Puisi: Tanpa Tepi (Karya Zulfatun Ni’mah) Tanpa Tepi Sukmaku terbangun dalam riuh uap menyeruap Batin bergolak rentan dan, netra hilang arah Aku meringis terisak Hempas suara bising di alam l…
Puisi: Cinta di Ujung Akad (Karya Devi Wakhyuningtiyas) Cinta di Ujung Akad Pada selimut kabut malam Aku terpaku Rasa yang kuendapkan Menjejal keluar Sudah kucoba biar sirna Tapi sebetah itu ia Bertemu den…
Puisi: Rintik Pertama Bulan Juni (Karya Devi Wakhyuningtiyas) Rintik Pertama Bulan Juni Hijau dedaunan menari-nari Suburkan harapan petani Rintik pertama bulan Juni Luku dan garu sambut Dewi Sri Kaki-kaki berjaj…
Puisi: Pesta Lara (Karya Zulfatun Ni’mah) Pesta Lara Dari banyak luka menganga terbuka lara baru Bernyawa hampir satu lingkar tahun Kurawat tanpa jeda Meramu doa mujarab Anyir: berlumur darah…
Puisi: Pendusta (Karya Kamilia Salsabila) Pendusta Mereka berujar dengan keyakinan Mereka bersumpah dengan kepastian Apik beserta manis memperdaya kepercayaan Demi uang, cinta, maupun pekerja…
Puisi: Pangur Pengantin (Karya Wiwi Wigiarti) Pangur Pengantin Melamun di batas senja dan gelap Menatap sayu langit yang memerah Pekat yang mengintip Kikir di genggaman dukun Menatap Mai sang pe…
Puisi: Tekad Sang Pendaki (Karya Wiwi Wigiarti) Tekad Sang Pendaki Melangkah di lembah syahdu Rumput dan perdu menyapa Hai kaki akan kau bawa ke mana jiwa itu? Ujung bukit itu masih jauh Tampak mat…
Puisi: Angin Luka (Karya Basrul Hakki) Angin Luka pada angin berhembus di pepohonan menggugurkan daun-daun dan bunga-bunga aku kembali menemukan dirimu perlahan membuka kisah kenangan bers…
Puisi: Aku dan Hujan (Karya Novita Arief Hidayati) Aku dan Hujan Di mana harus kutampung gerimis Lahir dari rintik yang jatuh berulang-ulang Tempiasnya basahi cinta ibu yang tak lekang Dan hujan menja…
Puisi: Teater Renjana (Karya Kamilia Salsabila) Teater Renjana Di dalam yugala saya mengikat payah Di dalam kevala saya mendekap gundah Jikalau seni berperan saya mainkan Maka kelak berjuluk aditok…
Puisi: Seseorang Lama (Karya Sholihul Mubarok) Seseorang Lama Pernah suatu ketika, seseorang kepadaku berkata: "Akan kuabadikan namamu dalam setiap sajakku." Dan saat itu, aku menjadi mu…
Puisi: Sepasang Mata Palsu (Karya Tri Rahmawati) Sepasang Mata Palsu Suatu hari aku terpesona. Pada seseorang matanya teduh. Aku berkaca pada bola matanya. Bola matanya memancar syahdu. Kucoba pinja…
Puisi: Esensi (Karya Sholihul Mubarok) Esensi Terlalu manis—puisi di lidah jemari yang tak mengenal esensi. Setiap kali kurabahi sajak-sajak berahi, selalu terhenti sebelum koma dan titik …