Puisi: Lelaki-Lelaki Lahir ke Dunia (Karya Taufiq Ridwan)

Puisi “Lelaki-Lelaki Lahir ke Dunia” karya Taufiq Ridwan mengajak pembaca untuk merenungi kembali arti hidup, kasih, dan kepergian manusia dalam ...
Lelaki-Lelaki Lahir ke Dunia

Lelaki-lelaki lahir ke dunia
dan pergi ia pamit
kepada siapa?
Dijilatnya ludah cinta
yang ditelannya di malam hari
tak tahu aku buat apa
tapi ibu, kenapa engkau mesti tahu?
Barangkali akan sia-sia apa yang
kutulis,
dunia hanya mereka-reka
tapi tahukah mereka tentang
cinta yang tak kunjung sirna?

Kembangkan sayap-sayapmu
dan getarkan bulu-bulumu
— tatap mataku dalam-dalam
Apa yang kau dapat?
Butir-butir air yang jatuh
menimpa rambutmu
Adalah benih-benih kasih
yang tumbuh di dasar sukmaku
Berjuta manusia datang dan
pergi — entah kemana
tanpa berita, tanpa tanya
Berjuta peristiwa datang dan pergi
— entah Apa dan mau Siapa.

1971

Sumber: Horison (Januari, 1973)

Catatan:
Puisi ini terbit di Horison edisi Januari, 1973 tanpa judul.

Analisis Puisi:

Puisi “Lelaki-Lelaki Lahir ke Dunia” karya Taufiq Ridwan menghadirkan perenungan eksistensial tentang kelahiran, keberadaan, dan kefanaan manusia—khususnya lelaki—dalam dunia yang terus bergerak tanpa kepastian. Puisi ini bergerak di antara pertanyaan, kegelisahan, dan kesadaran batin, dengan bahasa yang reflektif sekaligus intim. Sosok “lelaki” tidak berdiri sebagai individu tunggal, melainkan sebagai simbol manusia yang bergulat dengan cinta, makna hidup, dan ingatan akan asal-usulnya.

Tema

Tema utama puisi ini adalah eksistensi manusia, cinta, dan kefanaan hidup. Selain itu, puisi ini juga menyentuh tema relasi manusia dengan ibu, dunia, dan perasaan cinta yang tak pernah benar-benar sirna meskipun hidup terus berjalan dan manusia silih berganti datang dan pergi.

Puisi ini bercerita tentang lelaki-lelaki yang lahir ke dunia, hidup, mencintai, lalu pergi tanpa kejelasan tujuan dan pamit. Pertanyaan “kepada siapa?” menegaskan kegamangan eksistensial: kepada siapa manusia harus berpamitan ketika hidup berakhir? Puisi ini juga menyinggung hubungan batin dengan ibu sebagai figur yang mengetahui, memahami, dan menjadi saksi kehidupan sejak awal. Di tengah lalu lintas manusia dan peristiwa, subjek lirik mempertanyakan arti cinta dan keberadaan diri.

Makna Tersirat

Makna tersirat dalam puisi ini adalah bahwa hidup manusia sering kali berjalan tanpa kepastian dan tanpa jawaban final. Dunia digambarkan sebagai ruang yang “mereka-reka”, penuh tafsir dan dugaan, namun tidak selalu memahami kedalaman cinta dan batin seseorang. Cinta yang “tak kunjung sirna” menjadi satu-satunya hal yang terasa nyata di tengah ketidakpastian hidup, meskipun sering tak terucapkan dan tak sepenuhnya dipahami oleh dunia.

Puisi ini juga menyiratkan kesadaran bahwa kehadiran manusia di dunia bersifat sementara, sementara cinta dan kasih justru berakar lebih dalam dalam diri.

Suasana dalam Puisi

Suasana dalam puisi ini cenderung melankolis, reflektif, dan kontemplatif. Ada nuansa tanya yang tak terjawab, kegelisahan batin, sekaligus keheningan emosional ketika menyadari bahwa manusia datang dan pergi tanpa berita dan tanpa tanya.

Amanat / Pesan yang Disampaikan Puisi

Amanat yang dapat ditangkap dari puisi ini adalah ajakan untuk menyadari kefanaan hidup dan menghargai cinta sebagai inti kemanusiaan. Di tengah dunia yang serba menafsir dan sering abai, manusia diingatkan untuk tetap setia pada kasih yang tumbuh dalam batin, sebab itulah yang memberi makna pada keberadaan.

Imaji

Puisi ini menghadirkan beberapa imaji yang kuat, antara lain:
  • “Dijilatnya ludah cinta / yang ditelannya di malam hari”, imaji perasaan yang intim dan personal.
  • “Butir-butir air yang jatuh / menimpa rambutmu”, imaji visual dan peraba yang lembut.
  • “Benih-benih kasih / yang tumbuh di dasar sukmaku”, imaji spiritual yang menggambarkan cinta sebagai sesuatu yang hidup dan berakar dalam jiwa.
  • “Berjuta manusia datang dan pergi”, imaji gerak yang menegaskan kefanaan dan keramaian dunia.
Puisi “Lelaki-Lelaki Lahir ke Dunia” karya Taufiq Ridwan merupakan puisi reflektif yang menyoroti kehadiran manusia yang sementara, cinta yang menetap, dan dunia yang sering gagal memahami kedalaman batin. Dengan bahasa yang puitis dan penuh tanya, puisi ini mengajak pembaca untuk merenungi kembali arti hidup, kasih, dan kepergian manusia dalam arus waktu yang tak pernah berhenti.

Taufiq Ridwan
Puisi: Lelaki-Lelaki Lahir ke Dunia
Karya: Taufiq Ridwan

Biodata Taufiq Ridwan:
  • Taufiq Ridwan lahir pada tanggal 5 November 1946.
© Sepenuhnya. All rights reserved.