Puisi: Kealpaan (Karya Abraham Dali Darto)

Puisi "Kealpaan" bercerita tentang seseorang yang merasa terjebak dalam kondisi jiwa yang hampa dan tertekan. Ia berada di bawah caci maki, tatapan ..
Kealpaan

Aku termangu dalam kealpaan jiwa
Aku tersudut dalam caci makimu
Aku terhempas ditelan jurang yang terasa tidak ada sampainya

Kosong, kosong tak berdasar
Kering tak berjiwa
Menelan sampai ke seluruh hasrat dan hati yang terkoyak
Dan kamu tidak peduli

Tatapanmu menghancurkan seluruh raga ini
Menghempas, mencekik, menghajar semuanya
Yah... sekali lagi kamu tidak peduli

Aku sudah berdarah, membakar semua yang ada
Dan kamu tetap pada pendirianmu, tidak peduli

Analisis Puisi:

Puisi "Kealpaan" merupakan ungkapan emosional yang keras dan langsung. Abraham Dali Darto menghadirkan suara lirik yang terjebak dalam luka batin, keterasingan, dan rasa diabaikan. Bahasa yang digunakan lugas, penuh tekanan, dan minim simbol alam, sehingga penderitaan psikologis tampil telanjang di hadapan pembaca.

Tema

Tema utama puisi ini adalah keterasingan batin, pengabaian, dan penderitaan emosional dalam relasi antarmanusia. Kealpaan di sini tidak sekadar lupa, melainkan sikap tidak peduli yang melukai dan menghancurkan keberadaan “aku”.

Puisi ini bercerita tentang seseorang yang merasa terjebak dalam kondisi jiwa yang hampa dan tertekan. Ia berada di bawah caci maki, tatapan yang menghancurkan, dan sikap acuh dari sosok “kamu”. Seluruh pengalaman itu digambarkan sebagai jurang tanpa dasar, kekosongan, dan kekeringan batin yang terus menelan hasrat serta harapan.

Makna tersirat

Makna tersirat puisi ini menyingkap relasi yang timpang dan tidak sehat, di mana satu pihak terus terluka sementara pihak lain tetap tidak peduli. Kealpaan menjadi simbol kekerasan emosional: bukan karena serangan fisik, melainkan karena pengabaian yang berulang dan disengaja. Puisi ini menyiratkan betapa sikap acuh bisa sama destruktifnya dengan tindakan agresif.

Suasana dalam puisi

Suasana dalam puisi terasa gelap, tertekan, dan penuh keputusasaan. Intensitas emosi meningkat dari rasa termangu, terhempas, hingga berdarah dan terbakar, menciptakan atmosfer penderitaan yang terus menumpuk tanpa jalan keluar.

Amanat / pesan yang disampaikan puisi

Amanat atau pesan yang disampaikan puisi dapat dipahami sebagai peringatan tentang bahaya mengabaikan perasaan orang lain. Puisi ini juga dapat dibaca sebagai suara perlawanan batin: pengakuan akan luka adalah langkah awal untuk menyadari bahwa sikap tidak peduli bukan sesuatu yang seharusnya diterima begitu saja.

Puisi "Kealpaan" adalah puisi pengakuan yang intens dan jujur. Abraham Dali Darto menyajikan potret batin yang remuk akibat pengabaian, sekaligus mengajak pembaca merenungkan betapa pentingnya empati dan kehadiran dalam relasi manusia.

Abraham Dali Darto
Puisi: Kealpaan
Karya: Abraham Dali Darto

Biodata Abraham Dali Darto:

Abraham Dali Darto lahir pada tanggal 26 Agustus 1973.
© Sepenuhnya. All rights reserved.