapa Senja Sebentar lagi menyapa senja Aku masih melambai angan Belum ada yang tersampaikan Di ujung tanduk peristiwa Negeri hijau b…

Puisi: Mendung (Karya Kamilia Salsabila)

Mendung Awan berkumpul membangun citra keabuan Itulah mendung di langit yang disadari semua orang Adapun mendung di hati, siapa yang tahu? Banjarmasi…

Puisi: Kepadamu (Karya Kamilia Salsabila)

Kepadamu Kukumpulkan kepingan lara membentuk aksara Namun darahku di atas pena takkan terlihat Sebab kau hanya paham manakala namamu dipanggil Banjar…

Puisi: Diam (Karya Kamilia Salsabila)

Diam Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda persetujuan Sudah sampaikah kepadamu? Bahwa diam bukanlah tanda penerimaan Sudah sampaikah k…

Puisi: Ironi (Karya Kamilia Salsabila)

Ironi Atas nama keramahan, mereka dengan mudahnya berkata lembut kepada orang asing Atas nama kemuliaan, mereka dengan mudahnya berlaku sopan kepada …

Puisi: Lampu-Lampu di Taman (Karya Pena Senja)

Lampu-Lampu di Taman sinarnya memang tak terang namun hadirnya mungkin bisa menjadi penerang memberi terang; sekaligus tenang  pada jiwa yang kebingu…

Puisi: Harum Nanah Menyembuhkan Burung Merpati yang Buta (Karya Ahmad Shalah)

Harum Nanah Menyembuhkan Burung Merpati yang Buta Datang suatu kala bagai malam Beradu timah andam karam Laut darah itu nyatalah  Membusuk mayat kelu…

Puisi: Bunga (Karya Kamilia Salsabila)

Bunga Bunga yang baru dibelinya itu disiram setiap hari Tak lupa juga ia beri pupuk agar semakin bersemi Tanpa menunggu waktu lama, bunga itu tumbuh …

Puisi: Sua (Karya Kamilia Salsabila)

Sua Demi penghargaan rasa batin, ajak aku ketika tatapan beradu untuk saling berbincang Demi perayaan suka cita, ajak aku ketika sunyi tak terasa jik…

Puisi: Arah Tak Menentu (Karya Ahmad Shalah)

Arah Tak Menentu Langkah kaki tengah jalan sayup Mata merah berjejak darah Di depan hanya tujuan tak jelas terbayang dalam mabuk Goyah. Terhuyung. Ja…

Puisi: Secangkir Kopi (Karya Rhey Fandra Yoga Simbolon)

Secangkir Kopi Seorang wanita muda mengantar segelas kopi, Meletakkan di atas meja seorang pria dengan pena dan agenda lama, Wanita itu tersenyum lal…

Puisi: Aku Pikir, Oleh Karenanya Aku Ada (Karya Elvi Namat)

Aku Pikir, Oleh Karenanya Aku Ada Setiap hari selalu menghantui pikiranku Apakah itu benar? Apakah itu nyata? Bahwa karenanya aku ada Jiwa yang kehil…
© Sepenuhnya. All rights reserved.