Opera Semalam (2)
kita duduk berdua di depan televisi
"Kita sudah kebingungan. Kita panggil para ahli dari luar negeri dan
bersikap seakan formulasinya adalah obat paling mujarab untuk segala
penyakit. Kita berkerumun seperti nonton tukang obat di pasar. Anda
ngerti tho maksud saya?"
kita duduk berdua di depan televisi, mengganti saluran lain
"negeri ini penuh krisis, tidak semata-mata krisis politik, melainkan
krisis multidimensi. Rakyat sudah tidak percaya lagi lagi pada
kepemimpinan yang ada"
kita duduk berdua di depan televisi, menekan saluran lain
"Indonesia memang sedang membusuk. Mental kita belum mampu
berdemokrasi. Amerika melewati tahap anarkis sebelum akhirnya
membentuk masyarakat sipil mereka. Perbudakan, perang saudara,
wildwest."
kita berdua masih duduk di depan televisi, mematikannya
bapakku terbunuh di atas sajadah
ayahmu meninggal kena ledakan bom gereja
haruskah ada seseorang yang mati lebih dulu untuk memberikan alasan
atas cita-cita kemanusiaan?
Tuhan, Kau ada di saluran berapa?
Oktober, 2011
Sumber: Hati Perempuan (2012)
Analisis Puisi:
Puisi "Opera Semalam" karya Susy Ayu membawa pembaca ke dalam suasana dramatis yang dihadapi oleh dua tokoh yang duduk bersama di depan televisi. Puisi ini menggambarkan perbincangan mereka mengenai krisis, kepemimpinan, dan tragedi yang terjadi di sekitar mereka.
Dialog dan Pencerminan Kondisi Sosial: Puisi ini memulai dengan membangun suasana melalui percakapan antara dua orang yang duduk di depan televisi. Dialog ini mencerminkan realitas sosial yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia pada saat itu. Kata-kata yang dipilih memberikan gambaran krisis multidimensi dan kebingungan yang melanda.
Pencitraan Ketidakpercayaan Terhadap Kepemimpinan: Pernyataan bahwa rakyat tidak lagi percaya pada kepemimpinan yang ada mencerminkan ketidakpuasan dan kekecewaan terhadap pemerintahan pada masa itu. Puisi mencoba menyoroti ketidakstabilan politik dan ketidakmampuan dalam memenuhi harapan masyarakat.
Penggambaran Krisis dan Tahap Perubahan Sosial: Dengan merujuk pada Amerika yang melewati tahap anarkis sebelum membentuk masyarakat sipil, puisi mencoba memberikan perspektif sejarah terhadap krisis yang sedang dialami. Ini mungkin mencerminkan keyakinan bahwa krisis adalah tahap alamiah menuju perubahan yang lebih baik.
Tragedi Pribadi sebagai Refleksi Nasional: Puisi kemudian menyentuh ranah pribadi dengan menyampaikan tragedi yang dialami oleh dua tokoh melalui kisah bapak yang terbunuh dan ayah yang meninggal akibat ledakan bom gereja. Pertanyaan akhir menciptakan efek dramatis, menantang keberadaan Tuhan dalam menghadapi tragedi-tragedi seperti ini.
Pertanyaan Eksistensial: Puisi ditutup dengan pertanyaan yang mendalam, "Tuhan, Kau ada di saluran berapa?" Pertanyaan ini menggugah pertimbangan tentang peran agama dan spiritualitas dalam menghadapi tragedi dan ketidakpastian. Ini memberikan dimensi filosofis pada puisi.
Puisi "Opera Semalam" karya Susy Ayu adalah puisi yang menciptakan suasana dramatis, menggambarkan kondisi sosial dan politik pada masa tertentu di Indonesia. Melalui dialog dan cerita pribadi, puisi ini merangkai kompleksitas perasaan, kekecewaan, dan pertanyaan eksistensial, menciptakan karya yang mendalam dan meresap ke dalam lapisan emosional pembaca.
Karya: Susy Ayu
Biodata Susy Ayu:
- Susy Ayu lahir pada tanggal 14 Juni 1972 di Purwakarta, Jawa Barat, Indonesia.
