Puisi Susy Ayu

Puisi: Pemetik Teh (Karya Susy Ayu)

Pemetik Teh ia bersolek untuk bekerja tak perlu gedung menjulang hamparan karpet hijau hembusan alat pendingin juga ruang melesat tuk menanjak ke tem…

Puisi: Sajak Seekor Badak (Karya Susy Ayu)

Sajak Seekor Badak (untuk 50 ekor badak jawa yang hampir punah di ujung kulon) saat kau resah dan sendiri bersembunyilah di sini pada kubangan pada s…

Puisi: Menjadi Genangan (Karya Susy Ayu)

Menjadi Genangan kamulah Toba genangan air mata purba duka yang membeku sebagai dinding kawah kau kutuk aku dengan cintamu berjaga sebagai menhir di …

Puisi: Stasiun Tugu (Karya Susy Ayu)

Stasiun Tugu (1) di peron lidahmu kelu sebab telah salah kau tulis pidato penyambutan untuk sesuatu yang menjadi keberangkatanmu sendiri Stasiun Tugu…

Puisi: Untuk Sebuah Sepi (Karya Susy Ayu)

Untuk Sebuah Sepi setangkai mawar kau simpan di mejaku durinya runcing menusuk jantung aku bertanya, " Mengapa cinta bisa begini pedih?" ka…

Puisi: Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu (Karya Susy Ayu)

Seperti Makassar, Kini Kuterenggut oleh Bisumu di muara Jeneberang ku menunggu sebelum kangen mengutukku menjadi batu-batu Sombaopu yang kau susun un…

Puisi: Aku Hamil oleh Musim (Karya Susy Ayu)

Aku Hamil oleh Musim Jauh dalam diriku bersemayam sebuah belantara dengan pohon-pohon, belukar, rerambatan serta binatang yang belum lagi menyandang …

Puisi: Tersesat (Karya Susy Ayu)

Tersesat orang sudah berbunuhan sejak jaman dulu ini semua bukan hal baru dan masih saja berulang mereka mencari jalan pulang masing-masing dan tak h…

Puisi: Perempuan-Perempuan (Karya Susy Ayu)

Perempuan-Perempuan di mana kau sembunyikan tulang rusuk Adam ia terkapar di Canaan dengan tubuh yang kemarau sebab ingatan tentang sebuah perpisahan…

Puisi: Lebaran (Karya Susy Ayu)

Lebaran hatiku sebatang kembang api kau sulut dan terbakar di awang sambil kau bertepuk tangan kumaafkan engkau untuk kegembiraan yang kekanak-kanaka…

Puisi: Opera Semalam (Karya Susy Ayu)

Opera Semalam (2) kita duduk berdua di depan televisi "Kita sudah kebingungan. Kita panggil para ahli dari luar negeri dan bersikap seakan formu…

Puisi: Tentang Makna yang Kucatat (Karya Susy Ayu)

Tentang Makna yang Kucatat Aku pernah berada di luar sejarah ketika hidupku tak dimaknai sejenis tanaman merambat ke arah mentari sesekali berbunga d…

Puisi: Rencana Pernikahan (Karya Susy Ayu)

Rencana Pernikahan ini fotoku, demikian pesanmu selalu kau kirim dengan koordinat tempatnya di sini orang Polandia membuka kebun-kebun teh yang perta…

Puisi: Seorang Nenek di Kaki Merapi (Karya Susy Ayu)

Seorang Nenek di Kaki Merapi setelah puing, setelah asap setelah tak seorangpun seorang nenek digendong relawan ia enggan tak mau pergi kula mriki ma…

Puisi: Untuk Mbok Jum dan Kang Rohim (Karya Susy Ayu)

Untuk Mbok Jum dan Kang Rohim Mbok Jum dan Kang Rohim ketika jiwa-jiwa telah berlumpur maka hati tak lagi miliki mata dan nama Tuhan dipertaruhkan pa…
© Sepenuhnya. All rights reserved.