Puisi: Selepas Bertemu (Karya Esha Tegar Putra)

Puisi "Selepas Bertemu" karya Esha Tegar Putra adalah sebuah karya sastra yang menggambarkan perasaan nostalgia dan kenangan setelah perpisahan.
Selepas Bertemu

kau lepas lembah arau kau lepas lembah anai
ingatanmu gumpal di lekuk tebing di landai pantai

*
kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan
sajak harum bakal orang mencium titip di tiap kelokan
dan bunyi saluang dan tuah dendang bawalah
agar kau ingat pada ranah tempat raja pernah bertitah

*
di bukit jirek nan penuh jejak sepatu orang-orang bersenapan
kau ceritakan muasal sakit nasi kapau dalam tiap suapan

kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan
tentang tuan yang merebus daun kopi agar dibiarkan

dan bunyi ketipak terompak kuda penarik bendi
suatu kali bakal jadi gaungan lindap dalam setiap diri

*
agar kau nikmat agar kita bersua di lain masa
simpan dulu pandangan lama lepas dulu kedipan mata
isyarat pecah bulan dan terserak di batang kuranji

kulantunkan itu dendang agar kau tak memutus tali
kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan
dari penyeberangan bakal tersiar kabar persuaan

dan melupa dulu melupalah dulu tiap kelokan yang diingat
biar mengurung itu rindu lalu jadi buncah yang teramat

Kandangpadati, 2008

Sumber: Pinangan Orang Ladang (Frame Publishing, 2009)

Analisis Puisi:

Puisi "Selepas Bertemu" karya Esha Tegar Putra adalah sebuah karya sastra yang menggambarkan perasaan nostalgia dan kenangan setelah perpisahan. Puisi ini mengajak pembaca merenung tentang rasa rindu dan kerinduan yang terjalin melalui ingatan dan kenangan. Melalui gambaran alam dan elemen budaya, puisi ini menyampaikan pesan tentang keberlanjutan hubungan dan pentingnya merawat kenangan.

Kenangan dalam Alam: Puisi ini memulai dengan gambaran alam, seperti "kau lepas lembah arau" dan "ingatanmu gumpal di lekuk tebing di landai pantai." Gambaran ini menciptakan suasana yang menggambarkan ingatan dan kenangan yang tertanam kuat dalam alam dan lingkungan.

Pemeliharaan Kenangan: Melalui pengulangan frasa "kami lepas lambai kau ingatlah panjang jalan," puisi ini menekankan pentingnya memelihara kenangan dan merenung tentang perjalanan hidup yang telah dilalui bersama. Hal ini juga menunjukkan bahwa hubungan dan kenangan tetap hidup meskipun fisik perpisahan.

Citra Budaya dan Sejarah: Beberapa baris puisi menampilkan citra budaya dan sejarah, seperti "tuah dendang" dan "di bukit jirek nan penuh jejak sepatu orang-orang bersenapan." Hal ini menciptakan latar belakang budaya dan sejarah yang memperkaya nuansa puisi dan menunjukkan bahwa kenangan juga dapat dihubungkan dengan aspek-aspek budaya dan sejarah.

Simbolisme dan Personifikasi: Puisi ini menggunakan simbolisme dan personifikasi untuk memperkuat pesan dan emosi. Misalnya, "isyarat pecah bulan dan terserak di batang kuranji" adalah contoh personifikasi yang memberikan karakteristik manusia pada objek alam. Ini menunjukkan bahwa kenangan dan pesan rindu memiliki daya hidup dalam setiap elemen alam.

Pesan Keberlanjutan: Puisi ini mengajak pembaca untuk melihat rindu sebagai "buncah yang teramat." Dengan kata lain, rindu dan kenangan tidak sekadar berakhir setelah perpisahan, tetapi terus bersemayam dalam diri dan menginspirasi kehidupan di masa depan.

Puisi "Selepas Bertemu" menggambarkan perasaan nostalgia, rindu, dan kerinduan yang terasa kuat meskipun telah terjadi perpisahan. Melalui gambaran alam, elemen budaya, dan simbolisme, puisi ini mengajak pembaca merenung tentang pentingnya merawat kenangan, serta menjadikan kenangan dan hubungan sebagai bagian integral dari kehidupan.

Esha Tegar Putra
Puisi: Selepas Bertemu
Karya: Esha Tegar Putra

Biodata Esha Tegar Putra:
  • Esha Tegar Putra lahir pada tanggal 29 April 1985 di Saniang Baka, Kabupaten Solok, Indonesia.
© Sepenuhnya. All rights reserved.