Analisis Puisi:
Puisi “Sajak Pedih” karya Joshua Igho adalah puisi sangat singkat dengan kekuatan pada kepadatan makna. Hanya terdiri dari empat larik pendek, puisi ini memanfaatkan simbol-simbol sederhana untuk menyampaikan pengalaman kehilangan dan perpisahan. Kesederhanaan bentuk justru membuka ruang tafsir yang luas bagi pembaca.
Tema
Tema utama puisi ini adalah kehilangan dan kesedihan akibat perpisahan. Selain itu, puisi ini juga menyiratkan tema kefanaan cinta dan luka emosional yang tertinggal setelah kepergian seseorang.
Puisi ini bercerita tentang kepergian seseorang yang meninggalkan luka mendalam, dilambangkan melalui “sajak pedih”. Mawar layu dan sunyi senja menjadi latar simbolik yang mengiringi perpisahan tersebut, seolah alam turut merespons kehilangan yang dialami penyair.
Makna Tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah bahwa kepergian tidak selalu meninggalkan kenangan manis, tetapi kadang hanya menyisakan kepedihan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata panjang. Puisi ini menyiratkan bahwa luka batin bisa hadir secara singkat, namun membekas lama.
Suasana dalam Puisi
Puisi ini menghadirkan suasana sunyi, sendu, dan melankolis. Nuansa senja dan mawar layu mempertebal kesan akhir, keheningan, dan kesedihan yang tertahan.
Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi
Amanat yang dapat ditarik dari puisi ini adalah kesadaran bahwa setiap perpisahan membawa konsekuensi emosional, dan bahwa luka yang ditinggalkan perlu diterima sebagai bagian dari perjalanan perasaan manusia.
Puisi “Sajak Pedih” karya Joshua Igho menunjukkan bahwa kepedihan tidak selalu membutuhkan banyak kata. Dengan larik-larik singkat dan simbol yang kuat, puisi ini berhasil menyampaikan rasa kehilangan yang sunyi dan mendalam. Sebuah puisi mini yang menyisakan gema emosional panjang di benak pembacanya.
Karya: Joshua Igho
