Puisi: Kapitalis dalam Cinta (Karya Lalik Kongkar) Kapitalis dalam Cinta Politik kanan sibuk mikir laba Politik kiri sibuk mikir pemerataan Sedangkan aku sibuk mencari Jalan mana yang berujung padamu…
Puisi: Lelaki yang Pernah Mencintaimu (Karya A. Munandar) Lelaki yang Pernah Mencintaimu Aku yang kau kenal itu— aku yang sangat kau kenal itu— lelaki yang dahulu begitu akrab denganmu, yang pernah menggantu…
Puisi: Dekap Tanpa Syarat (Karya Mega Septiani) Dekap Tanpa Syarat Gumpalan kata, mengkristal di tenggorokan Tercekik udara, tuk sekadar ucap 'sayang' Lidah kelu, nyaris terbujur kaku Gemur…
Puisi: Semesta Teramat Adil (Karya Kamilia Salsabila) Semesta Teramat Adil Api kan membakar Air kan menyejukkan Sebab Semesta Teramat Adil Mungkin di luar kuasa ingatanmu Mungkin di luar kendali nalarmu …
Puisi: Menyerah (Karya A. Munandar) Menyerah Kelak kita 'kan menyerah menerima yang tak terjadi menutup mimpi dan sejarah sebab waktu telah menelan beribu janji. Dan di sela kesun…
Puisi: Terjebak Sunyi Sendiri (Karya Sholihul Mubarok) Terjebak Sunyi Sendiri jika arah tak lagi menuturkan wajah maka aku menetap sebagai perangkap gulita terlalu acap menggembalakan gulana menitipkan je…
Puisi: Rumah Tanpa Mereka (Karya Imel Liya Saraswati) Rumah Tanpa Mereka Dulu rumah yang ramai suara Kini dindingnya masih sama Dulu kau anggap ini pulang Kini ada pulang yang harus diikhlaskan Dulu ka…
Puisi: Ambang Pintu (Karya Alfa Zahrah) Ambang Pintu Pada hamparan sajadah belum sempat terlipat, aku menunggu laku bagi sesak di dada. Lambat laun kurayu malam, entah sampai kapan bertahan…
Puisi: Rencana Waktu (Karya A. Munandar) Rencana Waktu Mimpi dan iri telah kembali dari kembara sebulan lalu namun kita masih mencoba memahami rencana waktu : padahal waktu tidak merencana…
Puisi: Pulang (Karya Kamilia Salsabila) Pulang Ia hanya ingin pulang Ke tempat mentari tak pernah terik Ke tempat bulan bercahaya lembut Usai sudah perjalanan ini... Muslihat telah lama mer…
Puisi: Lima Cawan Madu Getir (Karya Ikasari Mayar) Lima Cawan Madu Getir Mestinya gestasi kedua nyanyian riang. Tapi hidup bermain curang. Ia menukar undangan pesta dengan undangan perang. Mahligai me…