Analisis Puisi:
Puisi “K.H. Abdul Wahid Hasjim” karya Sides Sudyarto D. S. merupakan penghormatan terhadap tokoh ulama yang teguh dalam iman dan dedikasinya terhadap Islam serta bangsa. Melalui bahasa yang penuh kekaguman dan religius, puisi ini menampilkan sosok Kyai Wahid Hasjim sebagai teladan kesalehan, pengabdian, dan perjuangan.
Tema
Tema puisi ini adalah keteladanan seorang ulama, pengabdian terhadap agama, dan perjuangan dalam menegakkan nilai-nilai Islam serta kepentingan umat.
Puisi ini bercerita tentang K.H. Abdul Wahid Hasjim, seorang tokoh Islam yang dikenal teguh imannya, rajin beribadah, dan berdedikasi tinggi dalam memperjuangkan nasib bangsa. Penulis menyoroti sifat-sifat mulia sang kyai, mulai dari ketekunan dalam ibadah, kesucian hati, hingga upaya nyata dalam mengembangkan dan menebarkan ajaran Islam kepada orang lain.
Makna tersirat
Makna tersirat puisi ini adalah pentingnya meneladani tokoh-tokoh yang hidupnya penuh kesalehan dan pengabdian. Selain itu, puisi ini menyiratkan pesan bahwa keteguhan iman dan kerja nyata untuk agama dan bangsa dapat menjadi inspirasi bagi setiap generasi.
Suasana dalam puisi
Suasana puisi terasa hangat dan penuh kekaguman. Pembaca dapat merasakan hormat dan rasa syukur penulis terhadap sosok Kyai Wahid Hasjim, yang dihadirkan sebagai figur yang bercahaya dalam kehidupannya dan menginspirasi orang-orang di sekitarnya.
Imaji
Puisi ini kaya dengan imaji religius dan visual:
- Visual: “Tangan bersih tercuci, tubuhmu basah bermandi doa” menggambarkan fisik dan kesucian sang kyai.
- Auditori / simbolik: “Kau percikkan pada setiap hati, api Islam nan suci” menghadirkan kesan penyebaran nilai-nilai iman yang membara dan menyentuh orang lain.
Majas
Beberapa majas yang digunakan antara lain:
- Metafora, misalnya “api Islam nan suci” yang melambangkan semangat dan pengaruh positif Kyai Wahid Hasjim.
- Hiperbola, terlihat dari penggambaran iman yang “tak tergoyahkan” dan pengabdian yang mencakup setiap insan, menekankan keagungan tokoh yang dihormati.
Puisi “K.H. Abdul Wahid Hasjim” menonjolkan sosok ulama sebagai teladan iman, kesalehan, dan pengabdian kepada umat dan bangsa. Sides Sudyarto D. S. menggunakan bahasa religius dan metaforis untuk menghadirkan keagungan dan inspirasi yang terpancar dari kehidupan dan perjuangan Kyai Wahid Hasjim, sehingga pembaca diajak menghargai dedikasi dan keteladanannya.
Puisi: K.H. Abdul Wahid Hasjim
Karya: Sides Sudyarto D. S.
Biodata Sides Sudyarto D. S.:
- Sudiharto lahir di Tegal, Jawa Tengah, pada tanggal 14 Juli 1942.
- Sudiharto meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 14 Oktober 2012.
- Sudiharto menggunakan nama pena Sides Sudyarto D. S. (Sides = Seniman Desa. huruf D = nama ibu, yaitu Djaiyah. huruf S = nama ayah, yaitu Soedarno).
