Puisi: Melangit Cintaku (Karya Dimas Arika Mihardja)

Puisi “Melangit Cintaku” karya Dimas Arika Mihardja bercerita tentang pengalaman cinta yang begitu kuat dan mempesona, di mana rasa cinta seolah ...
Melangit Cintaku

Wajah awan gerak hujan
pukau bayang kilau wajahmu
tembus atap langit lengkingan jerit:
cinta terasa legit!

13 Mei 2010

Analisis Puisi:

Puisi “Melangit Cintaku” karya Dimas Arika Mihardja adalah puisi pendek yang sarat dengan intensitas emosi dan visualisasi yang kuat. Dalam beberapa baris singkat, penyair berhasil menghadirkan pengalaman cinta yang memuncak, melalui penggabungan citraan alam, tubuh, dan langit.

Tema

Tema utama puisi ini adalah cinta yang membuncah dan meluap-luap, dipadukan dengan pengalaman sensori yang intens. Puisi ini juga menyinggung tema keindahan alam sebagai refleksi perasaan batin, di mana elemen alam seperti awan, hujan, dan langit menjadi simbol dari emosi cinta.

Puisi ini bercerita tentang pengalaman cinta yang begitu kuat dan mempesona, di mana rasa cinta seolah menembus batas fisik dan menyatu dengan alam semesta. Penyair mengamati awan, hujan, dan langit, kemudian mengaitkannya dengan bayangan wajah orang yang dicintai, menciptakan perasaan cinta yang “melangit” dan intens.

Dengan kata lain, puisi ini menggambarkan cinta sebagai pengalaman sensorik dan emosional, yang hadir begitu kuat sehingga terasa fisik, visual, dan bahkan “legit” atau manis di hati.

Makna Tersirat

Makna tersirat puisi ini adalah cinta yang melampaui batas, menyatu dengan alam, dan menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa. Ungkapan “cinta terasa legit” menyiratkan kepuasan dan kenikmatan yang lahir dari pengalaman cinta itu sendiri, bukan hanya dari keberadaan orang yang dicintai.

Selain itu, puisi ini juga menyiratkan keterhubungan antara emosi manusia dengan alam, di mana perasaan batin dapat tercermin melalui citraan langit, awan, dan hujan.

Suasana dalam Puisi

Suasana puisi ini penuh keajaiban, magis, dan memuncak. Imaji hujan, awan, dan atap langit menciptakan atmosfer dramatis sekaligus romantis, sedangkan “lengkingan jerit” menambahkan nuansa intensitas emosional yang meledak. Nada puisi penuh gairah dan kebahagiaan yang eksplosif, menekankan sensasi cinta yang meluap.

Puisi “Melangit Cintaku” karya Dimas Arika Mihardja adalah puisi singkat yang padat citraan dan emosional, menghadirkan pengalaman cinta yang meluap dan menyatu dengan alam. Dengan imaji yang kuat, majas yang ekspresif, dan suasana yang intens, puisi ini mengajak pembaca merasakan cinta yang tidak hanya hadir dalam hati, tetapi juga terasa dalam dunia sekitar dan alam semesta.

"Puisi: Melangit Cintaku"
Puisi: Melangit Cintaku
Karya: Dimas Arika Mihardja
© Sepenuhnya. All rights reserved.